“ Kekerasan Seksual Terhadap Anak” Berikan Efek Jera Pelaku Seksual
Berita Utama () 26 Maret 2015 11:24:04 WIB
Padang, Kekerasan seksual terhadap anak yang marak di Indonesia sejak beberapa bulan belakangan ini nampaknya belum akan reda, kekerasan demi kekerasan seksual muncul silih berganti dengan berbagai macam motif dan modus operasi. Pelakunya ada Ayah tiri, Ayah kandung, Paman, dan keluarga dekatnya.
Masa depan bangsa dipertaruhkan jika tidak ada gerakan nyata. Dan GN AKSA ini merupakan bukti nyata bahwa kita semua harus bersatu untuk memerangi kejahatan seksual terhadap anak di Sumatera Barat ini.
Gubernur Sumatera Barat menyampaikan bahwa Kegiatan GN AKSA ini sangat perlu untuk mengatasi berbagai permasalahan kekerasan seksual terhadap anak yang demikian masih dan hampir merata terjadi di Tanah Air.
“Penegakan hukum harus kita tegakkan untuk menjadikan efek jera, sehingga pelaku lain tidak berbuat hal yang sama. Disii lain anak diberikan lingkungan yang sehat, berikan pendidikan yang baik pada anak inipun bisa juga mencegah tindakan kekerasan seksual terhadap anak. Ucap Irwan Prayitno ketika memberikan sambutan pada acara Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN AKSA) Provinsi Sumatea Barat, bertempat di kampus Universitas Negeri Padang, Kamis (26/3).
Sementara, kata Gubernur kegiatan ini sangat bermanfaat dan menyongsong kebijakan yang ada, serta kita dapat memberi perhatian pada situasi dan kondisi yang ada saat ini. Apalagi kita sebagai orang tua harus lebih memperhatikan pergaulan anak-anak kita, banyak kita lihat sekarang pergaulan anak zaman sekarang telah melampaui norma-norma dan batas-batas agama, sedangkan kita tahu bahwa Sumatera Barat dan Orang Minang adalah masyarakat yang memiliki prinsip “Adat Basandi Syarak, Syarak basandi Kitabullah”, ucap IP.
IP Juga menambahkan bahwa peran orang tua sangat penting dalam pemasalahan ini.
“Apa sebenarnya peran orang tua ? Apa yang harus kita lakukan sebagai orang tua? Saya harap dalam kegiatan ini kita semua bisa mendapatkan jawaban yang tepat. Dan saya juga menambahkan bahwa dalam mendidik anak-anak sekarang tidak bisa langsung dengan “keras” lagi, karena perkembangan zaman yang mengubah pemikiran anak-anak kita”, tambah IP.
“Para orang tua harus kembali mengajarkan norma-norma dasar bagi anak masing-masing. Landasan dasar orang Minang, mengaji pada saat maghrib, sholat berjamaah dirumah ataupun di Musholla, dan mematikan TV pada saat sore hari dan magrib, sehingga anak-anak bisa mendapatkan nilai-nilai dasar Agama yang kuat, dan tidak akan terpengaruh oleh keadaan sekitar.
Dan juga para orang tua harus memberikan penjelasan kepada anak-anak tentang bahaya dari Seks bebas yang saat ini sudah menjadi kebiasaan yang salah, entah itu korban film maupun dari video yang dapat dilihat di internet. Para orang tua harus memberikan semua itu agar nantinya para generasi muda kita ini bisa menjadi seorang pemimpin yang baik dan bisa membangun Sumatera Barat yang tercinta ini “, ucap IP .
Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Ratna Wilis menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kegiatan untuk mendorong dan memasyarakatkan Gerakan Nasional Anti Kejahatan Seksual Terhadap Anak (GN AKSA).
Peserta yang mengikuti kegiatan kurang lebih berjumlah 120 orang, baik dari pemerintahan maupun dari umum. Harapan kita dari peserta yang telah mengikuti pelatihan ini dapat pula mensosialisasikan ditengah-tengah masyarakat.
“Selain itu kegiatan ini juga bertujuan untuk memiliki persepsi yang sama tentang cara pencegahan kejahatan seksual pada anak”, tambahnya.
(Humas Sumbar)