Presiden Setuju Tambah Anggaran untuk Sumbar

Presiden Setuju Tambah Anggaran untuk Sumbar

Berita Utama () 13 April 2016 08:00:05 WIB


Presi­den Joko Widodo menyetujui penambahan alokasi anggaran yang diajukan Gubernur Ir­wan Prayitno untuk pemba­ngu­nan di Sumatera Barat, terutama infrastruktur jalan. Pambahan anggaran tersebut akan dima­sukkan dalam Ang­ga­ran Pen­dapatan dan Be­lanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016, dan APBN 2017.

Rencana penambahan da­na untuk Sumbar tersebut disampaikan Presiden Joko­wi kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di sela-sela acara Sail Komodo 2016, di Padang, Selasa (13/4) kemarin.

Gubernur mengatakan bahwa penambahan anggaran tersebut akan diperuntukkan bagi pembangunan infra­struk­tur jalan lintas Padang - Pe­sisir Selatan.

Pembangunan ini untuk mendukung program kerja Pemerintah Provinsi, dalam pengembangan wisata kawa­san Mandeh, pengembangan ekonomi kerakyatan sepan­jang lintas pesisir, dan seba­gainya.

Selain itu, tambahan dana bagi Provinsi untuk mem­percepat pembangunan jalan lintas Padang - Sicincin dan ke Bukittinggi - Pekanbaru.

Program ini adalah lanjutan program Gubernur di periode 2010-2015. “Bapak Jokowi akan memasukkannya dalam Pera­turan Presiden (Perpres),” kata Irwan Prayitno.

Penataan kawasan wisata Mandeh agar objek wisata ini sangat layak menjadi etalase Wisata Sumatera Barat. Kawasan Mandeh, dari lobi-lobi Pemprov, akan dimasukkan dalam 12 Desti­nasi Wisata Nasional, mulai 2017, yang akan ditawarkan pada turis-turis domestik dan manca­negara.

Dengan adanya acara Sail Komodo ini, kata Gubernur, etalase wisata bahari Sumatera Barat semakin dilihat masyarakat mancanegara, untuk itu akan ada penataan tata kelola dan perapian infrastruktur di beberapa wilayah wisata bahari.

Menurut Gubernur, perbai­kan dan penambahan infra­struk­tur Prasarana Jalan Tata Ruang dan Pemukiman (Prasjaltalkim) di beberapa wilayah masih perlu dibangun. Infrastruktur di bi­dang perhubungan seperti laut, darat dan Kereta Api.

Kepada Presiden Jokowi, Gubernur juga mengajukan pe­nam­bahan dana untuk cakupan penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan untuk fungsi moni­toringnya. Dalam hal ini, alokasi dana selain untuk menambah jumlah penerima KIS, juga untuk mem­perkuat fungsi pengawasan dalam pelaksanaannya. Tidak ada lagi pungli dari pihak mana­pun bagi pengurusan berkas calon pene­rima KIS.

Gubernur menyatakan bahwa dia menjamin pengawasan dalam hal pengalokasian dan penga­wasannya, agar tidak ada mafia tender, mentalitas buruk para pelaksana di lapangan, dan ko­mit­men rekanan untuk menye­lesaikan masing-masing proyek tepat waktu serta tepat stan­darisasi dan kualitas.

“Jika kita berhasil menjalan­kan kepercayaan Pemerintah Pusat dengan adanya beberapa insentif ini, tentu ke depannya alokasi dana tambahan dari Pu­sat, akan terus diberikan dan diperhatikan. Mari kita pupuk mental dan etos kerja yang baik, menjunjung tinggi harkat mar­tabat nama baik pribadi dan Ra­nah Minang ini,” kata Irwan Prayitno dikutip dari facebooknya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Prasjal Tarkim Sumbar, Suprapto mengatakan bahwa tahun 2016 sebesar Rp 1 triliun alokasi Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dikucurkan untuk pembangunan infra­struk­tur di Sumbar.