Wagub Vasko: Satu Abad Jam Gadang Momentum Merawat Sejarah dan Identitas Minangkabau

Wagub Vasko: Satu Abad Jam Gadang Momentum Merawat Sejarah dan Identitas Minangkabau

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 21 Juni 2026 11:23:44 WIB


BUKITTINGGI — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menilai peringatan 100 Tahun Jam Gadang menjadi momentum penting untuk merawat sejarah sekaligus memperkuat identitas budaya Minangkabau di tengah perkembangan zaman. Selama satu abad berdiri, ikon Kota Bukittinggi tersebut tidak hanya menjadi penanda waktu, tetapi juga saksi berbagai perjalanan penting bangsa Indonesia.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, saat menghadiri puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang yang dikemas melalui Jam Gadang Cultural Night 2026 di kawasan Jam Gadang, Bukittinggi, Sabtu malam (20/06/2026).

Menurut Vasko, perayaan satu abad Jam Gadang tidak hanya mengenang usia sebuah bangunan bersejarah. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa Sumbar memiliki warisan sejarah dan budaya yang harus terus dijaga serta diwariskan kepada generasi mendatang.

“Momentum satu abad Jam Gadang ini bukan hanya tentang merayakan usia, tetapi juga mengingatkan kita bahwa ada perjalanan sejarah panjang yang harus terus dijaga. Jam Gadang telah menjadi bagian dari identitas Sumatera Barat dan kebanggaan masyarakat Minangkabau,” ungkap Vasko.

Ia menilai pelestarian warisan budaya menjadi penting agar generasi muda tetap mengenal akar sejarahnya. Sejarah dan budaya merupakan modal sosial yang dapat memperkuat karakter masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah di masa depan.

Sementara itu, Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon menyebut Jam Gadang sebagai penanda zaman yang telah melewati berbagai fase perjalanan bangsa. Dari masa kolonial, pergerakan nasional, kemerdekaan, hingga era pembangunan, Jam Gadang tetap berdiri dan menjadi bagian dari memori kolektif masyarakat Indonesia.

“Jam Gadang bukan semata-mata penanda waktu, tetapi penanda zaman. Monumen ini telah melewati berbagai arus sejarah besar dan menjadi saksi perjalanan bangsa. Kita berharap Jam Gadang terus kokoh berdiri dan menjadi saksi lahirnya generasi Indonesia Emas pada tahun 2045,” kata Fadli.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias menegaskan bahwa Jam Gadang memiliki posisi istimewa dalam sejarah bangsa. Selama seratus tahun, ikon Kota Bukittinggi tersebut telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting sekaligus penanda perjalanan masyarakat dari generasi ke generasi.

“Jakarta, Bukittinggi, dan Yogyakarta merupakan tiga kota yang memiliki posisi penting dalam sejarah Republik Indonesia. Selama seratus tahun, Jam Gadang terus berdetak dan menjadi penanda perjalanan zaman. Karena itu, keberadaannya bukan sekadar bangunan, tetapi warisan sejarah yang harus terus dijaga dan dihargai,” ujar Ramlan.

Puncak peringatan 100 Tahun Jam Gadang berlangsung semarak dengan berbagai pertunjukan seni budaya Minangkabau yang memadukan tradisi dan kreativitas generasi masa kini. Tata cahaya mewah yang menghiasi kawasan Jam Gadang serta penampilan berbagai kesenian daerah menambah kemeriahan suasana malam perayaan.

Ribuan masyarakat yang memadati kawasan ikon Kota Bukittinggi hingga akhir acara menjadi gambaran kuat bahwa Jam Gadang tidak hanya berdiri sebagai monumen bersejarah, tetapi juga tetap hidup dalam ingatan, kebanggaan, dan kebersamaan masyarakat Sumbar hingga hari ini. (hm/Diskominfotik Sumbar)