KAPAL PACIFIC PARTNERSHIP DIDATANGI POL PP SUMBAR
Berita Utama Admin Satpol PP(Satuan Polisi Pamong Praja) 24 Agustus 2016 01:10:39 WIB
Satpol PP Sumbar, Padang --- Latihan Bersama Pacific Partnership 2016 di Padang , Sumatera Barat resmi dibuka oleh Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Mayjen TNI Agung Risdhianto MBA dan Duta Besar Amerika Serikat (Dubes AS) untuk Indonesia Mr Brian Mc Feeters, Senin (22/8/2016). Latihan Bersama (Latma) ini merupakan Program Kerja Mabes TNI dibidang Operasi dan Latihan antara TNI (Tentara Nasional Indonesia) dengan US-PACOM (United States Pacific Command) bidang Medis, dalam bentuk kegiatan operasi bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana dalam bentuk pengerahan kekuatan Armada Pasifik Angkatan Laut Amerika, yaitu Kapal Rumah sakit Amerika Serikat (USNS) Mercy bekerja sama dengan negara di Asia Pasifik.
Latihan bersama Pacific Partnership berlangsung mulai dari tanggal 19 hingga 31 Agustus 2016 yang diikuti oleh tujuh negara yaitu Indonesia, Jepang , Amerikan Serikat, Korea Selatan, Kanada, Australia dan New Zeland, dalam misi kemanusian dan penanggulangan bencana alam di Sumbar. Dengan tujuan untuk meningkatkan kepercayaan dan saling bertukar pengalaman, pengetahuan dan kerjasama akan tercapai tujuan latihan bersama yang sebenarnya.
Peserta Latma Pacific Partnership 2016 yang melibatkan 2.711 personel TNI dan AS, terdiri dari Indonesia 1.609 personel dan Amerika 1.102 personel, sedangkan, Alutsista yang dihadirkan adalah KRI Makassar 590 dengan Komandan Letkol Laut (P) Elmondo Samuel Sianipar dan Kapal Rumah Sakit USNS Mercy dengan Komandan Kapal Captain Navy Tom William. Materi latihan yakni Urban SAR, Triage, Basic Life Support, Hospital Disaster Plan,Trauma Casuality Care, Dental Victim, Nursing,Blood Banking, Preventive medicine dan engineering serta mengatasi kebocoran gas kimia, biologi dan nuklir.
Latihan ini juga melibatkan Kepolisian, POL PP Sumbar, SAR, Basarnas, Dinas Kesehatan, Pemadam Kebakaran dan BPBD, dalam meningkatkan skill dan kemampuan emergency preparednes bagi personel kesehatan TNI, non personel kesehatan dan Masyarakat. melatih dan meningkatkan kemampuan koordinasi, interoperabilitas antar negara dan antar lembaga dalam penanggulangan bencana (interagency cooperation), dengan tujuan memahami dan melatih standar kontijensi pada saat kejadian bencana, serta analisa pascabencana dan confidence building.
(by. Novear)