Pilkada Sumbar 2018, Partisipasi Pemilih Meningkat
Berita Utama TITA SHANIA(Badan Kesatuan Bangsa dan Politik) 30 Juni 2018 08:23:16 WIB
Pilkada serentak yang dihelat di empat kota di Sumbar telah melalui tahap pemungutan suara. Berdasarkan data scan C1 yang diterima KPU Sumbar, diketahui bahwa partisipasi pemilih di empat kota tersebut mengalami peningkatan dibanding sebelumnya.
Untuk kota Padang, partisipasi pemilih mencapai 64,05%. Padang Panjang mencapai 71%, Pariaman 73,9% dan Sawahlunto mencapai 77,5%. Walaupun jumlah pasangan calon peserta pilkada berkurang dari periode sebelumnya, namun hal ini tidak berpengaruh pada minat masyarakat untuk menyalurkan aspirasinya.
Banyak factor yang menunjang tingginya angka partisipasi tersebut diantaranya upaya KPU dalam merapikan dan memutakhirkan data DPT. Pendidikan politik yang diberikan oleh KPU maupun pemerintah daerah jauh hari sebelum pilkada juga merupakan faktor yang mendukung peningkatan partisipasi politik masyarakat ini.
Selain itu, penyampaian visi dan misi serta adanya dorongan dari peserta pilkada untuk memilih juga merupakan aspek yang memberikan dampak positif bagi peningkatan partisipasi ini.
Pemerintah daerah sendiri, dalam hal ini Badan Kesbangpol Prov Sumbar maupun kabupaten/kota bersama KPU berharap tingginya angka partisipasi ini dapat dipertahankan utamanya pada pemilu 2019 nanti, sebagaimana target nasional yang menetapkan angka 77% untuk partisipasi pemilih.
June 30th.
Gubernur Sumbar : Masyarakat Sudah Pintar Menilai Calon Kepala Daerah
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menilai masyarakat Sumbar sudah pintar dalam memberikan penilaian terhadap calon kepala daerah pada pilkada serentak 2018 ini. Hal ini dikatakannya sehari sebelum pencoblosan, Selasa (26/06).
Gubernur juga mengatakan agar masyarakat memanfaatkan hak pilih dengan menggunakan hati nurani dan jangan asal pilih. Pilihan yang diberikan jangan sekali kali terpengaruh oleh faktor faktor lain terutama politik uang, karena pemimpin daerah yang baik akan menjamin terbentuknya program program pembangunan yang berpihak pada rakyat dan amat disayangkan jika masyarakat sampai salah pilih.
Pada pilkada 27 Juni lalu, Gubernur Sumbar menggunakan hak pilihnya di TPS di belakang rumah dinas, berdekatan dengan kantor Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat. Setelah mencoblos, Gubernur akan melihat langsung proses pemilihan pada beberapa TPS yang berdekatan serta berkomunikasi aktif dengan KPU dan Bawaslu untuk memantau kondisi terkini di empat kota yang melaksanakan pilkada di Sumbar.
Gubernur optimis partisipasi pilkada di Sumbar kali ini cukup baik mengingat pemerintah telah menetapkan 27 Juni sebagai hari libur nasional. Beliau juga berharap, partisipasi politik masyarakat kali ini dapat melebihi target nasional