Pemprov Sumbar Sambut Pengoperasian HF Radar BMKG, Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Nelayan

Pemprov Sumbar Sambut Pengoperasian HF Radar BMKG, Perkuat Mitigasi Bencana dan Keselamatan Nelayan

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 04 Juli 2026 17:21:27 WIB


PARIAMAN — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menyambut pengoperasian High Frequency (HF) Radar Array oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai langkah strategis memperkuat mitigasi bencana sekaligus meningkatkan keselamatan masyarakat pesisir di pantai barat Sumatra. Peresmian teknologi pemantauan laut tersebut dilakukan di Pantai Lohong, Kota Pariaman, Jumat (03/07/2026).

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengatakan keberadaan HF Radar menjadi penguatan penting bagi sistem pemantauan laut di Sumbar yang berada di kawasan rawan gempa dan tsunami. Menurutnya, teknologi tersebut akan membantu pemerintah memperoleh informasi kondisi laut secara lebih cepat sehingga langkah mitigasi dapat dilakukan sedini mungkin.

“Sumatera Barat berada pada posisi yang sangat strategis dalam sistem pemantauan laut nasional. Ketika terjadi pergerakan yang berpotensi membahayakan di laut, HF Radar dapat mendeteksi lebih awal sehingga informasi bisa segera diteruskan untuk mendukung langkah mitigasi dan melindungi masyarakat,” ujar Mahyeldi.

Selain memperkuat kesiapsiagaan bencana, Mahyeldi menilai teknologi tersebut juga memberi manfaat bagi sektor kelautan dan perikanan. Data arus laut yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk membantu nelayan menentukan daerah penangkapan ikan secara lebih efektif, sehingga berdampak terhadap peningkatan produktivitas sekaligus keselamatan saat

“Teknologi ini bukan hanya mendukung mitigasi bencana, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, keamanan wilayah pesisir, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari laut,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan HF Radar Array merupakan teknologi pemantauan laut yang mampu mengamati arus laut, gelombang, dan arah angin secara real time dalam jangkauan hingga sekitar 80 kilometer. Data tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem peringatan dini tsunami sekaligus mendukung keselamatan aktivitas pelayaran dan perikanan.

Ia menyebut Sumatera Barat menjadi salah satu wilayah prioritas karena berada di pesisir barat Pulau Sumatra yang langsung berhadapan dengan Samudra Hindia. Untuk mengoptimalkan cakupan pemantauan, BMKG menempatkan dua unit HF Radar di Masjid Al-Hakim, Kota Padang, dan Taman Anas Malik, Kota Pariaman, yang saling terintegrasi dalam satu sistem.

Selain membangun infrastruktur, BMKG juga terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat melalui berbagai program edukasi, seperti Sekolah Lapang Iklim, Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, serta Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami. Di Sumbar, BMKG juga tengah mendorong lima kawasan pesisir menjadi Tsunami Ready Community, sebagai bagian dari standar kesiapsiagaan tsunami internasasional.

Pengoperasian HF Radar tersebut semakin memperkuat sistem pemantauan kebencanaan di Sumatera Barat yang sebelumnya telah didukung radar cuaca di Bandara Internasional Minangkabau dan radar maritim di Teluk Bayur. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat perlindungan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan sektor kemaritiman yang lebih aman dan berkelanjutan. (bmkg/hm/Diskominfotik Sumbar)