Warga Tapan Gembira Buya Mahyeldi Terjun Langsung Tinjau Bencana Alam di Pesisir Selatan

Warga Tapan Gembira Buya Mahyeldi Terjun Langsung Tinjau Bencana Alam di Pesisir Selatan

Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 29 Mei 2021 22:30:35 WIB


Rilis

 

Sabtu (29/5/2021) sore menjadi hari yang membahagiakan bagi warga Nagari Binjai Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Pasalnya, kampung mereka yang kerap menjadi langganan banjir dikunjungi oleh Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi. Kehadiran Buya bersama rombongan tersebut menjadi pengobat duka yang mereka alami selama ini. 

"Lega rasanya saat kami dengar akan turun dana dari pusat dan Pak Gubernur datang beserta rombongan untuk membantu kami disini. Kami sudah letih dengan musibah banjir ini, Pak. Dulu tidak begitu parah air yang masuk di kawasan kami. Tapi belakangan air yang menghantam masuk sudah semakin tinggi, bahkan hingga 3 meter. Sudah kami upayakan tangani tapi air itu masih menghantam juga," tutur Rusman, salah seorang warga korban banjir. 

Seperti diketahui, Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan, ini memang kerap kebanjiran karena luapan air sungai. Banjir terbesar terjadi pada Maret 2021 silam dan terulang kembali empat hari sebelum lebaran Idul Fitri lalu. Banjir bandang yang melanda wilayah ini merendam ratusan rumah warga dan merusak infrastruktur vital daerah seperti jalur transportasi, jembatan, hingga gedung sekolah dan rumah ibadah. 

Menyikapi kondisi tersebut, Gubernur Sumatera Barat Buya Mahyeldi terjun langsung ke lokasi untuk meninjau dan menyerahkan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Pessel melalui Wakil Bupati Rudi Hariyansyah di Kantor Camat Ranah Ampek Hulu Tapan. 

"Kecamatan Ranah Ampek Hulu Tapan ini sudah sejak maret lalu sebenarnya terkena banjir. Sudah lama memang, dan itu berulang. Karena itu sekarang ada 300 meter tanggul yang akan ditutup. Sehingga diperkirakan memakan waktu dua sampai tiga bulan pengerjaannya" Jelas Rudi 

Di awal, Rudi menyampaikan dengan runtut bencana yang menimpa daerahnya dan segala upaya yang telah dilakukan pemerintah maupun warga setempat yang hal itu mendapat respon langsung dari Buya Mahyeldi. 

"Kita memahami apa yang disampaikan Wakil Bupati dan tokoh masyarakat atas musibah yang menimpa warga kita. Maka dari itu kami ramai-ramai membawa anggota DPRD juga untuk merasakan langsung apa yang menimpa masyarakat Tapan ini," ujar Buya Mahyeldi. 

Bantuan yang diserahkan berupa logistik tanggap darurat senilai 109 juta rupiah dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, family kits, perlengkapan bayi, selimut, paket 

Makanan lauk pauk, dan di masa pandemi ini masker sebanyak 22 ribu pieces juga menjadi bagian dalam bantuan yang diberikan dari BPBD 

Selain masker, kebutuhan kesehatan lain seperti MP-ASI 10 kardus, PMT Ibu Hamil 4 kardus, dan obat-obatan lainnya juga diberikan dari Dinas Kesehatan, Baronjong dan Geo Bag dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi untuk pembuatan tanggul sementara, serta dana sebesar Rp250 Juta dari BNPB Pusat untuk kebutuhan dasar masyarakat Tapan. 

"Semoga dengan tahap pertama ini bisa mengurangi resiko yang terjadi. Untuk jangka panjangnya, Insya Allah kita sudah usulkan dukungan dana dari pusat dengan total dukungan Rp1,2 Triliun. Nah, menjelang itu akan ada anggaran dari Provinsi sebesar Rp15 Miliar. Ini semua kita lakukan bertahap," tambah Buya Mahyeldi. 

Di akhir sambutan, Buya Mahyeldi memimpin doa bersama, kemudian lanjut meninjau titik-titik yang terdampak parah banjir bandang salah satunya SMKN 1 Ranah Ampek Hulu Tapan. 

"Kalau bisa dibangun tembok tinggi sekeliling sekolah ini supaya terlindungi sekolahnya," tutup Buya Mahyeldi saat meninjau kondisi sekolah tersebut.(da/MMC Sumbar)

 

Dinas Kominfotik Sumbar