KISAH BERHIKMAH JURAIJ AL-ABID YANG AHLI IBADAH

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 10 Februari 2017 10:47:33 WIB


PENGANTAR

Kisah Juraij adalah kisah besar yang mengandung pelajaran dan nasihatt. Juraij adalah seorang ahli ibadah yang shalih di kalangan Bani Israil. Dia membuat ibunya kesal karena dia mendatanginya selama tiga hari agar kedua matanya bisa melihatnya dan kedua telinganya bisa menyimak pembicaraannya. Setiap kali datang, dia pulang dengan tangan hampa karena Juraij sibuk dengan shalat dan ibadahnya. Maka ibu Juraij berdoa atasnya dan Allah SWT mengabulkan doanya. Ibunya mendoakan agar Juraij tidak mati sebelum melihat wajah wanita pezina. Lalu seorang wanita pezina menuduh Juraij telah melakukan zina dengannya. Dia mengklaim bahwa Juraij adalah ayah dari bocah yang dilahirkannya. Akan tetapi, Allah SWT menyelamatkan Juraij karena keshalihan dan ketaqwaannya. Allah SWT membuat bocah yang masih merah bisa berbicara. Dia memberitahu bapak yang ia diciptakan dari airnya. Dengan itu Allah SWT menjawab doa ibunya dan membebaskannya dari tuduhan wanita pezina karena keshalihannya.

PENJELASAN

Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahih-nya dari Abu Hurairah bahwa dia berkata, "Adalah Juraij sedang beribadah . Ibunya mendatanginya." Humaid berkata, "Abu Rafi' menjelaskan kepada kita penjelasan Abu Hurairah tentang penjelasan Rasulullah SAW perihal Ibu Juraij manakala memanggilnya. Bagaimana ibunya mengangkat telapak tangannya di atas alisnya, kemudian dia mengangkat kepalanya untuk memanggilnya. Ibunya berkata, 'Wahai Juraij, aku ibumu, kemarilah dan berbicaralah denganku.' Kebetulan saat itu Juraij sedang shalat. Juraij berkata, 'Ya Allah, ibuku dan shalatku.' Lalu Juraij memilih meneruskan shalatnya. Ibunya pun pulang. Kemudian ibunya kembali untuk kedua kalinya dan memanggilnya, 'Wahai Juraij, aku ibunya. Kemarilah dan berbicaralah denganku.' Juraij berkata, 'Ya Allah, ibuku dan shalatku.' Lalu dia memilih shalatnya. Ibunya berdoa, 'Ya Allah, ini adalah Juraij. Dia adalah anakku. Aku mengajaknya berbicara, tetapi dia menolak. Ya Allah, jangan Engkau matikan dia sebelum Engkau memperlihatkan kepadanya wanita pezina." Dia berkata, "Seandainya dia berdoa agar Juraij terfitnah, niscaya dia akan terfitnah."

Ada seorang penggembala kambing yang bermalam di tempat beribadah Juraij. Lalu seorang wanita keluar dari desa. Penggembala itu menggaulinya. Wanita itu hamil dan melahirkan bayi laki-laki. Dia ditanya, "Apa ini?" Wanita itu menjawab, "Dari penghuni tempat beribadah ini." Lalu orang-orang berdatangan dengan membawa kapak dan sekopnya. Mereka memanggilnya sementara dia sedang shalat. Maka Juraij tidak menemuinya. Mereka mulai merobohkan tempat beribadahnya. Manakala Juraij melihat itu, dia turun kepada mereka. Mereka berkata, "Tanyakan kepada wanita ini." Juraij tersenyum, kemudian mengelus kepala bayi dan bertanya, "Siapa bapakmu?" Bayi itu menjawab, "Bapakku adalah penggembala kambing." Manakala mereka mendengar jawabannya, mereka berkata, "Tempat beribadahmu yang telah kami hancurkan akan kami bangun kembali dengan emas dan perak." Juraij menjawab, "Jangan. Kembalikan seperti semula dengan tanah." Kemudian Juraij pun masuk.

HIKMAH

Dari keseluruhan riwayat dapat disimpulkan bahwa Juraij adalah salah seorang ahli ibadah yang shalih di kalangan Bani Israil. Awal mulanya dia adalah seorang pedagang, kemudian dia meninggalkan perdagangannya dan cenderung kepada ibadah. Dia membangun tempat untuk beribadah kepada Allah di dalamnya. Dia ber-uzlah dari manusia, dan inilah rabbaniyah di mana Allah dan Rasulullah SAW melarang kita untuk menjadikannya sebagai cara hidup.

