SOLOK FC DAN IRONI SEPAKBOLA KABUPATEN SOLOK

SOLOK FC DAN IRONI SEPAKBOLA KABUPATEN SOLOK

Berita Utama () 14 November 2018 18:48:17 WIB


SOLOK, SP...Masyarakat Solok Raya (Kabupaten Solok, Kota Solok dan Kabupaten Solok Selatan), dikejutkan dengan hadirnya sebuah klub sepakbola baru yang diberi nama Solok Football Club atau disingkat dengan Solok FC. Berjuluk Pandeka Gunuang Talang, Solok FC yang berdiri pada 4 September 2017, menggebrak kiblat sepakbola Ranah Minang, dengan menjuarai Liga 3 PSSI Regional Sumbar 2018 pada 30 Juli 2018. Bahkan, di Liga 3 Regional Sumatera, Solok FC semakin terbang tinggi dengan tampil sebagai wakil Sumatera 1. Solok FC menjadi satu-satunya wakil Sumbar di Liga 3 Nasional. Usai melewati hadangan tiga tim asal Sumut. Yakni Bhinneka FC (1-0 dan 1-2/agregat gol tandang), PSDS Deli Serdang (0-0 dan 3-0) dan Medan Utama FC (2-1 dan 1-0).

Keberhasilan Solok FC tersebut menjadi sebuah sejarah, sekaligus angin segar dan kebanggaan bagi masyarakat. Di Liga 3 Nasional, Solok FC tergabung di Grup B. Berisikan PSCS Cilacap, PSBL Langsa dan Persid Jombang. Baru kali ini, ada nama Solok, baik Kota Solok, Kabupaten Solok maupun Solok Selatan, “beredar” di kancah sepakbola nasional.

Namun, ironi dan anomali justru terjadi di kategori amatir, khususnya di sepakbola Kabupaten Solok. Sejarah juga terukir. KONI Kabupaten Solok pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumbar November 2018. Sebuah ironi dan hal yang sangat tak lazim terjadi, sebab, sepakbola di Kabupaten Solol merupakan cabang yang sangat populer. Hampir seluruh nagari di Kabupaten Solok memiliki lapangan sepakbola. Bahkan, Kapten Solok FC, Hasnul Rivan, berasal dari Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Sepakbola, sebuah cabang yang sangat spesial dalam setiap multi iven olahraga di level apapun. Mulai dari Olimpiade, Asian Games, SEA Games, PON, Porprov, Porkab, Porkot, bahkan hingga tingkat kecamatan hingga nagari. Dipertandingkan jauh hari sebelum pembukaan multi iven, sepakbola justru menjadi semacam “the last supper”, perjamuan terakhir atau sajian puncak di closing ceremony (upacara penutupan). Meraih juara umum, tapi tanpa medali emas cabang sepakbola, terasa hambar, ibarat sayur tanpa garam.

Solok FC, lahir bertepatan pada saat sepakbola di berbagai belahan dunia tidak hanya sekedar dipandang sebagai salah satu cabang olahraga yang digandrungi masyarakat luas. Namun, Solok FC lahir ketika sepakbola berkembang menjadi sebuah industri, apalagi didukung oleh masyarakat Solok yang “gila bola”. Solok FC lahir dari ide seorang pengusaha yang juga gila bola dan kini menjabat sebagai anggota komite eksekutif (Exco) PSSI, yaitu Verry Mulyadi. Tidak begitu banyak yang kenal dengan sosoknya di Kota Solok, Kabupaten Solok, apalagi di Kabupaten

Solok Selatan. Namun Verry, yang besar di Kota Padang, merupakan putra asli Galagah, Nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi Kabupaten Solok. Verry juga menjadi sejarah, sebagai putra Solok pertama dan satu-satunya yang menjabat sebagai Exco PSSI.

“ Bukan saya saja yang gila bola. Hampir seluruh masyarakat Kabupaten Solok gila sepakbola,”  ujar Verry Mulyadi.

Hadirnya Verry Mulyadi di kepengurusan PSSI Pusat, seharusnya menjadi angin segar bagi perkembangan persepakbolaan di Solok Raya, khususnya Kabupaten Solok. Apalagi, Sekretaris Umum Solok FC, Alfis Primatra, juga duduk di Komite Tetap PSSI. Alfis merupakan putra Nagari Guguak, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok. Bahkan, sebagai putra Kabupaten Solok, baik Verry maupun Alfis, tentu memiliki niat dan tanggung jawab moral untuk memajukan olahraga Kabupaten Solok, khususnya sepakbola. Bahkan, dalam waktu dekat ini, Solok FC segera membuka akademi sepakbola. Mulai dari tingkat nagari, kecamatan hingga kabupaten, di tiga daerah Solok Raya.

“ Solok adalah daerah yang memiliki potensi besar untuk membangun dunia persepakbolaan. Talenta dan bakat sepakbola Solok Raya begitu luar biasa. Ini harus dimaksimalkan. Salah satu caranya adalah dengan melakukan pelatihan dan pendidikan melalui akademi sepakbola. Mulai dari usia dini, anak-anak, remaja hingga dewasa. Ini tanggung jawab kami sebagai putra daerah,”  terang Veri. (* Mul )