TERUS MENJALARNYA API DIKAWASAN HUTAN HARAU TERKENDALA LOKASI
Berita Utama HERA ARMAN, ST(Badan Penanggulangan Bencana Daerah) 02 Oktober 2016 18:10:12 WIB
LIMAPULUH KOTA - Kebakaran Kawasan perbukitan di Nagari Taram - Air Cuci Kabupaten Limapuluh Kota Provinsi Sumatera Barat diperkirakan sudah berlangsung selama 10 hari yaitu dari tanggal 23 September 2016. Kawasan perbukitan yang sulit dijangkau ini diperkirakan sudah terbakar seluas 30 ha, bahkan mungkin lebih karena api masih terus menjalar membakar kawasan hutan. Angin yang terus berhembus cukup kencang dan dan hujan yang belum turun serta medan yang sulit dan curam untuk dilalui, menjadi kendala dan penyebab api terus menjalar.
Menurut salah seorang Tim Assessment BPBD Kabupaten 50kota - Rei Julianto, menuturkan kondisi di lapangan hingga saat ini (2/10). Pesawat Tanpa Awak BPBD Kabupaten Limapuluh Kota pun mengalami kesulitan mendekati lokasi melalui udara untuk mengambil gambar karena sempat 2 kali mengalami Lost Contact karna mengalami Lost Of Sight di medan terjal perbukitan.
Sampai saat ini api masih terus menjalar membabat kawasan hutan tersebut. Perkiraan jarak lokasi terbakarnya hutan dengan wilayah hutan perbatasan Sumbar - Riau sekitar 4 KM, dengan perkiraan Titik Api pada koordinat S 9 37'797" - E 100 43' 28. 61"
Pada titik lain api juga membakar Bukit Jambu yang berada dilokasi Wisata lembah Harau yang cukup tersohor ini terus merambat tanpa bisa dihentikan untuk sementara ini. Diperkirakan sudah lebih dari 9 ha Hutan Konservasi sudah habis terbakar sejak 26 september 2016 di lokasi Wisata Lembah Harau. Sampai saat ini api sudah melewati Sarasah Aka Barayun ( seberang bukit ).
Medan yang terjal dan minimnya curah hujan serta angin kencang yang terus berhembus di kawasan kab. 50 Kota menjadi penyebab sulitnya upaya pemadaman api dikawasan ini.
Sementara upaya yang dilakukan adalah menyiagakan beberapa mobil damkar di kawasan tersebut baik dari damkar kota payakumbuh maupun kab.50 Kota. Dan bersama sama pihak KSDA Provinsi - Sumbar dan KSDA 50 Kota memadamkan api di lereng terendah dengan teknik membikin embung darurat dilereng. Tapi upaya inipun tidak membuahkan hasil yang memadai.
Sementara upaya mendatang Helicopter BNPB (water bombing) oleh Pihak BPBD Provinsi Sumbar masih dalam tahap koordinasi dan masalah teknis lapangan dengan pihak terkait. Seperti masalah elevasi Medan, penyediaan BBM berupa aftur dan lain lain.
(Laporan Team Asessment Udara PK BPBD 50 Kota – Sumbar).