Kue Mangkuak, Jajanan Khas Minang yang Legit dan Alami
Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 24 April 2019 10:36:12 WIB
Pesisir Selatan, InfoPublik - Habis Gelap Terbitlah Terang. Semboyan R.A Kartini ini untuk memajukan kaumnya serta membangkitkan semangat emansipasi perempuan dalam berkarya.
Sejatinya, perempuan juga punya hak untuk mengekspresikan diri, tidak hanya berpangku tangan, tetapi harus bisa mandiri, melakukan sesuatu yang bermanfaat sehingga terlahir perempuan-perempuan hebat dari bangsa ini.
Yusma Edriani salah satu contohnya. Perempuan hebat berusia 38 tahun ini merupakan pemilik usaha "kue mangkuak" di daerah Batang Kapas, Pesisir Selatan, Sumatra Barat.
Melalui bisnis ini, dia ingin melestarikan kembali warisan nenek moyang di tengah menjamurnya jajanan instan yang ada, serta membangkitkan minat generasi millennial untuk kembali mengenal kuliner "jadul" yang rasanya tidak kalah dengan camilan zaman sekarang, sebab kue mangkuak dijamin bebas dari bahan pengawet.
Ketika Tim MMC Diskominfo menemuinya, Minggu (21/4/2019), perempuan ini nampak sibuk melayani pembeli dan mengontrol karyawan yang tengah membuat penganan tradisional berbahan ubi kayu/ketela. Dalam menjalankan usaha, perempuan yang berlatar belakang ASN ini dibantu empat orang karyawannya.
"Bermula dari hobi, saya memulai usaha 2 tahun silam. Walaupun di daerah Batang Kapas ini banyak juga penjual sejenis, cuma kue mangkuak saya berbeda, sebab berbahan dasar ubi kayu, sementara kue lain dari tepung,” ujarnya.
Menurut dia, dengan ditambah gula dan sedikit santan, kue mangkuak buatannya ini terasa lebih legit dan manisnya alami, karena perbedaan bahan dasar itu, kuenya sangat diminati.
"Selain kue mangkuak, kami juga menyediakan varian lain seperti, sate ubi dan kue talam yang semuanya masih berbahan dasar ketela," tambahnya.
Dalam satu hari Yusma bisa menjual 500-700 bungkus dengan harga Rp5.000/bungkus, serta meraup penghasilan rata-rata Rp3.000.000/per hari.
Jajanan tradisional ini sangat disukai oleh masyarakat sekitar. Apalagi saat mendekati puasa dan lebaran.
“Mendekati puasa dan lebaran biasanya banyak permintaan. Pendapatan pun naik dua kali lipat dibanding hari biasa. Saya berharap usaha ini dapat terus berjalan dan berkembang serta bisa menyerap tenaga kerja lebih banyak lagi," harapnya. (RYH/EK/MMC Diskominfo)