KOMPAK Hadirkan Pendampingan Terintegrasi bagi Pasien Kanker di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman

KOMPAK Hadirkan Pendampingan Terintegrasi bagi Pasien Kanker di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman

Berita OPD Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 17 Agustus 2026 13:41:00 WIB


Pariaman – Kanker masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia. Berdasarkan data Global Cancer Statistics 2024, tercatat sekitar 20,6 juta kasus baru dan 9,8 juta kematian akibat kanker setiap tahunnya. Di Indonesia, GLOBOCAN 2022 mencatat sebanyak 408.661 kasus baru dengan 242.988 kematian akibat kanker.

Kondisi tersebut menjadi perhatian serius bagi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman, khususnya dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga memperhatikan kondisi psikologis, sosial, serta dukungan keluarga bagi pasien kanker.

Pada tahun 2024, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman mencatat 184 pasien dengan kunjungan baru. Hasil evaluasi internal menunjukkan sekitar 21 persen pasien memilih tidak melanjutkan pengobatan atau putus berobat setelah mendapatkan diagnosis kanker. Sementara itu, hasil skrining awal dan wawancara terhadap 100 pasien baru menunjukkan sekitar 38 persen pasien mengalami stres psikologis dan 17 persen menunjukkan gejala depresi ringan hingga sedang setelah menerima diagnosis kanker.

Berbagai kondisi tersebut dipengaruhi oleh rasa takut terhadap kemoterapi, kekhawatiran terhadap kematian, perubahan kondisi fisik, beban ekonomi, serta minimnya dukungan dan motivasi dari lingkungan sekitar.

Berawal dari Identifikasi Masalah

Berangkat dari permasalahan tersebut, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman melakukan proses identifikasi masalah melalui observasi pelayanan pasien kanker, telaah data rumah sakit, wawancara dengan pasien dan keluarga, serta Focus Group Discussion (FGD).

FGD melibatkan berbagai unsur, mulai dari dokter spesialis, perawat, psikolog, ahli gizi, apoteker hingga manajemen rumah sakit. Melalui proses tersebut, berbagai alternatif solusi berhasil dihimpun, antara lain peningkatan edukasi individual, penyediaan media informasi, pembentukan layanan konseling, hingga pembentukan komunitas pendamping pasien kanker.

Setelah melalui proses analisis berdasarkan manfaat, keberlanjutan, kemudahan pelaksanaan, serta dampaknya terhadap kepatuhan pasien menjalani pengobatan, pembentukan komunitas pendamping dinilai sebagai solusi yang paling efektif.

Dari proses tersebut lahirlah inovasi KOMPAK (Komunitas Peduli Kanker).

KOMPAK hadir sebagai wadah kolaborasi antara pasien, keluarga, tenaga kesehatan, relawan, dan masyarakat untuk saling menguatkan, berbagi pengalaman, meningkatkan motivasi, serta mendampingi pasien sejak pertama kali didiagnosis hingga menyelesaikan pengobatan.

Tidak Hanya Mengobati, tetapi Mendampingi

KOMPAK dirancang untuk memberikan pendampingan yang lebih menyeluruh kepada pasien kanker. Melalui komunitas ini, pasien mendapatkan dukungan psikologis, edukasi, motivasi, serta kesempatan untuk berbagi pengalaman dengan sesama pasien maupun survivor.

Bagi pasien, KOMPAK diharapkan mampu meningkatkan motivasi, mengurangi rasa takut, serta memperkuat semangat untuk menjalani pengobatan hingga selesai. Sementara bagi keluarga, KOMPAK menjadi sumber informasi dan dukungan dalam proses mendampingi pasien.

Bagi tenaga kesehatan, keberadaan KOMPAK membantu membangun komunikasi yang lebih efektif dengan pasien sehingga edukasi dapat dilakukan secara berkelanjutan. Sedangkan bagi rumah sakit, inovasi ini turut mendukung peningkatan mutu pelayanan kanker, memperkuat pelayanan yang berpusat pada pasien, serta mendukung penyelenggaraan pelayanan paliatif yang komprehensif.

Menunjukkan Dampak Positif

Implementasi inovasi KOMPAK menunjukkan perkembangan yang positif. Pada tahun 2025, kunjungan pasien meningkat dari 184 pasien pada tahun 2024 menjadi 310 pasien.

Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman semakin menjadi pilihan bagi pasien kanker dalam memperoleh pelayanan kesehatan.

Di sisi lain, monitoring juga menunjukkan adanya penurunan angka pasien yang tidak melanjutkan pengobatan. Angka tersebut turun dari 21 persen menjadi 8 persen. Selama implementasi inovasi, sebanyak 67 pasien berhasil mempertahankan kepatuhan menjalani terapi sesuai dengan rencana pengobatan.

Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa dukungan komunitas dapat memberikan kontribusi dalam meningkatkan kepatuhan terapi, memperkuat harapan pasien, serta menciptakan lingkungan pendampingan yang positif bagi pasien dan keluarga.

Memperluas Jejaring Pendampingan

Melihat manfaat yang signifikan, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman terus mengembangkan jejaring KOMPAK. Upaya tersebut dilakukan melalui pembinaan jejaring dan kerja sama dengan 7 Puskesmas di Kota Pariaman dan 25 Puskesmas di Kabupaten Padang Pariaman.

Pengembangan jejaring ini diharapkan dapat memperluas edukasi, mendukung deteksi dini, memperkuat pendampingan pasien, serta meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kanker yang berkualitas.

Melalui KOMPAK, RSUD Prof. H. Muhammad Yamin SH Pariaman tidak hanya berupaya memberikan pelayanan medis kepada pasien kanker, tetapi juga membangun ekosistem pelayanan yang mengedepankan dukungan, edukasi, motivasi, kolaborasi, dan pendampingan berkelanjutan.

KOMPAK menjadi wujud komitmen rumah sakit untuk menghadirkan pelayanan kanker yang lebih humanis, berpusat pada pasien, dan melibatkan keluarga serta masyarakat dalam perjalanan pengobatan pasien kanker.(*)