Yok Bertaubat 

Artikel Yal Aziz(Tenaga Artikel) 14 Desember 2018 15:03:38 WIB


SEBAGAI manusia, so pasti tak luput dari kesalahan dan perbuatan dosa. Jika ini terjadi, segala amal ibadah serta kebajikan yang kita lakukan tidak diterima sebagai pahala oleh Allah Yang Maha Kuasa. Bagi yang berdosa, Allah akan menghukum dengan neraka yang maha dahsyat. Untuk itu, sebelum terlambat dan usia masih ada, segeralah betaubat minta ampun kepada Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Taubat secara bahasa artinya kembali. Secara istilah artinya kembali kepada Allah yang Maha Pengampun dan Maha Penyayang. Menyerah diri pada-Nya dengan hati penuh penyesalan yang sungguh-sungguh.

Hati terasa pecah-pecah bila mengingati dosa-dosa yang dilakukan itu. Memohon agar Allah yang Maha Pengampun akan menerima tobat kita. Hati menyesal akan perbuatan dosa yang kita lakukan itu menjadikan anggota-anggota lahir (mata, telinga, kepala, kaki, tangan, kemaluan) tunduk dan patuh dengan syariat yang Allah telah tetapkan dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatan-perbuatan itu kembali.

Itulah pengertian taubat. tidak cukup dengan hanya mengucapkan istighfar di mulut, “ Astaghfirullahal adzim.” Hati tidak merasa bersalah dan berdosa. Tidak semudah itu Allah SWT hendak menerima taubat hamba-hamba-Nya kecuali setelah menempuh syarat-syarat (proses) yang telah ditetapkan-Nya.

Oleh itu, kalaulah selama ini kita terlibat dengan perbuatan yang haram (seperti riba, mendedahkan aurat, minum arak) maka kita tidak akan buat lagi atau terus tinggalkan perbuatan tersebut. Juga kalau kita terlibat dengan dosa-dosa kerana meninggalkan perkara-perkara wajib (seperti meninggalkan sembahyang dan tinggal puasa), maka kita tidak akan meninggalkannya lagi. Ertinya kita terus melaksanakan perkara-perkara yang wajib dengan bersungguh-sungguh dan membayar (qadha) segala perintah wajib yang tertinggal.

Seseorang dianggap bertaubat jika yang bersangkutan kembali kepada Allâh dan melepaskan diri dari belenggu yang membuatnya terus-menerus melakukan dosa. Kemudian yang bertaubat merenungkan makna taubat dalam hatinya sebelum diucapkan lisannya.

Kemudian dalam masalah taubat, jangan sampai taubat "samba lado", kata orang Minang. Maksudnya, disaat makan samba lado (cabe) yang pedas, yang bersangkutan berkata dalam hatinya tak akan memakan samba lado yang pedas tersebut. Tapi keesokan harinya, masih saja memakan samba lado yang memang sudah menjadi kegemaran masyarakat Minang.

Jika hati sudah menyatakan taubat dari segala bentuk perbuatan maksiat, seperti minuman keras, zina makan riba, maka harus meninggalkan perbuatan syetan tersebut dan tak akan mengulangi lagi sebaga bnetuk perbuatan maksiat tersebut. 

Kemudian, perbanyak amal ibadah, seperti taat melaksanakan slahat wajib lima waktu sehari dan bila perlu melaksanakan berbagai perbuatan sunat seperti puasa Senen-Kamis dan memperbanyak shalat sunat di masjid.

Bagi ASN, rasanya melaksanakan shlat lima waktu tak pula terlalu sulit. Kenapa? Karena setiap perkantoran di SUmatea Barat, umumnya ada mushala dan bahkan masjid. Bahkan, banyak diantara perkantoran di SUmatera Barat, yang tak terlalu jauh dengan masjid. Jadi, ada dan banyak kesempatan bagi ASN untuk melaksanakan shalat wajib berjemaah sesama ASN.

Bahkan, Kantor Walikota Padang di Aia Pacah, ada menyiapkan suatu ruangan khusus untuk ASN yang bertugas disana untuk melaksanakan shalat berjemaah. Begitu juga di Kantor Guberur Sumatera Barat yang ada masjid.

Kini hanya tinggal kemauan atau keinginan ASN tersebut untuk taat melaksanakan shalat berjemaah. Yang jelas dengan taat melaksanakan shalat, selain mendapatkan ketengan jiwa dalam bekerja, juga bakal terhindar dari perbuatan dosa atau perbuatan korupsi. Semoga. (Penulis wartawan tabloidbijak.com)