KAWASAN WISATA MANDEH SEMAKIN DIKEMBANGKAN
Berita Utama () 02 Juni 2016 09:37:27 WIB
Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengadakan Rapat dalam rangka menindaklanjuti pengembangan Kawasan Wisata Mandeh dengan Bupati Pesisir Selatan Hendra Johny dan Walikota Padang Mahyeldi Ansyarullah dan beberapa SKPD terkait 1 Juni 2016 di ruang rapat Istana Gubernur Jalan Sudirman Padang.
Untuk menindaklanjuti pengembangan kawasan wisata mandeh ini Irwan Prayitno mengarahkan bahwa “sesuai dengan pesan dari Menteri Pariwisata yang perlu dibenahi di lokasi destinasi adalah 3 (tiga) aspek, pertama atraksi (attraction) yaitu pertunjukan yang bernuansa muatan local dan bersifat internasional, sehingga akan menarik bagi para wisatawan untuk menyaksikannya, kedua accesibility (mudah dicapai) ciptakan infrastruktur atau sarana jalan dan transportasi menuju lokasi wisata, dan yang ketiga kenyamanan (amenity) dimana ciptakanlah suasana yang nyaman dan damai sehingga membuat para wisata menjadi betah di lokasi wisata, seperti ketersedia sarana umum dengan adanya toilet yang representative, suasana social kemasyarakatan yang ramah terhadap wisatawan (social acception). Hal ini perlu diperhatikan untuk disampaikan ke BAPPENAS melalui Kementerian Pariwisata. Disamping itu juga kita sediakan Master Plan atau Grand Design yang baik serta lahan 400 hektar yang akan dikembangkan sebagai rest area, dan jangan biarkan masyarakat membangun di area tersebut, karena akan dapat mengurangi keindahan (view) destinasi wisata ini. Infrastruktur lain yang mendukung pengembangan kawasan mandeh adalah Hotel dan sarana jalan dan transportasi, mungkin Kota Padang pasti sudah siap dengan hotel tinggal meningkatkan pelayanan dan kebersihan. Masalah jalan juga sangat diperlukan untuk melebarkan kiri kanan jalan Padang ke Painan, dan jalan menuju Kawasan Wisata Mandeh.”
Untuk menjawab tantangan ini Bupati Pesisir Selatan dan Wali Kota Padang sangat merespon sekali, mereka sepakat “ kalau ada lahan yang harus diganti rugi tentu Pemerintah Kabupaten dan Kota siap melaksanakankan, seperti disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi Ansyarullah dan Hendra Johny pada dasarnya kami siap untuk itu, sekarang sudah dilakukan survey terhadap badan jalan Padang-Painandan akan diusulkan ke Kementerian PU-PR dan BAPPENAS”.
Gubernur juga menyinggung bahwa Sumatera Barat sesuai permintaan dari Kementerian Pariwisata akan dijadikan sebagai Destinasi WISATA HALAL, untuk itu mohon disatukan visi dan konsep kita tentang devinisi dan maksud dari WISATA HALAL ini. Pak IP minta untuk membentuk Satuan Tugas (SATGAS) dalam rangka merumuskan Wisata Halal, anggota SATGAS mohon dilibatkan MUI, PHRI, ASITA dan SKPD terkait. Wisata Halal ini di Indonesia baru ada di Nusa Tenggara Barat (NTB), kalau perlu pergi Studi banding (study comparative) ke NTB, dan sesuaikan konsepnya dengan Adat Basandi Syarak Syarak Basandi Kitabullah (ABSSBK) dan kearifan local kita di Sumatera Barat, demikian Gubernur yang juga ustad ini menutup diskusinya”.
Rapat ini diiukuti oleh beberapa SKPD Provinsi Sumatera Barat diantaranya Dinas Perhubungan Informasi Komunikasi, Dinas Prasjal Tarkim, Dinas Perkebunan, Dinas Peternakan, Dinas UMKM, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Kelautan, dan Ketua BAPPEDA, juga beberapa SKPD terkait dari Kota Padang dan Kabupaten Pesisir Selatan, rapat dilaksanakan dalam suasana keakraban dan demokratis sekali, (by. Akral)