Tobat Ekologis Nasional Digelar di Sumbar, Gubernur: Sampah Harus Jadi Berkah
Berita Utama Rina Yuli Hefni, S.ST.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 14 Juli 2026 15:49:09 WIB
PADANG PARIAMAN– Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bersama Kementerian Lingkungan Hidup menggelar Gerakan Tobat Ekologis Nasional di Politeknik Pelayaran Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (14/07/2026), sebagai upaya memperkuat kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan sekaligus mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Gubernur Sumbar, Mahyeldi, menegaskan bencana banjir dan longsor yang melanda Sumbar beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting untuk memperkuat komitmen dalam menjaga kelestarian lingkungan. Bencana tersebut mengakibatkan kerusakan dan kerugian lebih dari Rp33 triliun, disertai rusaknya jalan, jembatan, serta menelan banyak korban jiwa
"Ini membuktikan bahwa kita harus serius melakukan langkah-langkah antisipasi untuk meminimalkan kerusakan dan kerugian akibat bencana. Tobat ekologis harus menjadi gerakan bersama di seluruh Sumatera Barat," tegas Mahyeldi.
Ia juga mengapresiasi inovasi pengelolaan sampah di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang mampu mengolah sampah organik menjadi pupuk, pakan maggot, hingga produk bernilai ekonomi.
Menurutnya, konsep tersebut layak diterapkan di kantor pemerintahan, sekolah, dan perguruan tinggi di Sumbar.
"Walaupun itu sampah, ternyata bisa membawa berkah. Ini adalah inovasi luar biasa yang perlu kita kembangkan bersama," katanya.
Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Jumhur Hidayat, menekankan bahwa gerakan tobat ekologis merupakan bentuk pertobatan kolektif bangsa dalam memulihkan bumi dari berbagai kerusakan lingkungan.
"Only One Earth. Kita hanya memiliki satu bumi. Karena itu, pemulihan lingkungan harus menjadi gerakan lintas agama, lintas profesi, dan lintas generasi," jelas Jumhur.
Ia menambahkan, pemerintah tengah memperkuat program pengelolaan sampah melalui skema Extended Producer Responsibility (EPR) yang melibatkan produsen dalam pembiayaan pengurangan sampah sekaligus membuka peluang terciptanya green jobs atau lapangan kerja hijau.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bantuan lingkungan berupa 3.300 bibit mangrove dari PT Semen Padang, 100 bibit tanaman buah-buahan dari PT PLN UID Sumbar, serta 15 kilogram benih Ketapang Kencana dari Menteri Lingkungan Hidup.
Kegiatan ini turut dihadiri Plt Deputi PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup, para direktur di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup, Bupati Padang Pariaman, Forkopimda Sumatera Barat, pimpinan BUMN dan BUMD, jajaran Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta se-Sumbar. (ryh/doa/Diskominfotik Sumbar)
Berita Terkait Lainnya :
- Paripurna Perdana di 2014. Gubernur Sumbar Sampaikan Jawaban Empat Ranperda
- 12 Pasangan KDH Dilantik Gubernur KDH Harus Mampu Menjalankan Amanah
- Percepatan Ekonomi, Akses Lintas Daerah Harus Terbuka
- Selamat Hari Pendidikan Nasional dari Gubernur Sumatera Barat.
- Surat Edaran Gubernur tentang Hari Libur dan Cuti Bersama