Juraij mempunyai seorang ibu yang shalihah. Di sebagian hari si ibu datang untuk mengunjungi anaknya dan berbincang dengannya. Suatu hari ibunya datang dan memanggilnya. Pada saat itu dia sedang shalat, maka dia lebih mementingkan shalatnya daripada menjawab panggilan ibunya. Rasulullah SAW mempraktekkan kepada kita perbuatan si ibu ketika memanggil Juraij. Rasulullah SAW meletakkan telapak tangannya di atas alis matanya, menirukan perbuatan ibu Juraij yang mendongakkan kepalanya ketika memanggil putranya. Orang-orang akan melakukan seperti halnya ibu Juraij jika orang yang dipanggil berada di tempat yang tinggi. Mereka ingin agar bisa melihat orang yang dipanggil dengan melongok kepada mereka. Mungkin sinar matahari yang menyilaukan menimpa kedua matanya ketika dia mengangkat pandangannya kepada anaknya. Dia meletakkan telapak tangannya di alis matanya untuk menahan sinar matahari dari kedua matanya. Semestinya Juraij meninggalkan shalatnya dan menjawab panggilan ibunya, karena menjawab ibu lebih baik daripada shalat sunnah. Dia bisa meringankan shalatnya dan bersegera menemui ibunya. Akan tetapi, Juraij lebih mementingkan shalat daripada ibunya, dan sepertinya dia meneruskan kenikmatan di dalam shalatnya hingga tidak meninggalkan shalat karena satu dan lain hal. Esok harinya ibu mengulangi panggilannya, begitu pula di hari ketiga. Nasibnya di kali kedua dan ketiga tidaklah lebih baik daripada nasibnya di kali pertama. Karena itu ibu Juraij marah, lalu dia berdoa atasnya dan Allah SWT mengabulkan doanya. Ibu Juraij berdoa agar Allah SWT tidak mematikannya hingga menjadikannya melihat wajah pelacur. Rasulullah SAW telah menyampaikan kepada kita, seandainya ibu Juraij berdoa atasnya agar tertimpa fitnah niscaya dia akan terfitnah. Jika Allah SWT menghendaki sesuatu, maka ia terjadi dan memudahkan sebab-sebabnya.

Allah SWT telah menyiapkan sebab-sebabnya dengan mengutus seorang pelacur untuk merayu dan menggodanya. Penyebabnya adalah bahwa Bani Israil membicarakan kebaikan dan ibadah Juraij. Maka wanita ini begitu meremehkan Juraij, keshalihan dan ketaqwaannya. Dia mengklaim bahwa jika dia yang merayunya, maka Juraij akan bertekuk lutut dan jatuh seperti yang lain. Wanita ini begitu percaya diri dengan alasan kecantikannya. Hadis di atas menyebutkan bahwa orang-orang menjadikan wanita ini sebagai ikon kecantikan dan kemolekan. Orang-orang yang terjerumus ke dalam lumpur kenistaan mengira bahwa semua manusia adalah seperti yang mereka kenal. Mereka tidak menyangka bahwa di antara manusia terdapat hamba Allah yang menjauhi kenikmatan dunia yang hanya sementara dan tidak abadi, juga bahwa terdapat di kalangan mereka orang-orang dengan iman dan taqwa serta agama yang menjaga mereka sehingga tidak terjerumus ke dalam kenistaan dan perbuatan keji.

