Wagub Sumbar Audy: Kader PKK Harus Jadi Corong Informasi dan Penangkal Hoax Covid-19

Wagub Sumbar Audy: Kader PKK Harus Jadi Corong Informasi dan Penangkal Hoax Covid-19

Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 07 Juli 2021 19:22:04 WIB


Kader PKK yang tersebar luas mulai dari provinsi hingga pelosok desa harus bisa menjadi agen perubahan. Terlebih lagi dimasa pandemi Covid-19, kader PKK harus mengambil peran sebagai corong bagi masyarakat untuk sosialisasi dan menangkal hoax tentang Covid-19 dan vaksinasi.

Demikian disampaikan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy, saat membuka Jambore Kader PKK Berprestasi Tingkat Provinsi Sumbar ke-XVIII tingkat Provinsi Sumbar, di Pariaman, Rabu (7/7/2021).

"Kader PKK harus bisa adaptif, terlebih dimasa pandemi ini, PKK harus tampil aktif mengambil peran sebagai agent of change, pengingat masyarakat tentang bahaya Covid-19. Kita tidak mau nanti Sumbar seperti di Jawa, semua ditutup. Tentu akan menghambat perekonomian. Ini harus jadi perhatian betul, jadi corong bagi masyarakat. Sejalan dengan itu, PKK juga harus berperan melawan berita hoax tentang Covid-19," harap Audy, yang juga menjabat Wakil Ketua Pembina Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Sumbar, ini.

Lebih lanjut, Audy mengatakan, untuk mensukseskan berbagai program, Pemerintah Provinsi Sumbar tidak bisa bekerja sendiri, tapi harus kerjasama dengan semua stakeholder, termasuk PKK.

Dalam melakukan sosialisasi, PKK dengan jumlah kader yang banyak hingga ke desa, bisa berkoordinasi dengan Puskesmas maupun gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di tingkat desa atau kelurahan.

Menanggapi hal itu, Ketua TP. PKK Sumbar, Ummi Harneli Mahyeldi, menyambut baik keinginan Wagub tersebut. Bahkan, dalam berbagai kesempatan Ummi kerap memberikan informasi dan mengajak masyarakat untuk tetap menjalankan prokes. Termasuk, pelaksanaan jambore, menurutnya, kegiatan Jambore ini bisa memberikan semangat pada kader untuk mensosialisasikan pada masyarakat tentang bahaya covid.

Kegiatan Jambore PKK ini dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat dimana semua peserta dan panitia terlebih dahulu harus melakukan tes rapid antigen yang difasilitasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar. Peserta yang hasil rapid antigennya reaktif, tidak diperbolehkan mengikuti Jambore.(doa/MMC)

 

Dinas Kominfotik Sumbar