Pemprov Sumbar Rekonstruksi Tanggul Batang Mangor, Pulihkan Konektivitas Waterfront City Pariaman
Berita Utama Algamar Arif Safitra, S.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 30 Oktober 2026 19:28:03 WIB
PARIAMAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) tengah melaksanakan rehabilitasi dan rekonstruksi tanggul Batang Mangor di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman. Pembangunan kembali tanggul sepanjang 154 meter ini dilakukan untuk memulihkan perlindungan tebing sungai yang rusak akibat bencana hidrometeorologi 2025 sekaligus mendukung penyambungan kembali akses jalan Waterfront City Kota Pariaman yang sebelumnya terputus akibat bencana.
Rekonstruksi tanggul dilaksanakan dengan sumber pendanaan dari tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp4,3 miliar. Pelaksanaan pekerjaan dimulai pada 9 September 2026 dengan jangka waktu penyelesaian maksimal 114 hari kalender atau hingga 31 Desember 2026.
Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Daya Air Dinas SDABK Provinsi Sumatera Barat, Edola Duangga, saat diwawancarai di lokasi pekerjaan, Jumat (30/10/2026), menjelaskan bahwa pembangunan tanggul saat ini telah memasuki tahap pelaksanaan dengan panjang konstruksi yang terpasang mencapai 57 meter. Progres fisik pekerjaan dilaporkan sebesar 26 persen.
Menurut Edola, penyelesaian pembangunan diupayakan lebih cepat dari target kontrak, yakni pada awal Desember 2026. Langkah percepatan ini dilakukan dengan mempertimbangkan potensi kendala cuaca dalam beberapa waktu ke depan yang dapat memengaruhi kelancaran pekerjaan konstruksi di aliran sungai.
“Pekerjaan ini diharapkan dapat diselesaikan lebih awal agar proses pemulihan infrastruktur di kawasan tersebut dapat segera dilanjutkan,” jelasnya.
Setelah pembangunan tanggul selesai, direncanakan Pemerintah Kota Pariaman akan melaksanakan rekonstruksi jalan Waterfront City sehingga konektivitas kawasan dapat kembali terhubung.
Penanganan Batang Mangor menjadi bagian dari upaya pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus pengurangan risiko bencana pada kawasan yang rawan terdampak. Titik kerusakan dan kebutuhan penanganan di lokasi tersebut juga telah tercantum dalam dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) Kota Pariaman.
Upaya pemulihan infrastruktur sungai juga dilakukan pada aliran sungai yang sama di wilayah Kabupaten Padang Pariaman melalui pekerjaan sejenis. Penanganan pada kedua wilayah ini diharapkan dapat memperkuat perlindungan infrastruktur dan kawasan di sepanjang aliran sungai.
Sebagai informasi, bencana hidrometeorologi yang melanda Sumatera Barat pada November 2025 menyebabkan kerusakan infrastruktur di sejumlah kabupaten dan kota. Curah hujan tinggi mengakibatkan luapan sungai, banjir, dan tanah longsor yang berdampak pada permukiman, akses jalan, serta berbagai fasilitas umum. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya pemulihan infrastruktur sungai yang tidak hanya berorientasi pada perbaikan kerusakan, tetapi juga pada pengurangan risiko bencana ke depan.
Melalui pembangunan kembali tanggul Batang Mangor, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana sekaligus mendukung Pemerintah Kota Pariaman dalam mengembalikan fungsi jalan Waterfront City sebagai bagian dari konektivitas dan pengembangan kawasan kota.