TIWI KIRANA PUTRI. SPd.I

TIWI KIRANA PUTRI. SPd.I

Berita Utama () 07 Maret 2016 14:08:15 WIB


Itulah nama lengkap tokoh kita  saat ini, perempuan ini sehari-hari mengajar sebagai Guru Agama Honorer di SMA Negeri 1 Lubuk Alung Kabupaten Padang Pariaman, pada Senin Pagi 7 Maret 2016 tim Liputan Website Pemerintah Provinsi Sumatera Barat sempat mewawancara ibu Tiwi sebagai panggilan akrab beliau oleh murid-muridnya.

 

Tiwi merupakan guru honor yang pantang menyerah dan pantang pambrih dalam memberikan pengabdiannnya kepada Nusa Bangsa dan agama di daerahnya, Tiwi adalah seorang  aktivis perempuan di Kabupaten Padang Pariaman, sangat banyak jabatan yang diembannya dan selalu aktif di organisasi yang digelutinya, sebabut saja sebagai pengurus  DPD KNPI Kabupaten Padang Pariaman, Ketua Forum Silaturahmi Guru Honor Kabupaten Padang Pariaman, pengurus Kwarcab Pramuka Kabupaten Padang Pariaman, Sekretaris DPW. AL-Ibtidayah Provinsi Sumatera Barat, Pengurus organisasi Guru TK Kabupaten Padang Pariaman dan banyak lagi organisasi yang digelutinya. Tiwi juga merupakan sebagai inspirator dan motivator bagi rekan-rakannya di organisasi dan juga dalam pertemuan-pertemuan lainnya, beliau memiliki  charisma tersendiri bagi koleganya-koleganya, orangnya tegas lugas, banyak teman, mudah bergaul, disukai  disegani jkawan, jago loby kalau istilah sekarang disebut dengan SMART.

 

Ketika ditanya aktivitas buk Tiwi selain mengajar dan berorganisasi, ternyata ibu tiga anak ini juga sebagai pelatih tari di Sanggar miliknya yang bernama “SAMIRA” di Kampuang Tarandam Pasar Lubuk Alung, Tiwi sangat care terhadap pendidikan dan melestarikan budaya bangsa  seperti melestarikan tari-tari daerah, sangat banyak murid-murid buk Tiwi yang belajar menari, makanya didirikan sanggar SAMIRA, ketika ditanya apa kiat buk Tiwi dalam melestarikan ksesenian daerah ini khususnya tari Payuang, tari piriang, indang dan sebagainya, buk Tiwi menjawab dengan memperbanyak even-even tingkat sekolah,  mulai TK sampai SMA, dengan demiakian  maka semua sekolah akan berlomba-lomba mengangkat nama sekolahnya melalui tari. Sarjana Pendidikan Agama Islam ini tidak hanya dibidang Tari saja, karena basic ilmunya adalah Pendidikan Agama Islam maka beliau juga sering mengangkat kegiatan yang religius untuk dilombakan antar SMA sampai tingkat Provinsi, sehingga siar Islam itu betul-betul terasa gaungnya ditengah masyarakat. Beberapa hari yang lalu buk Tiwi baru saja melaksanakan suatu even yang bernuansa religius di SMA Negeri 1 Lubuk Alung yaitu mengadakan lomba Malamang karena momentnya bertepatan dengan Maulid Nabi Besar Muhammad. SAW. 

 

Selama mengajar di SMA Negeri 1 Lubuk Alung sangat banyak ekstra kurikuler yang telah dilaksanakan oleh Buk Tiwi sebut saja Forum Annisa yaitu dimana ketika siswa laki-laki melaksanakan shalat Jum’at maka siswi perempuan diadakan wirid pengajin,  Pramuka, Saka Taruna Bumi yaitu Gerakan Paramuka yang dibina oleh Dinas Pertanian, Lomba debat nilai-nilai penghayatan agama Islam, MTQ, dan banyak lagi yang tidak dapat disebutkan satu persatu. Pada pertengahan Tahun 2015 yang lalu Buk Tiwi dipercaya mendampingi siswa berprestasi ke Istana Negara dan bertemu dengan Presiden JOKO WIDODO bersama ratusan siswa berprestasi lainnya di Indonesia.

 

Apa pesan  dan harapan buk Tiwi kepada Pemerintah, kalau bisa pemerintah lebih meningkatkan lagi even-even baik yang kurikuler maupun yang ekstra kurikuler sehingga guru dan murid menjadi aktif dan terlatih, tidak hanya terlatih kognitifnya saja tetapi juga psycomorik dan afektifnya, atau sikap mental para peserta didik, disamping itu nilai-nilai agama , ilmu pengetahuan dan nilai-nilai budaya bangsa dan daerah juga akan semakin berkembang  karena ditranspormasikan kepada peserta didik kita, Buk Tiwi juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh stake holder pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman karena telah memberikan kesempatan dan waktu serta perhatian yang banyak  kepada pendidikan khususnya di Kecamatan Lubuk Alung dan di kabupaten Padang pariaman, umumnya,  juga ucapan terima kasih kepada ibuk Dian sebagai Kepala SMA Negeri 1 Lbukuk Alung dan juga kepada seluruh majelis guru serta para siswa-siswa SMA Negeri 1 Lubuk Alung  yang sangat mendorong semua kegiatan di Sekolah ini. Khusus kepada siswa-siswa jangan pernah berhenti menuntut ilmu, seperti dikatakan dalam Al-qur’an tuntutlah ilmu dari ayunan sampai liang kubur.

 

Ketika ditanya kenapa jadi guru, biasanya seorang aktivis itu lebih banyak terjun ke dunia politik, buk Tiwi menjelaskan bahwa untuk terjun ke politik harus dipikirkan matang-matang dampak positif dan negatifnya, disamping itu kita juga harus mempunyai modal uang yang cukup besar, kita tidak mau jadi penggembira saja, memang banyak yang mengarahkan saya ke bidang politik, tapi kedepan kita tidak tau, menyelesaikan pendidikan saja membutuhkan biaya yang cukup banyak.

 

Alumni Yayasan Tarbiyah Islamiyah Sumatera Barat ini menceritakan perjalanan pendidikannya, dimana beliau baru memulai kuliah pada awal tahun 2007 dan selesai akir tahun 2010, dengan segala suka dan duka, disaat kuliah sedang berjalan ekonomi keluarga sangat morat marid, anak butuh biaya sementara biaya kuliah juga dipikirkan, tiap hari harus bolak balik Lubuk Alung Padang, tetapi berkat semangat dan kerja keras serta dukungan dari semua pihak Sarjana dapat juga diraihdemikian buk Tiwi bernostalgia. Sekarang buk Tiwi juga sedang melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 disalah satu Perguruan Tinggi di Sumatera Barat.

 

Pesan terakhir buk Tiwi untuk generasi muda adalah, tuntutlah ilmu setinggi-tingginya,  jauhi NARKOBA, jadilah manusia yang beriman bertaqwa kepada Tuhan yang Maha Esa, mengabdi kepada orang tua , bangsa, Negara  dan agama, karena kalianlah yang akan melanjutkan tongkat estapet kepemimpinan di NKRI, demikian Tiwi menutup pembicaraannya. (by. Rudi Syafri)