Jalan ke Mandeh Tuntas Dua Tahun

Jalan ke Mandeh Tuntas Dua Tahun

Berita Utama Jojon(Biro Humas) 12 Oktober 2015 08:28:21 WIB


Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menginstruksikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menuntaskan pembangunan jalan ke Kawasan Wisata Bahari Terpadu (KWBT) Mandeh dalam waktu dua tahun. 

“Saya berikan target pak menteri, jangan lebih dari 2 tahun. Karena pak Menteri PU ini istrinya dari Pesisir Selatan. Kalau tidak dijadiin dua tahun, awas,” ujar Jokowi pada kunjungan kerjanya di Nagari Sungai Nyalo, Koto XI Tarusan, Pesisir Selatan, kemarin (10/10). 

Selain didampingi Ibu Negara Iriana, ikut juga Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Pariwisata Arif Yahya, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, Menteri Kesehatan Nila F Moloek, Menteri Desa Marwan Jafar, Kepala Staf Presiden Teten Masduki, dan mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.

Jokowi mengusulkan Mandeh dijadikan sebagai kawasan wisata keluarga. Diharapkan, pendapatan masyarakat bertambah hingga mencapai lima kali lipat lebih banyak. Meski begitu, kata Jokowi itu hanya sebatas usulan. 

Dia meminta gubernur dan bupati bermusyawarah dengan masyarakat sekitar untuk merumuskan Mandeh untuk dijadikan apa. “Saya enggak maksa loh ya. Sekali lagi tolong ditanyakan ke masyarakat. Dimusyawarahkan, kawasan yang sangat indah ini mau dijadikan apa,” ujarnya.

Jokowi mengaku kaget begitu memasuki kawasan Mandeh. Menurutnya, keindahan Mandeh adalah anugerah tuhan yang harus disyukuri dan dilestarikan. &ldquo Keindahan itu patut kita syukuri,” ujar Jokowi.

Menteri Pariwisata, Arif Yahya mengatakan, berdasarkan UU No 10/2009, Kawasan Wisata Mandeh telah ditetapkan menjadi daya tarik wisata nasional. “Permen-nya telah selesai pada September 2015,” ujar Arif.

Dengan telah ditetapkannya menjadi daya tarik wisata nasional, menurut Arif, Mandeh akan dijadikan percontohan pariwisata yang mengutamakan pariwisata berbasis masyarakat. 

Untuk menunjang itu, Menteri meminta masyarakat bisa melestarikan kekayaan alam yang ada di Mandeh. Sebab, jika pelestarian bisa dilakukan, maka masyarakat akan bisa menerima hasil yang lebih banyak. 

“Selain itu, diharapkan masyarakat tidak membangun di sepanjang garis pantai, kita harapkan Pemkab Pesisir Selatan membuat regulasi terkait hal ini. Sebab, sudah terlalu lama laut menjadi beranda belakang rumah kita. Sekarang saatnya laut menjadi beranda depannya,” paparnya.

Jika jalan selesai, menurut Arif akses ke Mandeh dari Padang hanya 45 menit. Mandeh akan menjadi destinasi wisata yang murah. Orang tidak perlu jauh-jauh datang ke Raja Ampat, sebab biaya ke Mandeh jauh lebih murah.

“Jika ke Raja Ampat ongkosnya dari Jakarta Rp 6 juta, ke Mandeh cukup Rp 600 ribu. Sehingga orang bisa datang berkali-kali dan membawa semua anggota keluarganya,” jelasnya.

Agar pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan, Arif meminta pemkab melatih masyarakat dan mengirimkan masyarakat untuk belajar pengelolaan pariwisata secara intensif.

“Bisa dikirim secara berkala, masing-masing tiga bulan ke kawasan Sanur, Bali. Inapkan mereka selama sebulan. Kalau perlu biayanya akan kita bantu dari Kementerian Pariwisata,” imbuh Mantan Dirut PT Telkom ini.

Di kawasan itu, kata dia, Kementerian Pariwisata akan membangun home stay dan 100 toilet yang nantinya bisa dikelola masyarakat.

“Selain itu, Festival Mandeh dan Mandeh Joy Sailing yang selama ini dilaksanakan anak-anak muda yang nekat, ke depannya akan tetap didukung Kementerian Pariwisata,” tukasnya. 

Kunjungi Korban Tsunami

Usai blusukan ke Mandeh, Presiden RI Joko Widodo beserta rombongan melanjutkan blusukan ke Kabupaten Kepulauan Mentawai.

Kedatangan Jokowi dengan menggunakan tiga helikopter super puma sekitar pukul 15.10 WIB di lapangan sepakbola desa setempat disambut Bupati Kepulauan Mentawai, Yudas Sabbagalet dan Forkopimda serta masyarakat. 

Di Kabupaten Kepulauan itu, , Presiden menemui dan berdialog dengan korban tsunami di Desa Bulasat, Kecamatan Pagai Selatan. 

Kepala Desa Bulasat, Firman Saogo, saat diskusi dengan Presiden RI Joko Widodo mengatakan kendala yang dihadapi masyarakat Mentawai saat ini yakni akses transportasi, komunikasi, mahalnya harga bahan bakar. “Tak kalah pentingnya, kehadiran perguruan tinggi di kepulauan tersebut,” harapnya.

