Wagub Sumbar Wujudkan Pelestarian Budaya: Bahasa Minang Kini Hadir di BIM

Wagub Sumbar Wujudkan Pelestarian Budaya: Bahasa Minang Kini Hadir di BIM

Berita Utama Havina Mirsya \'afra, S. Sos.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 03 April 2025 21:04:46 WIB


Padang Pariaman – Bandara Internasional Minangkabau (BIM) kini semakin mencerminkan identitas daerah dengan diresmikannya penggunaan Bahasa Minang dalam sistem pengumuman penerbangan.  

Inisiatif ini lahir dari gagasan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Vasko Ruseimy, yang berkomitmen menjadikan BIM sebagai etalase budaya Minangkabau.  

“Saya ingin memastikan BIM sebagai pintu gerbang Sumbar tidak hanya berfungsi sebagai bandara internasional, tetapi juga sebagai simbol pelestarian budaya Minangkabau," ujar Vasko.  

Pengumuman penerbangan di BIM kini dilakukan dalam tiga bahasa: Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Minang. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa budaya lokal dapat tetap hidup berdampingan dengan perkembangan zaman.  

Tidak hanya sebatas penggunaan bahasa daerah, sentuhan budaya Minangkabau juga semakin terasa dengan hadirnya atribut khas yang dikenakan oleh petugas bandara, seperti baju adat dan deta (penutup kepala tradisional). Suasana BIM pun semakin kental dengan identitas Minangkabau melalui alunan musik tradisional yang diputar di berbagai area publik bandara.  

“Ini bukan hanya untuk memperkenalkan budaya Minang kepada wisatawan, tetapi juga menjadi obat rindu bagi para perantau yang pulang kampung. Begitu tiba di BIM, mereka langsung disambut dengan nuansa Minangkabau," tambah Vasko.  

Pada kesempatan peresmian, Vasko langsung menyaksikan bagaimana pengumuman penerbangan dalam Bahasa Minang disampaikan. Ia juga menegaskan agar program ini tidak hanya berlangsung selama musim mudik Lebaran, tetapi diterapkan secara permanen.  

“Saya meminta ini tidak hanya sebatas uji coba saat Lebaran, tapi dijalankan terus-menerus sebagai bagian dari identitas BIM," tegasnya.  

Menurut Vasko, penggunaan Bahasa Minang di ruang publik sekelas bandara internasional merupakan langkah penting dalam menjaga eksistensi bahasa daerah di tengah arus globalisasi.  

“Setiap orang yang tiba di Sumbar akan langsung merasakan budaya Minangkabau sejak langkah pertama mereka di BIM. Ini akan memberi kesan mendalam bagi wisatawan dan membangun kebanggaan bagi masyarakat lokal terhadap warisan budaya mereka," katanya.  

Penerapan Bahasa Minang dan elemen budaya lainnya di BIM merupakan bagian dari komitmen Pemprov Sumbar dalam menjaga dan memperkenalkan kekayaan tradisi Minangkabau ke dunia. Dengan langkah ini, Sumbar membuktikan bahwa kemajuan dapat berjalan seiring dengan pelestarian budaya.  

“Kita ingin membangun daerah yang maju tanpa melupakan akar budayanya. Bahasa Minang di BIM adalah salah satu upaya nyata untuk menjaga jati diri kita sebagai orang Minangkabau," pungkas Vasko. (*/hm/Diskominfotik Sumbar)