Pool Test, Salah Satu Kunci Sumbar Kendalikan Covid 19
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 13 Juli 2020 11:06:31 WIB
Pimpinan Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand, yang juga menjadi tempat pengujian sampel usap Covid 19 di Sumbar, DR. dr. Andani Eka Putra, mengatakan pada Juni lalu, bahwa metode pool test yang ia gunakan dalam melakukan pengujian sampel swab merupakan salah satu kunci keberhasilan Sumbar dalam mengendalikan virus Corona. Pool test, lanjut dr. Andani, berguna untuk melakukan identifikasi dengan biaya murah dan bisa dilakukan dengan cepat terhadap suatu populasi yang angka infeksinya kecil dalam periode tertentu.
Ia mengatakan bahwa teknik ini bukanlah merupakan teknik sampel atau survei yang digunakan untuk memastikan dan menghitung jumlah prevalensi dan preporsi di suatu daerah, melainkan sebuah teknik laboratorium yang bertujuan untuk mencari orang yang terinfeksi dari populasi yang besar dan sangat sedikit yang terinfeksi dalam sebuah populasi. Menurut dr. Andani, tes yang dapat memastikan seseorang positif terkena Covid 19 hanyalah melakukan pengujian Polymerase Chain Reaction (PCR), bukan rapid test yang hanya mendeteksi antibodi terhadap virus. Sehingga, daerah seharusnya memperbanyak tes PCR, bukan rapid test.
dr. Andani juga membeberka cara kerja pool test. Ia mencontohkan, apabila ada sekitar 1.000 yang akan diperiksa, maka 1.000 tersebut tetap diambil dan bukan hanya sampelnya. Teknik pengecekan dilakukan dengan serial. Contohnya dari 1.000 tabung yang akan diidentifikasi, dibagi 5, sehingga nantinya menjadi 200 tabung. Pada pool kedua, dari 200 tabung tersebut dibagi lagi 5, sehingga menjadi 40 tabung.. Untuk pool ketiga, dibagi lagi 5 sehingga tinggal 8 tabung. Dari 8 tabung tersebut, dibagi 4 sehingga hanya tinggal 2 tabung tersisa. Sisa 2 tabung tersebut yang diperiksa, jika hasil keduanya negatif, maka dipastikan 1.000 itu negatif semua. Jika ada yg positif, maka dites lagi yang masuk pool tabung positif tersebut.
Lebih lanjut dr. Andani mengatakan bahwa dengan dilakukan pool test maka hasilnya dapat diketahui dalam hari itu juga, kira kira dalam jagka waktu setengah hari. Jadi, metode ini sebenarnya merupakan teknik laboratorium yang cara kerjanya adalah menggabungkan sampel untuk mengidentifikasi suatu populasi dengan efektif dan efisien.
Metode ini juga telah diperkenalkan dr. Andani dihadapan Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Nasional, Letjen TNI Doni Monardo dan di hadapan beberapa menteri terkait. dr. Andani juga mengatakan bahwa provinsi lain dapat meniru metode ini mengingat Sumbar tak hanya memeriksa Pasien Dalam Pengawasan (PDP), namun lebih banyak memeriksa Orang Tanpa Gejala (OTG), dimana hal ini dapat mengefektifkan pelacakan dan mempercepat pengendalian penyebaran Covid 19.