Presiden berjanji akan menuntaskan persoalan hunian tetap (huntap) yang masih terbengkalai. Di sela-sela kunjungan tersebut, Presiden menyerahkan bantuan Rp 300 juta untuk pembangunan rumah ibadah di sekitar huntap.

Ground Breaking KA

Usai dari Mentawai, Presiden Joko Widodo meninjau pembangunan jalur kereta api dari Padang menuju BIM. Presiden berharap, jalur kereta api yang terkoneksi langsung dengan akses penerbangan di BIM itu dapat rampung dan beroperasi di tahun 2016. 

“Insya Allah, nanti 2016 jalur ini beroperasi. Tidak hanya di BIM (Padang), Kualanamu (Medan) dan Soekarno-Hatta (Soetta) yang terhubung dengan jalur kereta api, nanti semua airport di Indonesia dihubungkan ke kota, entah dengan kereta api, trem juga bisa. Tapi disini (Padang, red) kita pakai kereta api,” jelas Presiden RI ke-7 tersebut.  

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan yang mendampingi Presiden Jokowi juga menginginkan jalur kereta api Padang yang terkoneksi dengan BIM itu bisa beroperasi pada 2016. 

“Jalur kereta api yang kita kerjakan saat ini merupakan jalur yang kedua yang ada di Indonesia setelah di bandara Kualanamu Medan. Sejalan dengan itu kita juga mengerjakan pembuatan jalur kereta api dari Jakarta menuju Soetta,” jelas Jonan. 

Mantan Dirut PT Kereta Api Indonesia itu menambahkan, pembangunan jalur Stasiun Simpang Haru, Kota Padang menuju BIM sebagian besar memanfaatkan jalur lama, ditambah jalur baru dari Duku, Kabupaten Padangpariaman menuju BIM sepanjang 3,9 kilometer, sekaligus pembangunan satu stasiun di BIM. 

Dari pengamatannya, Jonan mengatakan, realisasi pembangunan rel kereta api di BIM itu saat ini sudah mencapai 75 persen atau tepatnya sepanjang 2,9 Kilometer dari target keseluruhan 3,9 Km.

“Sementara penyelesaian pembangunan KA BIM yang hanya tersisa 1 Km lagi menurutnya akan selesai dalam waktu dekat, sehingga proyek KA bandara kedua di Indonesia itu bisa beroperasi sesuai target, yakni pada 2016,” yakin Jonan.

Pembangunan KA BIM, sebut Jonan, bertujuan mengintegrasikan pelayanan transportasi kereta api dengan bandara, serta meningkatkan aksesibilitas masyarakat Sumbar Barat terhadap layanan kereta api.

Rencana pembangunan jalan kereta api Simpang Duku-BIM sudah ada sejak 2005 lalu yang diinisiasi oleh Pemprov Sumbar.

Penyusunan detail engineering design (DED) baru berlangsung 5 tahun kemudian yakni 2010, sampai akhirnya dilakukan pembebasan lahan sekaligus konstruksi secara bertahap pada 2012 sampai 2015.

“Ya plus minusnya selesai akhir tahun 2016 mendatanglah. Operatornya nanti PT Kereta Api Indonesia. Mereka akan menyediakan kereta yang baguslah, seperti di Bandara Kualanamu ke Medan,” harapnya.

Ignasius Jonan menambahkan, proyek jalur kereta api Kota Padang menuju BIM didanai sepenuhnya melalui APBN dengan besaran mencapai Rp 127 miliar. Sementara anggaran pembebasan lahan merupakan tanggungan Pemerintah Daerah. 

Sebagaimana diketahui, jalur kereta api Duku-BIM juga akan dilengkapi jembatan KA yang melintasi Sungai Batang Anai sepanjang 164 meter, serta dua unit stasiun yang ditempatkan di Duku dan BIM dengan menggunakan sistem persinyalan mekanik. 

Imam Shalat Magrib

Mengakhiri kunjungan kerja di Sumbar, Presiden Jokowi melakukan kunjungan ke Masjid Raya Sumbar di Jalan Khatib Sulaiman Padang, Sabtu (10/10).

Presiden tiba di Masjid Raya Sumbar pukul 18.30 WIB, bersama rombongan, di antaranya Ketua DPD RI Irman Gusman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek dan lainnya.

Presiden pun bertindak sebagai imam Shalat Magrib di Masjid Raya.

Usai shalat, Penjabat Gubernur Sumbar Reydonnyzar Moenek menjelaskan tentang proses pembangunan Masjid Raya Sumbar yang masih dalam proses penyelesaian.

Pembangunan Masjid Raya Sumbar telah dilaksanakan sebanyak enam tahap sejak 2007 hingga 2015 dan hingga tahap enam tersebut prosesnya telah mencapai 49 persen.

Pembangunan ini telah serap anggaran sebesar Rp 202,2 miliar dari total biaya Rp 433,5 miliar serta pembangunan gedung LKAAM sebesar Rp 11,3 miliar dari APBN 2014.

(Sumber Padang Ekspres)