Tiga Orang Dinyatakan Meninggal, 5 Masih Hilang Akibat Banjir di Sembilan Kabupaten dan Kota di Sumbar
Berita Utama HERA ARMAN, ST(Badan Penanggulangan Bencana Daerah) 08 Februari 2016 22:42:11 WIB
Sumbar (8 Februari 2016) - Hujan yang terjadi secara silih berganti tiada henti selama tiga hari ini yang menyebabkan meluapnya air pada aliran sungai serta menimbulkan longsoran di berbagai tempat. Sebanyak Sembilan kabupaten/ kota di Sumatera Barat ini telah terdampak.
Di Kabupaten Solok Selatan, meluapnya sungai batang Bangko mengakibatkan empat titik banjir yang merendam permukiman masyarakat. Petugas berupaya menungsikan mereka ke tempat lebih aman diantaranya; Muaro Labuh daerah Kampung Sungai Pagu dengan jumlah 50 KK, daerah Kiambang dengan jumlah 15 KK, Jorong Mato Aie Nagari Bomat dengan jumlah 15 KK.
Editorial selaku Kepala Pelaksana BPBD Solok Selatan melaporkan terdapat korban akibat longsor yang terjadi malam tadi (8/2), di Taratak Tinggi longsor menimpa enam buah rumah dengan satu orang dinyatakan hilang, di desa Pekonina Kecamatan Pauh II longsor menimpa satu rumah terdapat enam korban dengan dua orang meninggal dan empat orang lagi masih dinyatakan hilang.
Editorial kembali menjelaskan, longsor juga menutup akses jalan provinsi penghubung antara Sumbar – Kerinci tepatnya di Liki kecamatan Sangir. Banjir juga telah mengakibatkan jembatan putus di Sungai Duo dan satu buah jembatan gantung Batu Bajarang. Di Padang Aro kecamatan Sangir juga terdapat jembatan putus akibat longsor sepanjang 30 meter. Satgas gabungan dari jajaran SKPD terkait melakukan evakuasi yang terdiri dari TNI, Polri, PMI dan masyarakat setempat.
Di wilayah Kabupaten Limapuluh Kota, Rahmadinol selaku Kasi Kedaruratan BPBD Limapuluh Kota melaporkan, banjir akibat luapan sungai Batang Maik sejak sore kemarin telah menunjukan tanda-tanda kenaikan debit air dan puncaknya kenaikan debit air dengan setinggi atap rumah terjadi sekitar pukul 03.00 wib (8/2) mengakibatkan terendamnya permukiman masyarakat, sarana dan prasarana pemerintah dan tempat ibadat pada tiga jorong di Nagari Pangkalan Kecamatan Pangkalan, antara lain; Jorong Lubuk Nago, Jorong Pasa Usang, Jorong Sampang. Diperkirakan terdapat 400 unit rumah yang terendam. Terdapat satu korban akibat luapan sungai batang Maik pada hari Minggu (7/2) yang pada saat ini masih dilakukan pencarian.
Penanganan Darurat telah dilakukan sejak kemarin hingga saat ini oleh Satgas gabungan dari Instansi terkait. Dinas Sosial juga telah mendirikan Dapur Umum Lapangan untuk kebutuhan dasar bagi korban banjir tersebut.
Banjir di Pangkalan tersebut juga telah menutup akses jalan Sumbar – Riau, untuk saat ini jalan tersebut tidak bisa dilewati oleh kendaraan baik roda empat maupun roda dua.
Rahmadinol kembali menjelaskan, banjir luapan dari sungai batang Sinamar juga kembali terjadi di wilayah Arau kecamatan Lareh Sago Halaban dengan merendam sekitar 20 rumah warga. BPBD dari Kota Payakumbuh, BPBD Kota Bukittinggi segera merapat ketempat kejadian.
Di wilayah Solok banjir juga melanda akibat meluapanya sungai batang Lembang, kejadian tersebut terpantau sejak pukul 02.36 wib (8/2). Adapun daerah terpapar diantaranya Kelurahan Karambia Tabu Kampai (KTK), IX Korong. Di Kecamatan Kubung juga terimbas di wilayah Nagari Selayo, Muaro Paneh, Saok Laweh, dan Tanjung Bengkuang. Rata-rata ketinggian air hingga mencapai satu meteran. Satgas juga telah dikerahkan sejak kejadian itu berasal dari TRC BPBD Kabupaten dan Kota Solok, TNI, Polri, PMI beserta relawan.
