Hadapi Mudik Pascabencana, Pemprov Sumbar Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pusat Informasi
Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 16 Maret 2026 21:01:04 WIB
PADANG — Arus mudik Lebaran 2026 di Sumatera Barat diperkirakan menghadapi tantangan berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Sejumlah ruas jalan provinsi masih dalam proses pemulihan pascabencana yang terjadi beberapa waktu lalu, sehingga berpotensi mempengaruhi pola perjalanan masyarakat saat mudik.
Mengantisipasi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyiapkan berbagai langkah, mulai dari rekayasa lalu lintas di jalur utama hingga penyediaan portal informasi terpadu bagi masyarakat
Kesiapan itu disampaikan dalam jumpa pers persiapan menghadapi Lebaran yang digelar di Aula Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Sumbar bersama sejumlah organisasi perangkat daerah terkait, Senin (16/03/2026).
Kepala Diskominfotik Sumbar, Rudy Rinaldy, mengatakan pemerintah provinsi telah menyiapkan laman khusus s.id/mudiksumbar sebagai pusat informasi bagi masyarakat selama masa mudik.
“Tahun ini ada perubahan lalu lintas yang cukup signifikan. Karena itu kami merangkum berbagai informasi penting dalam satu portal agar masyarakat dapat memantau kondisi perjalanan secara mudah dan mendapatkan informasi yang selalu diperbarui,” ujar Rudy.
Melalui laman tersebut, masyarakat dapat mengakses berbagai informasi yang dibutuhkan selama perjalanan, mulai dari pemantauan CCTV arus lalu lintas, kondisi cuaca, nomor call center penting, hingga panduan fasilitas umum dan destinasi wisata di Sumbar.
Dari sektor transportasi, Dinas Perhubungan Sumbar menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi lonjakan kendaraan selama masa mudik. Sekretaris Dinas Perhubungan Sumbar, Budiyarma, mengatakan sistem satu arah (one way) akan diberlakukan secara situasional di jalur Padang–Padang Panjang pukul 10.00-14.00 dan Padang Panjang-Padang pukul 14.00-18.00 pada H-2 hingga H-1 Lebaran. Aturan one way ini akan kembali diterapkan pada H+1 dan H+2 setelah Idulfitri.
Pengaturan tersebut didukung dengan penempatan pos terpadu di sejumlah titik strategis seperti Simpang Padang Tarok, Lembah Anai, dan Simpang Ombilin, serta penguatan manajemen simpang di kawasan wisata yang diperkirakan mengalami peningkatan kunjungan selama libur Lebaran.
Sementara itu, dari sisi infrastruktur jalan, Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Sumbar mencatat terdapat sejumlah ruas jalan provinsi yang terdampak bencana dalam beberapa waktu terakhir. Pemprov Sumbar terus melakukan penanganan melalui penambalan jalan, pembersihan material longsor, serta pemasangan rambu peringatan di titik-titik rawan.
Selain itu, sejumlah OPD lain juga menyiapkan dukungan layanan bagi masyarakat selama masa mudik. Dinas Kesehatan menyiagakan layanan kesehatan melalui rumah sakit, puskesmas, dan Public Safety Center di berbagai daerah, sementara Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pasokan listrik, bahan bakar minyak, serta LPG dalam kondisi aman.
Di sisi lain, Dinas Sosial juga menyiapkan layanan siaga kebencanaan serta bantuan bagi masyarakat yang membutuhkan. Tidak ketinggalan Dinas Pangan memastikan stok komoditi utama dalam kondisi tersedia selama libur Lebaran ini.
Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Pemprov Sumbar berharap perjalanan mudik masyarakat pada Lebaran tahun ini dapat berlangsung aman, lancar, dan nyaman. (hm/Diskominfotik Sumbar)