Selasa 17 November, Sumbar Diguncang Gempa
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 17 November 2020 10:36:11 WIB
Selasa (17/11) sekitar pukul 08.44 WIB, wilayah Kepulauan Mentawai Sumatera Barat diguncang gempa tektonik. Hasil analisis Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempabumi ini memiliki parameter awal dengan magnitudo 6,3 skala richter yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,0 skala richter. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,90 LS dan 99,07 BT , atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 112 km arah Barat Daya Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 13 km. Sebagaimana dirilis BMKG, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di Investigator Fracture Zone (IFZ) dekat dengan batas tumbukan lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip fault).
Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Kota Padang, Painan, Sipora III-IV MMI ( Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah ), Solok, Padang Panjang, Bukittinggi, Pariaman, Kepahiang II-III MMI ( Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu ), Pasaman, Kerinci, Payakumbuh, Solok Selatan I-II MMI ( Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang ). Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI. Setelah gempa terjadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
BMKG juga menghimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta untuk waspada dengan menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yg membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi (Instagram/Twitter @infoBMKG), website (http://www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id), telegram chanel (https://t.me/InaTEWS_BMKG) atau melalui Mobile Apps (IOS dan Android): wrs-bmkg atau infobmkg.*