Diskominfo gandeng Posyandu sosialisasikan pencegahan stunting di Sijunjung
Berita Utama Dedi Oscar Adams, M.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 31 Maret 2021 19:28:20 WIB
Rilis
Posyandu bukan hanya tempat untuk imunisasi atau menimbang bayi, tapi juga sebagai pusat informasi dan panduan bagi ibu dan bayi, terutama dalam upaya pencegahan stunting.
Mendukung upaya peningkatan peran Posyandu dalam pencegahan angka prevelansi stunting yang cukup tinggi, Dinas Komunikasi Dan Informasi Sumatera Barat mengadakan sosialisasi dan diseminasi Informasi bertema: "Menuju Sumatera Barat Zero Stunting" di Sarana Kegiatan Belajar Kab. Sijunjung (31/03) dengan mengundang Dinas Kesehatan Kab. Sijunjung, LKAAM Sumbar dan diikuti oleh kader-kader penyuluh posyandu serta komunitas informasi masyarakat se Kab. Sijunjung.
Kepala Dinas Komunikasi Dan Informasi Kab. Sijunjung menyampaikan bahwa peningkatan kesehatan masyarakat dan pencegahan stunting merupakan salah satu misi utama Pemerintah Kab. Sijunjung saat ini.
Stunting adalah kekurangan gizi yang dialami bayi pada 1000 hari pertama sehingga pertumbuhan tinggi badan bayi lebih rendah dari anak seusianya, disamping itu bayi juga akan mengalami keterlambatan dalam pertumbuhan kecerdasan.
"Kondisi ini disebabkan oleh faktor multidimensi sehingga perlu penanganan multisektor sesuai perannya masing-masing," ungkap Drg. Ezwandra, M.Sc, Kepala Dinas Kesehatan Kab. Sijunjung.
Ezwandra mendorong Posyandu untuk lebih aktif dalam mengintervensi dan menjadi agen penyebar informasi terkait pencegahan stunting. Mata rantai stunting dapat diputus mulai dari mempersiapkan orang tua secara fisik dan mental sebelum kehamilan, memastikan orang tua mengunjungi Posyandu, dan memiliki pengetahuan serta kesiapan yang cukup. Disamping itu Posyandu juga perlu melakukan peningkatan kerjasama dengan berbagai sektor mengingat peran pentingnya dalam memaksimalkan program penurunan prevalansi stunting ini.
Saat ini prevalansi stunting di Provinsi Sumatera Barat masih berada pada angka 36.2%, lebih tinggi dari prevalansi stunting nasional yaitu 27.7%. Sementara itu mengejar target WHO, Pemerintah menargetkan prevalansi stunting turun menjadi 14% pada tahun 2024. Hal ini merupakan tugas yang cukup berat untuk dicapai terutama di tengah2 kondisi Covid sekarang ini.
"Menuju Sumbar zero Stunting memang adalah tugas yang berat, karena selain gizi, Hal ini juga menyangkut pola asuh, dan gaya hidup baik calon ibu maupun bayi, Maka dari itu Diskominfo memaksimalkan diseminasi Informasi dengan memanfaatkan berbagai media termasuk memanfaatkan Komunitas Informasi Masyarakat untuk menyebarkan informasi melalui cerita rakyat, Kegiatan kebudayaan dan tradis, serta media-media tradisional," terang Kepala Dinas Kominfo Kab. Sijunjung.
Sekeretaris LKAAM Sumbar, Dr. Sampono Batuah juga menyampaikan dukungan dan perlunya penyesuaian gaya hidup dan budaya masyarakat agar dapat mendukung program Pemerintah Daerah dalam pencegahan stunting demi generasi penerus kita ke depan. "Orang tua zaman sekarang sibuk bekerja, meski dilakukan demi anak, tetapi terkadang lupa peran utamanya yaitu pengasuhan dan perhatian terhadap gizi anak," katanya.
Sebelum penutupan acara, peserta mendiskusikan strategi dalam menghimbau agar ibu dan bayi agar kembali datang ke Posyandu secara berkala, untuk mengatasi keluhan kader akan rendahnya tingkat kunjungan ke Posyandu saat ini. (AA/Diskominfo-MMC)
Dinas Kominfo Sumbar
Berita Terkait Lainnya :
- DishubKominfo Sosialisasikan Peraturan Menteri No.69 tahun 2013
- Sosialisasi Kesiap Siagaan Menghadapi Bencana Geologi di Kabupaten Sijunjung
- Ditjen Politik dan Pum Kemendagri sosialisasikan RPP urusan pemerintahan umum dan forkompinda
- Normalisasi dan Perkuatan Tebing Sungai Siguntur
- DPM& PTSP Prov. Sumbar menyelenggarakan sosialisasi pengendalian internal