Dr. Andani : Insya Allah Tidak Terjadi Outbreak di Sumbar
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 30 April 2020 14:30:47 WIB
Kepala Pusat Diagnostik Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand yang juga memimpin pemeriksaan swab Covid 19 di laboratorium Kedokteran Unand, mengatakan bahwa penanganan penyebaran virus Covid 19 di Sumbar sudah benar. Ia bahkan mengatakan, penanganan yang dilakukan di Sumbar mirip dengan yang dilakukan di Korea Selatan (Korsel) pada awal awal penyebaran Covid 19 di negara tersebut, sehingga ia menyakini tak akan sampai terjadi outbreak Covid 19 di Sumbar seperti yang terjadi di beberapa negara seperti Italia, Amerika dan lainnya.
Meski hingga Kamis (30/04), pasien positif di Sumbar terus meningkat yakni menjadi 148 orang dimana ha tersebut menjadikan Sumbar sebagai zona merah, ia tidak melihat tanda tanda akan terjadinya outbreak. Hal tersebut disebabkan penanganan yang dilakukan Sumbar berupa identifikasi dini melalui pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang dilanjutkan dengan isolasi dan perawatan pasien Covid dilakukan secara sistematis.
Meski sempat mengalami lonjakan kasus sebanyak 23 orang positif dalam satu hari, ia menilai hal itu justru hal yang menggembirakan karna sebagian besar kasus positif adalah kelompok yang tidak bergejala, dan mereka langsung diisolasi mandiri. Keadaan ini juga menunjukkan Sumbar cukup mampu mengendalikan penyebaran Covid 19 khususnya dalam memutus mata rantai penularan, mengingat puluhan ribu orang sudah mendatangi Sumbar (pulang kampung). Ia mencontohkan bahwa tak banyak provinsi lain mampu melakukan deteksi dini ini karena hingga hari ini mereka masih dihadapkan pada deteksi pasien dalam pengawasan (PDP).
Ia menambahkan, jika Sumbar terus konsisten dalam memutus rantai penyebaran khususnya dalam deteksi dini yang diperluas dan diperbanyak, Sumbar tidak akan mengalami puncak serangan penyebaran yang ia berharap tak akan pernah terjadi di wilayah ini, sebagaimana hal itu juga tidak terjadi di Korsel. Pengawasan pendatang juga harus semakin ketat dilakukan. Ia memperkirakan sekitar bulan Juni atau Juli, Sumbar akan bisa bebas dari penyebaran Covid. Ia menilai, Indikator saat ini juga menunjukkan PDP yang positif Covid di Sumbar semakin menurun jumlahnya.
Ia juga berharap tes agresif atau pemeriksaan sampel secara masif dilakukan di daerah yang masih nol kasus positif yaitu Agam, Padang Panjang, Lima Puluh Kota dan Solok Selatan. Jika hasil di derah daerah tersebut tetap negatif, berkemungkinan pemerintah bisa membuka segel PSBB di daerah tersebut namun harus tetap terkunci dari zona merah.
Ia juga meminta masyarakat jangan panik dengan lonjakan kasus positif di Sumbar karena itu membawa kebaikan dalam memutus mata rantai penyebaran. Karena semakin banyak yg diketahui positif maka akan semakin cepat pelacakan dan pemutusan mata rantai bisa dilakukan. Ia menambahkan, saat ini Sumbar memeriksa 300 – 400 sampel setiap hari, dan laboratorium bahkan mampu menargetkan pemeriksaan sampel sebanyak 700 – 800 sampel per hari sehingga Sumbar pun bisa membantu memeriksa sampel untuk daerah lain.