Kabupaten Sijunjung juga terimbas banjir di wilayah Muaro Sijunjung, sekitar 51 rumah dengan 129 jiwa diungsikan. Longsor juga terjadi mengakibatkan satu rumah warga mengalami rusak berat.
Di Kabupaten Agam terdapat longsor di jalan Fanta Sungai Landia jorong Fanta Pauh kecamatan Matur, juga terdapat beberapa titik pohon tumbang di kelok 25. Tim TRC BPBD Agam sedang melakukan pembersihan hingga siang ini.
Kabupaten Pasaman hujan lebat mengakibatkan longsor dan banjir. Kejadian pada pukul 23.00 wib banjir di desa mapun dan Air Salo Kecamatan Lubuk Sikaping, di Tingkarang dan Muaro Cubadak Kecamatan Rao, Nagari Lundar, Nagari Lambok Kecamatan Panti, di Rangkai Kodok di kecamatan Rao Selatan. Terdapat juga Longsor pada tiga titik di Nagari Lambok, dan Nagari Lundar kecamatan Panti, Muaro Cubadak kecamatan Rao. Upaya penanganan juga telah dilakukan hingga saat ini oleh TRC BPBD Kabupaten Pasaman, dan saat ini akses jalan telah bisa dilalui kembali.
Kota Sawahlunto terdapat titik longsor kembali di daerah Kecamatan Silungkang, Kecamatan Lembah Segar, dan Kecamatan Baringin. 13 rumah tertimbas longsoran dengan kondisi rusak ringan. BPBD Kota Sawahlunto yang dibantu oleh jajaran TNI dan Polri melakukan evakuasi dan pembersihan longsoran.
Dan terakhir di wilayah Tanah Datar terdapat longsoran di Tanjung Alam kecamatan Tanjung Baru. Alat berat telah melakukan pembersihan.
Dengan adanya kejadian cuaca ekstrim yang telah terpantau sejak sore hari, Minggu 7 Februari 2016 hingga saat ini 8 Februari 2016, Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Provinsi Sumatera Barat yang dipimpin langsung oleh Zulfiatno selaku Plt. Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sumatera Barat telah mendata dampak kejadian banjir dan longsor di Sembilan wilayah kabupaten dan kota tersebut. Zulfiatno melalui Kabid. Kedaruratan dan Logistik, R. Pagar Negara telah mengerahkan jajaran lembaga/ instansi terkait guna membantu daerah terdampak tersebut. Wilayah yang tidak terdampak secara langsung juga telah dikerahkan untuk melakukan bantuan darurat ke kabupaten yang terlanda bencana ini. “Mereka telah menyebar di beberapa lokasi dengan berkoordinasi dengan BPBD setempat”, ujar Zulfiatno. Bantuan dukungan peralatan, personil dan logistik dari BPBD Provinsi Sumatera Barat juga sedang menuju ke masing-masing lokasi terdampak.
Adapun bantuan logistik dari BPBD Sumatera Barat yang diberikan kepada masing-masing korban terdampak bencana alam ini, antara lain; Paket makanan siap saji berupa Tambahan gizi, Lauk Pauk, Sandang, dan paket Kesehatan Keluarga. Penguatan peralatan juga diturunkan berupa; unit Perahu, Chainsaw, peralatan rescue dan terpal.
Zulfiatno yang juga menjabat sebagai penanggung jawab Pusdalops PB BPBD Provinsi Sumatera Bara,t menerangkan bahwa cuaca ekstrim diperkirakan masih akan berlanjut, untuk itu seluruh Satgas kebencanaan terkait agar turut bersiapsiaga penuh dan segera turun melakukan bantuannya. (gst)
Berita Terkait Lainnya :
- Pelatihan Teknis Penanaman Modal Bagi Aparatur Provinsi, Kabupaten dan Kota
- Paparan Rencana Pengendalian Banjir Kawasan By Pass, Kota Padang
- Tukang Sate Ditemukan Meninggal, Akibat Tergelincir Saat Mancing
- BPBD dan Pihak terkait lakukan pencarian korban hanyut Banjir Bandang di Pasaman Barat
- Rakor Pembangunan Pemprov. Sumbar dengan Kabupaten dan Kota Berakhir