Budi Daya Rotan di Wilayah Kelola KPHL Bukit Barisan

Berita Utama () 28 November 2016 15:55:08 WIB


Pesisir Selatan, Salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang cukup potensial adalah rotan. Rotan (rattans) dikenal sebagai jenis tumbuhan tropis yang diperdagangkan untuk keperluan rumah tangga seperti furniture, lampit, keranjang dan lain-lain. Permintaan bahan baku rotan terus meningkat sejalan dengan laju pertumbuhan penduduk dan kualitas hidup suatu bangsa. Permintaan bahan baku rotan yang terus meningkat ini terdorong oleh pengaruh kemajuan teknologi pemrosesan dan desain produk rotan yang terus berkembang serta kemampuan pemasaran.

Sampai saat ini kebutuhan bahan baku rotan sebagian besar masih diperoleh dari hutan alam terutama jenis-jenis rotan besar dan sedikit dari budidaya rotan masyarakat. Sementara untuk memenuhi kebutuhan rotan dimasa akan datang yang terus meningkat diperkirakan dua sumber rotan tersebut tidak mampu menyediakan dalam jumlah cukup dan lestari. Oleh karena itu, UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Bukit Barisan berinisiatif untuk mengembangkan budidaya tanaman rotan. KPHL Bukit Barisan memilih lokasi penanaman budidaya rotan pada daerah berbukit dan bergelombang dengan ketinggian dari permukaan laut adalah 50 s/d 150 mdpl dan memiliki kelerengan 0-35% yang terletak di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia Kabupaten Pesisir Selatan. Jarak lokasi dengan Nagari  ± 1000 m dengan kondisi jalan batu pengerasan

Budidaya rotan di Nagari Sungai Nyalo ini dilakukan oleh KPHL Bukit Barisan dalam bentuk kemitraan dengan masyarakat setempat. Jumlah Kepala Keluarga di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia sebanyak 208 KK. Desa terdekat dengan lokasi Penanaman Budidaya Rotan adalah Desa Mandeh sebelah selatan dan Desa Sungai Pinang sebelah utara dari Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia. Mata pencaharian dari masyarakat di Nagari Sungai Nyalo Mudiak Aia Kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Provinsi Sumatera Barat pada umumnya adalah bergerak di bidang pembuatan kapal, nelayan serta berladang. Penggunaan tenaga kerja dalam pelaksanaan Penanaman Budidaya Rotan seluas 30 Ha ini diprioritaskan menggunakan tenaga kerja tempatan. Dalam melaksanakan Penanaman Budidaya Rotan di wilayah kerja KPHL Bukit Barisan dengan menggunakan metode Swakelola Murni dan membentuk kelompok kerja yang dibentuk dan ditunjuk oleh Wali Nagari/ perangkat Nagari.

Masyarakat disekitar lokasi adalah masyarakat agraris yang bersifat dinamis dan sebagian besar telah lama mendiami lokasi, sehingga telah cukup mengerti akan pentingnya pepohonan serta memiliki kesadaran yang cukup tinggi akan arti pentingnya kelestarian alam untuk kesejahteraan masyarakat. Dimana hal itu akan berdampak baik pada kegiatan sosialisasi dan dalam kegiatan pelaksanaan kegiatan di lapangan. Diharapkan budidaya tanaman rotan ini dapat memberi pembelajaran bagi masyarakat setempat bahwa hutan dapat dimanfaatkan tanpa harus menebang pohon.