Di antara mereka adalah Nabiyullah Yusuf AS yang menjadi tauladan di bidang ini dan Al-Qur'an telah menyampaikan kisahnya. Lalu ada Juraij, si ahli ibadah yang digoda oleh wanita pelacur tetapi dia tidak menolehnya, tidak tergoda dan terus khusyuk dalam ibadah dan shalatnya, seolah-olah dia tidak melihat dan menyaksikannya. Orang yang mengetahui tabiat manusia akan mengetahui sejauh mana kesedihan dan kemarahan yang ada di hati wanita nista akibat penolakan seperti ini. Dengan penolakan ini, maka dia kalah perang. Hal ini karena dia telah berjanji kepada orang-orang yang membicarakan kebaikan Juraij agar ia memfitnahnya dan menjerumuskannya ke dalam pelukannya. Sekarang, dia pulang dengan hasil yang nihil. Keinginannya gagal dan impiannya kandas. Dia benar-benar tidak bisa menerima hal ini. Oleh karena itu, dia membuat makar besar terhadap Juraij. Wanita ini melihat seorang penggembala yang menginap di kuil Juraij. Dia menginap bersamanya dan berbuat mesum dengannya. Hasilnya, dia hamil di malam itu. Manakala dia melahirkan bayinya, dia mengatakan bahwa dia adalah hasil perbuatan Juraij ahli ibadah. Juraijlah pelaku perbuatan buruk ini. Ini berarti Juraij beribadah secara dusta, kebaikannya hanyalah sekedar pemanis yang palsu. Betapa sedih dan marahnya orang-orang manakala mereka meletakkan kepercayaan kepada orang-orang yang menampakkan kebaikan, ketaqwaan dan keteguhan beragama, kemudian ternyata mereka buruk. Orang-orang yang mereka percayai hanya serigala berbulu domba atau musang berbulu ayam untuk menipu orang-orang bodoh. Maka, mereka pun berbalik melawan ketika kesempatan tersebut tersedia, sebagaimana orang-orang memperlakukan rahib yang diceritakan oleh Salman ketika dia mengambil dan menimbun harta sedekah mereka. Mereka menyalibnya setelah dia mati dan menolak menguburkannya. Penduduk desa mendatangi Juraij dengan kemarahan yang memuncak di hati dan pembuluh darah mereka. Mereka meminta Juraij turun dan meninggalkan ibadah dusta yang ditampakkannya. Tetapi Juraij tidak menghiraukan panggilan mereka karena dia terus larut dalam ibadah dan shalatnya. Pada saat itu kapak-kapak dan sekop-sekop mereka bekerja menghancurkan tempat beribadah Juraij. Melihat itu Juraij pun turun untuk menemui mereka. Akibatnya, mereka meneriaki dan memukulinya. Ketika Juraij bertanya tentang alasan kemarahannya,mereka mengatakan perbuatan Juraij. Mereka meminta agar Juraij bertanya kepada wanita yang telah mengakui apa yang dia akui itu. Juraij tersenyum mendengar ucapan mereka. Dia benar dalam ibadahnya, jujur dalam istiqomahnya. Dia yakin tidak melakukan seperti tuduhan mereka. Tuduhan wanita hina itu hanyalah dusta yang terbuka. Juraij meminta kepada orang-orang yang marah agar memberinya waktu untuk berwudhu dan shalat. Selesai shalat dia mendatangi bocah yang baru dilahirkan beberapa jam atau beberapa hari. Juraij menusuk perutnya sambil bertanya, sementara orang-orang terdiam, "Siapa bapakmu?" Sebuah ayat Allah yang menunjukkan kepada-Nya dan kepada besarnya kodrat-Nya, bayi itu berbicara dengan suara yang terdengar, ucapan yang jelas dan dipahami. Bayi itu menjawab, "Bapakku adalah fulan penggembala kambing."

Orang-orang menyadari besarnya kejahatan mereka terhadap seorang hamba shalih. Mereka mengetahui bahwa Juraij tidak termasuk dalam deretan orang-orang yang mereka duga. Juraij bukan penjilat dan bukan penipu, dia benar dalam ibadah dan keshalihannya, dan bahwa wanita inilah yang telah berdusta dengan menuduh Juraij. Mereka menyadari bahwa mereka telah terburu-buru mempercayai tuduhan itu, sebagaimana mereka telah gegabah memukuli Juraij dan merobohkan kuilnya. Orang-orang yang bertindak terburu-buru itu mencoba menghapus kesalahan mereka pada Juraij. Mereka menawarkan kepadanya untuk membangun tempat ibadahnya dari emas atau perak, tetapi Juraij menolaknya. Dia ngotot supaya tempat ibadahnya dikembalikan dengan tanah seperti sedia kala. Mereka melakukan. Begitu selesai Juraij masuk kembali untuk beribadah kepada Tuhannya.

Allah SWT telah menjawab doa ibu Juraij pada Juraij. Dia mewujudkan keinginannya, akan tetapi Dia menyelamatkannya dengan keshalihan dan ketaqwaannya. Terdapat dua pelajaran yang berharga pada dikabulkannya doa ibu Juraij dan selamatnya Juraij.

WALLAHU’ALAM BISHOWAB (SZ)