Maulid Nabi Muhammad SAW
Artikel () 02 Desember 2017 15:38:24 WIB
Sosok yang satu ini tidak hanya sebagai Nabi akhir zaman. Tetapi juga role model untuk manusia, tidak hanya umat Islam. Dan selain itu kisah kehidupannya, perjuangannya, telah banyak ditulis orang. Maka tak salah kalau wahyu pertama yang turun kepadanya adalah perintah membaca. Karena ternyata umat Islam kelak harus banyak membaca agar hidup terarah dan memiliki ilmu dan pengetahuan dalam menjalani kehidupan. Dan kehidupan yang dihadapi umat Islam dan umat manusia lainnya semakin kompleks sehingga membutuhkan berbagai solusi terkini yang sesuai dengan zaman sekarang.
Umat Islam perlu membaca kisah hidup Nabi Muhammad SAW, dan tidak hanya sekali. Tapi beberapa kali. Karena di sejarah tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil sebagai pelajaran dan pengetahuan. Karena sesungguhnya sejarah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW tidak bisa disederhanakan agar mudah dipahami. Sejarah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW bisa dijadikan ilmu dan pengetahuan dari berbagai sudut pandang ilmu pengetahuan. Baik ilmu alam maupun ilmu sosial.
Jika dari ilmu alam atau eksakta, bisa dipelajari bahwa Nabi Muhammad adalah juga panglima angakatan bersenjata. Beliau memimpin perang pertama umat Islam pada usia 55 tahun. Dua tahun setelah tinggal di Madinah. Atau dua tahun setelah hijrah dari Mekkah ke Madinah. Dan setelah itu memimpin peperangan kembali. Ini artinya Nabi Muhammad SAW memiliki fisik prima. Sehingga bisa memimpin perang. Jika secara umum di dunia militer seperti indonesia usia pensiun tentara adalah 55 tahun, maka justru Nabi Muhammad SAW pada usai 55 tahun baru saja memulai “karir militernya”. Ini mengajarkan kepada umat Islam bahwa kesehatan adalah modal utama untuk hidup menggapai sukses.
Dan untuk mengetahui kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhamad SAW mau tidak mau kita memang harus membaca buku. Sudah banyak buku yang ditulis tentang Nabi Muhammad SAW dengan jumlah halaman berbilang ratusan. Misalnya saja buku yang berjudul Sirah Nabawiyah. Sebuah buku terjemahan berbahasa Arab yang dikarang oleh Syaikh Shafiyyurrahman Al-Mubarakfuri. Ia adalah juara 1 lomba penulisan sejarah Islam yang diadakan oleh Rabuthah Al Alam Al Islami. Buku diterbitkan oleh Pustaka Al Kautsar, dan sudah cetakan kesebelas pada tahun 2016 versi soft cover. Tebalnya lebih dari 500 halaman. Buku ini termasuk kategori best seller di Indonesia.
Ada pula buku yang berjudul Muhammad Sang Yatim: Janji dan Kemenangan yang Dinanti karya Prof. Dr. Muhamamad Sameh Said yang juga terjemahan dari bahasa Arab. Buku ini memaparkan kisah humanis Nabi Muhammad SAW, juga dengan tebal lebih dari 500 halaman. Diterbitkan oleh Cordoba.
Jika kedua buku di atas adalah karya muslim, maka ada pula karya mualaf yaitu Martin Lings yang mengubah namanya menjadi Ab Bakr Siraj Al-Din. Judul buknya Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik. Tebalnya sekitar 500 halaman. Buku ini juga termejahan dari bahasa Inggris. Buku ini terpilih sebagai biografi Nabi terbaik dalam bahasa Inggris dan konferensi Sirah Nasional di Islamabad tahiun 1983. Setelah itu buku ini diterbitkan dengan berbagai bahasa seperti Prancis, Italia, Spanyol, Turki, Belanda, Tamil, Arab, Jerman, Urdu dan juga Indonesia. Di Indonesia diterbitkan oleh Serambi Imu Semesta.
Jika dulu Shalahuddin Al Ayubi membangkitkan semangat umat Islam dengan mengadakan Maulid Nabi dan semangat umat Islam kembali bangkit, maka pada saat ini Maulid Nabi bisa dilakukan dengan membaca kisah hidup dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dari buku-buku yang populer atau best seller. Jika tiga buku yang saya infokan di sini dibaca, maka sudah 1500 halaman yang dibaca. Dan dari situlah kita umat Islam insya Allah akan menambah penghormatan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Selamat memeringati Maulid Nabi 12 Rabiulawal 1439 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 1 Desember 2017. Semoga kita bisa semakin mencintai Nabi Muhamamd SAW dengan membaca kisah hidup dan perjuangannya. Aamiin. (efs)
ilustrasi: freefoto.com