Satu Wadah, Banyak Gerak: Meneropong Asa Digitalisasi UMKM di Nagari Creative Hub Pangian
Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 30 Juli 2026 12:42:51 WIB
TANAH DATAR — Gelak tawa dan riuh latihan silek tradisi kini berpadu dengan derak kemasan produk lokal di Nagari Pangian, Kecamatan Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar. Pusat aktivitas warga itu bertransformasi sejak kehadiran Nagari Creative Hub (NCH), program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang diinisiasi Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.
Tak sekadar ruang kumpul, NCH Pangian perlahan tumbuh menjadi episentrum baru: tempat anak muda berkarya, pelaku UMKM menggeliat, dan seni budaya Minangkabau dirawat.
Guna menopang ekosistem tersebut, Pemprov Sumbar telah menyalurkan lima fasilitas utama. Mulai dari Teras Nagari (pusat informasi potensi), Lapau Nagari (sarana pemasaran digital), Medan Balindung (ruang pelatihan dan diskusi), Medan Nan Bapaneh (pusat seni budaya), hingga akses internet gratis.
"Seluruh fasilitas telah dimanfaatkan masyarakat sejak awal diluncurkan dan mendapat respons yang sangat positif," ujar Ketua Satuan Tugas (Satgas) NCH Nagari Pangian, Zilnovita Zainal—yang akrab disapa Elok Piko—Rabu (29/7/2026).
Menembus Pasar Digital lewat Live Shopping
Dampak kehadiran NCH paling terasa di sektor ekonomi warga. Saban malam, tepat pukul 19.00 hingga 21.00 WIB, etalase digital akun TikTok @nch.pangian mulai riuh.
Enam produk unggulan lokal dijajakan secara daring: aneka sambalado, rendang belut, minuman kesehatan serai-lemon-jahe, keripik pisang, hingga kriya dan deta khas Pangian. Bahkan, produk seperti minuman serai-lemon-jahe dan rendang belut telah menembus rak pusat oleh-oleh di Kota Padang.
Namun, menembus pasar modern bukan tanpa hambatan. Elok Piko mengungkapkan, tantangan terbesar pelaku UMKM saat ini terletak pada teknologi pengawetan pangan dan kontinuitas produksi.
"Produk kami melimpah, tetapi daya simpannya terbatas. Berbeda dengan rendang belut yang tahan hingga dua bulan, produk sambal dan kuliner khas lainnya butuh teknologi pengemasan serta pengawetan yang presisi agar siap dipasarkan secara nasional," jelas Elok.
Selain itu, konsistensi pasokan menjadi pertaruhan. Menurutnya, kegagalan menjaga rantai produksi bisa berakibat fatal pada jalinan kemitraan dengan ritel modern.
Bergandeng Tangan dengan Mahasiswa KKN
Sisi lain yang menjadi tantangan adalah literasi digital dan keterbatasan sumber daya manusia. Untuk mengatasi jarak antara teknologi dan pelaku usaha di nagari, Satgas NCH menggaet mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai pendamping lapangan.
Para mahasiswa memandu UMKM secara bertahap: mulai dari pembuatan akun TikTok, strategi menggaet pengikut, pengelolaan transaksi digital, hingga teknik menjadi pembawa acara (host) siaran langsung.
"Kami belajar sambil berjalan. Mahasiswa KKN sangat membantu mengajari cara live shopping hingga sistem pembayaran digital," tutur Elok.
Ia tak menampik bahwa keterbatasan anak muda di kampung—karena tradisi merantau—membuat NCH sempat krisis talenta host live shopping. Meski angka penjualan daring saat ini masih merambat naik, proses pendampingan ini dinilai menjadi fondasi krusial dalam membangun ekosistem digital berbasis nagari.
Pusat Kebudayaan dan Kolaborasi
Daya tarik NCH Pangian tidak berhenti pada urusan perut dan perputaran uang. Tempat ini juga menjelma menjadi benteng pelestarian budaya. Latihan silek tradisi, randai, seni tari, hingga kegiatan sanggar senam dan pelatihan pemberdayaan masyarakat kini terpusat di area NCH dengan dukungan dana pemerintah nagari.
Pangian sendiri merupakan satu dari tiga nagari yang menjadi proyek percontohan (pilot project) awal pengembangan NCH oleh Pemprov Sumbar, selain Nagari Sikalang di Kota Sawahlunto dan Nagari Toboh Gadang Barat di Kabupaten Padang Pariaman.
Melalui integrasi fasilitas dan pendampingan berkelanjutan, NCH kini bukan lagi sekadar program di atas kertas, melainkan ruang kolaborasi nyata tempat ekonomi lokal dan kearifan lokal berjalan bersisian. (adp/doa)
Berita Terkait Lainnya :
- Mari Kita Berantas NARKOBA di Nagari Masing-Masing
- BUMNAG Go to Digital, Perankan Pentingnya Digitalisasi Di Nagari
- Forum Perangkat Daerah Diskominfotik Sumbar Tahun 2025: Dorong Transformasi Digital Melalui Nagari Creative Hub
- Akselerasi Digitalisasi Pedesaan: Strategi Diskominfotik Sumbar Dukung 10 Nagari Creative Hub