KOMODO Peragaaan Kekuatan Laut BERKELAS DUNIA
Artikel () 26 Oktober 2016 14:35:41 WIB
Oleh :Teguh Gunung Anggun
Entah pabila kan terulang lagi. Entah se abad atau mungkin tak terulang lagi?. Latihan perang Angkatan Laut berkelas dunia, di suguhkan ke haribaan masyarakat Sumatera Barat luar biasa hebatnya. Tak pernah sebelumnya, sepanjang peradaban moderen, gugusan kapal perang dalam jumlah besar bermanuver dalam posisi “perang” di barat laut Sumatera, sebagai mana KOMODO 2016 yang mengemuruh ini. Namun pada realita terbentang, Naval Exercise bukan menghunuskan gambaran perang pisik yang berbunuh bunuhan, tapi sebalikya, Komodo menyumbangkan bakti maritim yang beguna bagi masyarakat damai.
Kalau dilihat sepintas, tak kurang gugusan 50 kapal perang dengam ratusan persenjataan canggih, seakan hanya memperlihatkan cara berperang moderen. Amerika, India, Malaysia, Vietnam, Australia, dan lainya. Dan tentunya angkatan laut Indonesia, dengan gagah perkasa, bersama membuat formasi tempur yang sesunguhnya. Namun sebaliknya, angkatan perang laut yang tergabung dalam Komodo 2016, justru menebarkan benih persahabtan, perdamaian dan bakti sosial.
Tadinya, sebagai awam, yang tak pernah mengenal perang laut, bagi saya KOMODO adalah seperangkat kebanggaan yang mendebarkan. Angkatan laut Indonesia punya semboyan – Yalasveva Jayamahe – Di laut kita jaya. Di laut kita menangkan pertempuran. Bagi saya, kejayaan itu terbaca berganda. Suguhan KOMODO ternyata adalah seperangkat anugerah bakti kemanusiaan yang harganya tak ternilai dengan angka - angka. Tak mungkin akan dapat saya temukan lagi, entah kalau tercukam sesat ke dalam mimpi. Komodo 2016 menitipkan pesan kemanusiaan dan perdamaian . Masa depan dunia tidak pantas dihadapkan pada pertarungan perang primitip. Tapi , saling bahu membahu membangun nilai nilai kehidupan yang lebih bermartabat.
Namun kira - kira, adakah perasaan di atas juga dirasakan oleh masyarakat Sumatera Barat secara luas ?. Kalau ada, maka KOMODO 2016, adalah juga anugrah bagi masyarakat kita di Sumatera Barat. Nama Komodo saja telah mengigatkan kita pada Reptil Purba Raksasa . Aset yang langka dan tersisa dari zaman purbakala di dunia ini, hanya ada di Indonesia.
Langkanya reptil Komodo seperti langkanya kesempatan untuk menyaksikan bahakti mulia tentara laut manca negara seperti KOMODO 2016 ini, rugilah siapa saja orang yang mengabaikan kesempatan berharga ini. Beruntung kita yang tinggal di pesisir, dari pinggiran Teluk Bayur saja, telah dapat disaksikan puluhan kapal perang manca negara membuat formasi perang laut. Ada kapal perang kita bermanuver diantaranya. Tak kurang gagah perkasanya...
Namun, lebih beruntung lagi, mereka yang berkesempatan naik ke kapal perang dan kesempatan itu benar adanya terwujud. Betapa mengesankannya, mereka dapat berkenalan dengan awak kapal kapal asing. Bisa berbahasa Inggris, tentu akan memperoleh informasi - informasi penting yang berkaitan dengan kapal dan perenjataan yang ada di kapal tersebut.
Karena manufer not war (tidak perang) dari kapal tempur berlangsung di sekitar kepulauan Mentawai. Mereka mengadakan bakti sosial, pelayanan kesehatan, dan pertandingan olah raga . Warga kepulauan tersebut juga sangat beruntung, selain mereka diberi kesempatan menaiki kapal perang. Pulau dan laut mereka dikenalkan ke 32 negara yang mengikuti Komodo 2016 ini. Tak terbayangkan sebelumnya, seorang Sikerey bisa berkenalan dengan Steve Mc Harmes, atau Bahadur Sing Topansaz awak kapal India.
Lebih dari kesempatan saling berkenalan face to face antar beberapa individu, sebenarnya kita di Sumatera Barat dalam momentum itu bisa memperkenalkan seluruh pelosok - pelosok daerah (Sumatera Barat). Informasi lengkap dengan kehidupan sosial budaya kita yang unik.
Kepada beberapa kapal beserta kadetnya kita bagikan brosur Cuma Cuma tentang sosial budaya Sumatera Barat yang unik. Siapa tahu, nanti kalau mereka telah pulang ke negerinya masing masing. Brosur tentang S;umatera Barat yang kita bagikan dilihat oleh keluarga, dan dengan informasi itu, mereka ingin berkunjung ke negeri ini. Dengan demikian, promosi Wisata kita tertumpang dalam persahabatan KOMODO . Orang latihan perang. Kita menjual keindahan
Maka,sekali lagi saya coba mencolek pelaksana dunia kepariwisataan. KOMODO adalah anugrah bagi kita di Sumatera Barat ini, kalau kita tidak bengong “mangango”saja jadi penonton yang pasif. Bertepuk tangan, silahkan. Tercengang, takjub, silahkan. Tapi, sigap juga menyinsingkan lengan baju, bekerja dan berbuat(produktif) untuk keharuman nama bangsa...Kreatifitas begini tidak ada dosanya—TGA---