SINERGITAS PERAN PEREMPUAN  DAN LAKI-LAKI  MENUJU KESEJAHTERAAN BANGSA

Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 24 Maret 2019 00:32:24 WIB


SINERGITAS PERAN PEREMPUAN  DAN LAKI-LAKI  MENUJU KESEJAHTERAAN BANGSA

 Allah SWT Berfirman dalam Al Qur’an, Surat At Taubah: 71,artinya :

"Dan orang-orang yang beriman laki-laki dan orang-orang yang beriman perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi yang lain, mereka menyuruh yang ma'ruf dan melarang yang munkar, dan mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi  Maha Bijaksana."

Perempuan sebagai makhluk ciptaan Allah yang berdampingan hidup dengan laki-laki, memiliki peran amat besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Tanpanya, kehidupan tidak akan berjalan semestinya. Peran yang sangat strategis dari seorang perempuan adalah menjadi seorang ibu. Peningkatan kualitas sumber daya manusia dimulai dari peran perempuan dalam memberikan pendidikan kepada anaknya sebagai generasi penerus bangsa. Pertumbuhan dan pembentukan mental suatu generasi pertama kali berada di buaian para ibu.Maka sebagai agen perubahan tersebut seorang perempuan juga harus memiliki ilmu serta mentalitas yang berkualitas sehingga mampu mengubah dunia menjadi lebih maju dengan pola pikir dan cara pengasuhannya kepada anak-anaknya. Perempuan mempunyai posisi yang lebih dekat dengan keluarga dan telah menggunakan sebagian besar waktunya untuk keluarga, anak dan orang tua. Oleh karena itu kebutuhan spesifik kaum perempuan akan lebih terdukung apabila perempuan memperoleh akses, dan manfaat dapat berpartisipasi serta melakukan kontrol di segenap aspek pembangunan nasional. Perempuan memiliki hak asasi yang sama dan integral dengan hak asasi manusia. Oleh karena itu perlu dipelihara kodrat, harkat dan martabatnya sebagai Ibu Bangsa yang berhasil membina keluarga yang harmonis dan sejahtera.

Perempuan adalah tiang negara. Jika perempuan di suatu negara baik maka akan baik negara itu. Begitupun sebaliknya jika mental dan perilaku perempuan di Negara tersebut kurang baik maka berakibat Negara itu akan rusak karenanya. Namun sebagai bagian dari satu kesatuan berkeluarga. Perempuan tidak bisa bekerja sendiri, ibarat tangan kanan yang tidak akan bisa bertepuk bila tidak ada tangan kiri yang menyambut tepukannya.Disinilah  perlunya kerjasama dan sinergitas dengan  laki-laki sebagai kepala keluarga.Ada kesetaraan gender dalam menjalankan peran masing-masing tanpa melanggar kodratinya untuk menciptakan keluarga sejahtera dan bermartabat sebagai kunci dari kesejahteraan keluarga itu sendiri yaitu pembentukan karakter generasi penerus yang bermoral, mandiri dan mampu menampilkan keteladanan.Sebab perempuan dan laki-laki memiliki peran yang adil dan setara di dalam melaksanakan pembangunan berkelanjutan.

 Termasuk dalam memperjuangkan kesejahteraan ekonomi, sosial, politik dan hukum serta mendapatkan akses dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan sumber daya pembangunan, termasuk akses terhadap informasi, teknologi dan komunikasi serta perlakuan yang adil di muka hukum. Hubungan laki-laki dan perempuan di dalam keluarga berdasarkan asas saling melengkapi dari masing-masing peran yang diembannya.  Untuk itu kemajuan yang sudah dicapai kaum perempuan dan laki-laki di dalam Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs) perlu dipertahankan bahkan ditingkatkan. Kaum perempuan pada tahun terakhir ini telah banyak melaksanakan berbagai aktivitas yang positif dan konstruktif. Misalnya, gerakan tanam dan pelihara pohon untuk kelestarian lingkungan kita, kegiatan untuk membantu pendidikan, kesehatan dan sosial bagi yang memerlukan dan bagi yang selama ini kurang terjangkau juga penggerakan usaha mikro dan kecil kaum perempuan.

Seiring dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia,tepatnya tanggal 8 Maret 2019 diharapkan  kita dapat memaknainya sebagai kebangkitan, persatuan dan kesatuan gerakan perjuangan kaum perempuan yang tak terpisahkan dari kebangkitan dan perjuangan Bangsa Indonesia. Dimana, perempuan Indonesia merupakan sumber daya yang potensial yang apabila diberikan peluang / kesempatan akan maju untuk meningkatkan kualitas secara mandiri dan menjadi penggerak pembangunan bangsa. Dengan demikian perempuan akan mampu berkiprah dalam masyarakat di berbagai bidang baik ekonomi, pendidikan, teknologi, bahkan politik. Namun patut diingat bahwa perempuan juga memiliki kewajiban menyeimbangkan antara kegiatannya di luar rumah dengan kewajiban bagi keluarganya. Marilah kita saling sinergis, antara perempuan yang menjadi ibu dan laki-laki yang menjadi ayah dalam keluarga, sehingga terwujud keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah menuju kesejahteraan bangsa. Aamiin.