Kalau Aparat Tetap Malas, Reformasi Birokrasi Tinggal Dokumen

Kepegawaian () 04 Juni 2015 08:15:10 WIB


Menteri PANRB Yuddy Chrisnandi mengatakan, diperlukan sinergi dari berbagai pihak dalam mempercepat implementasi reformasi birokrasi yang dijabarkam dalam delapan area perubahan. Namun apapun yang menjadi keinginan bangsa ini, tapi key factortetap SDM Aparatur, yang meliputi PNS, TNI dan POLRI.

Kalau birokasi masih lambat, berbelit, malas, tidak disiplin, maka dokumen reformasi birokrasi hanya akan tinggal dokumen. "Jadi sebagai faktor utama, SDM aparatur harus diubah dengan visi baru, misi baru, mindset baru. Ini yang dikatakan revolusi mental dan karakter," ujar Yuddy saat membuka Jambore Reformasi Birokrasi di Jakarta, Rabu (03/06).

Karena itu komitmen pemerintahan di bawah Presiden Jokowi adalah, bagaimana agar seluruh aparatur negara ini betul-betul punya satu visi misi dan derapa lanhkah yang sama dalam pelayanaan publik dan penegakan disiplin dan budaya kerja.

Kalau aparaturnya sudah bagus, lanjut Yuddy, tak akan sulit mengajak masyarakat untuk turut serta mencapai tujuan nasional mlalui program pembangunan nasional. Melalui revolusi mental, yang dilakukan adalah perubahan mindset. Kini bukan lagi birokrat priyayi, tapi kini PNS adalah pelayan rakyat yg mau turun ke bawah.

Dalam menata struktur organisasi kelembagaan pemerintah, antara lain dilakukan dengan perampingan. "Setelah selesai penataan organisasi kementerian, akan diikuti dengan melakukan penataan lembaga non struktural (LNS) yang saat ini jumlahnya 94 lembaga.

Dijelaskan, untuk yang LNS yang tidak bermanfaat lagi akan dibubarkan, yang tumpang tindih akan dimerjer, sementara yang masih diperlukan dilakukan revitalisasi. "Tahun ini mudah-mudahan selesai," imbuh Yuddy.

Dalam kesempatan itu, Direktur Eksekutif Kemitraan Monuca Tanuhandaru menyoroti rendahnya global competitif indeks yang dialami Indonesia belakangan ini. "Kami sudah menyampaikan hal ini kepada Tim Kepresidenan, dan mereka berharap agar reformasi birokrasi dapat berjalan sesuatu realitas, sehingga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya