SMPN 1 Painan Masuk Penilaian Sekolah Adiwiyata Tingkat Provinsi 2018
Berita Utama Desi Marlinda(Diskominfo) 24 Januari 2018 11:57:37 WIB
Painan, SMPN 1 Painan masuk dalam penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Barat 2018 karena dianggap mampu menjaga kebersihan, keindahan dan penataan lingkungan serta penyediaan sarana yang memadai dan dalam rangka menghadapi penilaian itu, maka SMPN 1 Painan kini meningkatkan pembenahan baik dari sisi kebersihan, penataan lingkungan dan sarana lainnya.
Menurut Kepala SMPN 1 Painan, Mardalena, Rabu (24/01/2018), pihaknya menyambut baik penilaian Adiwiyata terhadap sekolah yang dipimpinya, dengan adanya penilaian ini, menjadi motivasi untuk melakukan pembenahan yang selama ini tengah dilakukan salah satunya dengan melakukan penambahan penanaman pohon pelindung di lingkungan sekolah. Pohon yang ditanam seperti mahoni, ketaping, bambu kuning dan lainnya.
"Kita juga menyarankan seluruh guru menanam pohon pelindung, satu pohon per orang. Guru ada sebanyak 50 orang, berarti sebanyak 50 batang pohon pelindung sudah ditanam. Kemudian masing-masing guru merawat pohon yang ditanam tersebut," ucapnya.
Dikatakan, SMPN 1 Painan merupakan sekolah rujukan yang telah ditetapkan pemerintah. Dengan demikian, sekolah yang berada di jantung Kota Painan itu harus terus berbenah baik dari sisi sarana dan prasarana, maupun kualitas pendidikan.
"Saat ini, SMPN 1 Painan masuk dalam penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2018. Semoga dengan persiapan yang dilakukan selama ini dapat mengantarkan sekolah ini meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi, dan bisa berlanjut ke tingkat pusat," ucapnya. (03).
sumber: webpessel
Berita Terkait Lainnya :
- Hasil Penilaian Kompetensi Camat Tahap I Tingkat Provinsi Sumatera Barat
- Nagari Limakaum Dinilai Tim Lomba Nagari Tingkat Provinsi Sumbar
- Lomba Pustakawan Berprestasi Terbaik Tingkat Provinsi se-Sumatera Barat Tahun 2013
- Nagari Limo Kaum Masuk Sepuh Besar Tingkat Nasional
- Perbandingan Evaluasi Kerusakan Tanah di Lahan Kering Akibat Erosi Air 2011-2012