TERLALU IDEALIS AKAN BANYAK BENTURAN

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 21 September 2020 11:51:45 WIB


       Pepatah China mengatakan , " Air yang terlalu jernih tidak akan ada ikannya." Apakah makna kalimat ini? Mari kita lihat kisah di zaman dahulu di negeri China , kabarnya hidup seorang hakim yang super idealis. Ia menginginkan semua kasus yang ditanganinya berjalan sempurna dan lancar, sangat perfeksionis.

Pada suatu waktu datang perintah Raja untuk menyelidiki kasus penyelundupan ikan yang terjadi di sebuah pelabuhan di negeri tersebut . Raja mengatakan," Tangkaplah tiga orang pelaku yang menjadi otak kasus tersebut, sedangkan penjahat kelas terinya biarkan saja."

      Perintah Sang Raja dipatuhi Sang Hakim, walau sebenarnya ia ingin memberantas semua pelakunya. Setelah penangkapan penjahat kelas kakap tersebut, kasus penyelundupan di pelabuhan itu menurun hingga 90%.

    Dari kisah ini, dapat kita petik hikmah bahwa ada sa'atnya kita perlu mentolerir sesuatu yang tidak esensial.Kita perlu menerima realitas bahwa dalam menjalankan pekerjaan, hubungan pertemanan, kekeluargaan, tidak bisa sesempurna yang diharapkan. Kita punya idealisme tetapi jangan kaku yang menyebabkan terjadinya benturan dengan orang lain. Ibarat pepatah tak ada gading yang tak retak. Bahkan orang bijak sering berkata ," bekerjalah bukan demi kesempurnaan tetapi bekerjalah demi kemajuan."

Tapi ada sebagian orang yang bingung mengambil keputusan , mana hal penting dan mendesak yang perlu diprioritaskan dalam pelaksanaannya.Misalnya, mereka berkata," saya harus segera mengisi tangki mesin mobil saya karena kendaraan ini akan dipakai esok hari." Dia sibuk memikirkan dimana akan mengisi tangki bensin mobilnya, tetapi lupa untuk mengisi tangki emosi anak-anak dan keluarganya. Dia memprioritaskan masalah pekerjaan sampai lupa meluangkan waktu untuk bersama istri dan anak-anak. Akibatnya, jika satu hari itu sudah berlalu, dia hanya melakukan sesuatu yang mendesak saja tetapi bukan sesuatu yang berdampak kekal. Tanpa terasa sang anak cepat beranjak dewasa, dan mengejar cita-citanya sendiri, waktu bercengkrama sudah lewat, dan masa emas pengasuhan berlalu tanpa bisa dijemput lagi.

Stephen Covey adalah seorang penulis buku Psikologi terkenal membuat sebuah metode self-help menggunakan sistem matriks (bagan/kuadran) untuk manajemen waktu dan kegiatan. Dikenal sebagai “Kuadran Empat Prioritas”.

Metode kuadran empat milik Covey ini dikembangkan berdasarkan pada prinsip “penting/mendesak” yang diungkapkan oleh Eisenhower Dwight D. Eisenhower sendiri di tahun 1924 pernah mengatakan dalam sebuah pidato formalnya mengenai cara dia memanajemen masalah yang dihadapi dalam hidup.

Dia mengatakan “Saya memiliki dua jenis masalah dalam hidup saya ini: mengenai perkara penting dan mendesak. Yang mendesak itu kadang tidak selalu penting, dan yang penting itu kadang tidak selalu mendesak”.

Kuadran Prioritas adalah satu diantara banyak metode manajemen waktu yang bisa secara sederhana kamu terapkan. Mengatur waktu secara efektif dan efisien tentu akan mempermudah hidup kita juga, dan secara tidak langsung akan membantu kita untuk memanajemen stres.

Konsep waktu dalam pandangan Islam tak sekadar menyoal perihal rutinitas kehidupan sehari-hari. Islam menempatkan waktu sebagai perkara penting dan mendasar sehingga jika tak dimanfaatkan dengan baik, maka kerugianlah yang akan diperoleh. Lebih dari kerugian materi, menyia-nyiakan waktu bisa berakibat terbengkalainya sisi akhirat seorang hamba.

Allah SWT berfirman dalam Al Qur'an, artinya, “Demi masa. Sesungguhnya, manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat- menasehati supaya mena'ati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.” (QS al-‘Ashar [103] : 1-3).

Semoga bermanfa'at.Wallahu a'lam.(SZ).