Nyatakan Perang Lawan Narkoba dan LGBT, Sedaprov Sumbar: Harus Dimulai Dari Rumah

Nyatakan Perang Lawan Narkoba dan LGBT, Sedaprov Sumbar: Harus Dimulai Dari Rumah

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 21 Juni 2026 17:33:18 WIB


PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan upaya melindungi generasi muda dari ancaman narkoba dan LGBT harus dimulai dari lingkungan keluarga serta melibatkan seluruh elemen masyarakat. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga anak kemenakan dan memperkuat nilai-nilai adat serta agama yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Arry Yuswandi, mewakili Gubernur pada Deklarasi Sumbar Minang Anti Narkoba dan LGBT yang digelar di kawasan Car Free Day depan Mapolda Sumbar, Kota Padang, Minggu (21/06/2026).

Arry menegaskan bahwa perang terhadap narkoba dan LGBT tidak dapat dibebankan kepada pemerintah maupun aparat semata. Menurutnya, keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah berbagai pengaruh negatif yang dapat mengancam masa depan generasi muda.

“Upaya ini membutuhkan dukungan seluruh lapisan masyarakat, mulai dari tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang hingga keluarga. Kita mulai dari rumah kita masing-masing. Jangan sampai ada anggota keluarga kita yang terindikasi narkoba, LGBT maupun penyakit masyarakat lainnya,” ujar Arry.

Ia mengatakan, nilai-nilai adat dan agama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau perlu terus diperkuat melalui peran keluarga dan lingkungan sekitar. Dengan demikian, upaya melindungi generasi muda tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.

Sementara itu, Ketua Umum Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Fauzi Bahar Datuak Nan Sati, mengajak seluruh unsur masyarakat bersatu menjaga anak kemenakan dari pengaruh yang dinilai dapat merusak masa depan generasi penerus.

“Hari ini kita bersama-sama menyatakan sikap dan sepakat menyelamatkan anak bangsa serta anak kemenakan kita. Karena itu, pemerintah daerah, tokoh adat, alim ulama, dan seluruh elemen masyarakat harus bersatu serta memberikan perhatian yang lebih besar dalam memerangi narkoba dan LGBT,” kata Fauzi Bahar.

Ia juga meminta pemerintah daerah di Sumatera Barat mengalokasikan dukungan program dan anggaran sebagai bentuk keseriusan dalam memerangi narkoba dan LGBT. Menurutnya, komitmen bersama tersebut perlu diwujudkan melalui langkah konkret yang berkelanjutan di masing-masing daerah.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Subuh Mubarakah dan ceramah penguatan pencegahan narkoba dan LGBT. Selanjutnya, ribuan peserta mengikuti long march dari Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi menuju Mapolda Sumbar sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan bersama dalam melindungi generasi muda dari berbagai penyakit masyarakat.

Deklarasi tersebut juga ditandai dengan pembentangan kain ikrar sepanjang sekitar 1,3 kilometer dan gerakan pengumpulan 10 ribu tanda tangan sebagai simbol komitmen bersama. Kain putih tersebut ditandatangani oleh berbagai unsur masyarakat yang hadir, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, alim ulama, bundo kanduang, organisasi kemasyarakatan, hingga masyarakat umum yang mengikuti kegiatan sejak pagi hari.

Semangat yang menyatukan berbagai unsur tersebut menegaskan bahwa gerakan ini tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata, melainkan harus menjadi ikhtiar bersama untuk menjaga masa depan anak kemenakan.(hm/Diskominfotik Sumbar)