Orientasi Dasawisma 2026, Kader Diperkuat untuk Kenali dan Dampingi Persoalan Keluarga

Orientasi Dasawisma 2026, Kader Diperkuat untuk Kenali dan Dampingi Persoalan Keluarga

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 08 Oktober 2026 16:25:00 WIB


Kader Dasawisma menjadi salah satu pihak yang paling dekat dengan kehidupan keluarga di lingkungan masyarakat. Kedekatan ini membuat kader memiliki posisi penting untuk mengenali berbagai persoalan yang muncul sekaligus menjadi penghubung agar keluarga mendapat perhatian dan pendampingan yang dibutuhkan.

Penguatan peran tersebut menjadi fokus dalam Orientasi Dasawisma Pemantapan Peran Kader Dasawisma se-Sumatera Barat (Sumbar) Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor Gubernur, Kamis (08/10/2026). Mengangkat tema “Memantapkan Peran Kader Dasawisma sebagai Penggerak Pemberdayaan Keluarga dan Masyarakat”, kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman dan kapasitas kader dalam menjalankan perannya di tengah masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Sumbar, Ny. Harneli Mahyeldi, mengatakan keberadaan Dasawisma perlu benar-benar dirasakan oleh keluarga. Menurutnya, keberhasilan gerakan PKK pada akhirnya dapat dilihat dari kondisi keluarga yang semakin sehat, mandiri, serta memiliki kehidupan ekonomi yang lebih baik.

“Dasawisma adalah ujung tombak kader PKK karena paling dekat dengan keluarga. Di sinilah berbagai persoalan muncul, termasuk rumah tidak layak, kesehatan keluarga, pola asuh anak, pendidikan, ketahanan keluarga hingga stunting,” ujar Ny. Harneli.

Menurut Ny. Harneli, kedekatan kader dengan keluarga perlu dimaksimalkan untuk melihat kondisi di lapangan secara lebih nyata. Ketika menemukan persoalan di lingkungan, kader diharapkan dapat menyampaikannya kepada Ketua TP PKK di setiap jenjang agar dapat ditindaklanjuti bersama pihak terkait.

“Kader Dasawisma bukan hanya orang yang mengisi data. Mereka adalah penggerak, orang yang hadir langsung. Inilah yang ingin kita kuatkan dalam acara ini,” lanjutnya.

Ny. Harneli juga mengingatkan bahwa persoalan keluarga terus berkembang. Karena itu, kader perlu terus belajar dan meningkatkan kapasitas, mulai dari isu kesehatan keluarga, pola asuh, pendidikan, ketahanan keluarga, pencegahan stunting hingga perkembangan teknologi. Dalam menjalankan perannya, kader juga diharapkan membangun komunikasi dengan berbagai pihak dan tidak bekerja sendiri.

“Harapannya, selesai dari acara ini kita tidak hanya pulang membawa materi, tetapi juga semangat untuk terus menjadi lebih baik,” tutur Ny. Harneli.

Melalui penguatan ini, kader diharapkan semakin siap menjalankan perannya di lingkungan masing-masing, dengan melihat lebih dekat kondisi keluarga dan memahami kebutuhan yang ada. Kedekatan tersebut menjadi modal penting agar berbagai persoalan dapat dikenali lebih awal dan keluarga mendapat pendampingan yang sesuai. Dengan begitu, gerakan Dasawisma benar-benar hadir di tengah kehidupan keluarga dan masyarakat. (hm/Diskominfotik Sumbar)