Update Bencana Sumbar per 29 November 2025 Pukul 12.00 WIB: 88 Meninggal, 85 Hilang
Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 29 November 2025 13:55:42 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat upaya tanggap darurat menyusul meningkatnya dampak bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Berdasarkan pembaruan data di Dashboard Kebencanaan (dashboardbencana.sumbarprov.go.id) per 29 November 2025 pukul 12.00 WIB, tercatat 88 orang meninggal dunia dan 85 orang masih dinyatakan hilang akibat banjir, longsor, serta cuaca ekstrem yang melanda sejak sepekan terakhir.
Kerusakan terjadi secara luas di sejumlah kabupaten/kota. Di Kabupaten Pasaman Barat, 19 nagari terdampak dengan hampir 14.800 jiwa terpapar, 3 warga meninggal, 6 luka-luka, lebih dari 2.000 unit rumah terendam, serta sejumlah fasilitas pendidikan dan kantor nagari mengalami kerusakan. Di Kabupaten Pasaman, 3 kecamatan terdampak dengan 12 nagari terpapar, warga mengungsi mencapai ratusan jiwa, serta puluhan rumah rusak.
Di Kabupaten Lima Puluh Kota, banjir dan longsor menyebabkan 457 jiwa terdampak, dua fasilitas pendidikan rusak, serta jembatan dan infrastruktur lain terputus. Sementara itu, Kabupaten Tanah Datar melaporkan lebih dari 45 ribu jiwa mengungsi, 18 ribu warga terdampak, serta sejumlah irigasi dan jembatan rusak.
Kondisi parah juga terjadi di Kota Padang, dengan 17 kelurahan terdampak, lebih dari 82 ribu jiwa terpapar, 5 orang meninggal, serta 150 unit rumah rusak. Kerusakan banyak dipicu terjangan air sungai yang meluap dan jembatan yang putus di beberapa titik. Di Kabupaten Agam, situasi semakin kompleks karena selain korban jiwa yang tinggi, sebanyak 78 warga masih hilang, ribuan rumah terendam, lahan pertanian rusak, serta banyak fasilitas umum terdampak.
Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Solok, Kabupaten Solok Selatan, Kota Pariaman, Kota Padang Panjang, Kota Bukittinggi, dan Kepulauan Mentawai juga melaporkan dampak signifikan. Total sementara kerugian di seluruh Sumbar mencapai Rp 9,65 miliar, dan diperkirakan terus bertambah seiring pendataan lanjutan di lapangan.
Pemerintah Provinsi bersama BPBD kabupaten/kota telah menggerakkan tim gabungan untuk evakuasi, pembukaan akses, pendistribusian logistik, perbaikan darurat infrastruktur, serta pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Daerah-daerah yang terisolir akibat jalan terban dan jembatan putus terus diupayakan pembukaan aksesnya. Mobilisasi alat berat dilakukan di seluruh wilayah krisis dan pengiriman logistik ke daerah yang tidak dapat ditembus jalur darat akan menggunakan helikopter.
Pemprov Sumbar juga menyiapkan dapur umum, posko kesehatan, serta penyaluran bantuan bagi kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan. Sinergi pemerintah pusat, daerah, dan berbagai lembaga kemanusiaan terus diperkuat agar penanganan berlangsung cepat, aman, dan tepat sasaran. Masyarakat juga diimbau melaporkan kepada pihak terkait jika menemukan kondisi berbahaya atau membutuhkan pertolongan. (hm/Diskominfotik Sumbar)