MENATA EMOSI, MENYELAMATKAN JIWA
Artikel Zakiah(Tenaga Artikel) 20 Februari 2018 16:14:54 WIB
Menjadi seseorang yang bijaksana memang bukan perkara yang mudah, namun semua membutuhkan proses yang tidak sebentar.Seseorang akan berhasil menjadi orang bijak setelah ia berkali-kali melalui persoalan pelik seputar kehidupan,dan ia mampu menjalaninya dengan sabar dan penuh perhitungan.
Kita lahir dengan karunia Illahi,dua mata dan dua telinga , tapi kita hanya diberi satu mulut. Maknanya, kita disuruh banyak melihat dan mendengar, tapi sedikit berbicara. Karena mulut yang akan berbicara, adalah senjata yang tajam jika tidak berhati-hati, mulut bisa menyakiti, bisa menggoda, bisa berbicara yang tidak menyenangkan, bahkan bisa membunuh orang lain karena perasaannya disakiti.
Contohnya dalam kisah berikut:
Seorang Eksekutif Muda mengendarai sedan mewah menuju ke luar kota. Saat melewati perbukitan yg berkelok, ia melihat sebuah truk dari arah berlawanan.Ketika berpapasan ditikungan jalan, pengemudi truk agak melambat, membuka kaca jendela dan berteriak dgn keras, _"Sapii..!!"_
Eksekutif Muda tadi tersinggung.Dan ia langsung membuka kaca jendela dan membalas dengan penuh emosi, _"Kamu yg sapi..!!!"_Dan ia terus memaki, _"Sapi jelek tidak punya otak..!!"_Dasar gembel..!!"_
Dan kemudian tancap gas lagi...
Tiba-tiba, saat mobilnya melewati tikungan, ada puluhan sapi yg bertubuh besar turun dari perbukitan memenuhi jalan.Terlambat bagi si eksekutif muda untuk menghentikan mobilnya...
Akhirnya mobilnya menabrak sapi seberat 300 kg...
Saat berusaha menghindari sapi lainnya, mobil mewah itu malah terguling dan jatuh kedalam lembah...
Ternyata, teriakan sopir truk tadi bukan ejekan, tetapi justru "peringatan" untuk si eksekutif muda, bahwa ada kawanan sapi yg akan melintas di jalannya...
*******
Saudaraku...
Ego seringkali menjadi bibit yg bisa memicu emosi.
Seperti kasus diatas, penyampaian yg tidak sesuai dengan kaidah yg dianutnya, dianggap tidak layak, tidak sopan dan kurang ajar.Padahal ia berada diluar zonanya,berada dilingkungan yg berbeda, dengan sifat orang yg berbeda pula..
Itu adalah area umum yg memiliki kultur dan kondisi yg berbeda.Tidak semuanya dapat disesuaikan dengan keadaan dirinya.Akibatnya malah merugikan diri sendiri....
Jika anda memiliki ego yg tinggi dan temperamental,
mari belajar utk mengalihkan emosi buta anda pada hal-hal yg konstruktif..
Jangan langsung emosi saat menghadapi kondisi yg tdk sesuai dgn keinginan anda.
Belajarlah bersabar dan mencari tahu keadaan dibaliknya.
Niscaya ini akan lebih menguntungkan anda...
Karena melampiaskan emosi, memang nyaman untuk sesaat, tetapi bisa menjadi penyakit yg merugikan untuk jangka panjang...
"MARI BELAJAR,CEPAT UNTUK MENDENGAR,LAMBAT UNTUK BERKATA-KATA, DAN
BATAL UNTUK AMARAH..."
Firman Allah SWT, dalam Al Qur’an Surat Thoha, ayat 44,artinya,”Maka berbicaralah kamu kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia menjadi ingat atau takut..".
Sementara itu Rasulullah SAW,memberi panduan melalui Hadits “Jangan marah dan bagimu syurga”.Karenanya Rasul SAW mengumpamakan orang yang dapat mengendalikan emosi dan kemarahannya sebagai orang yang terkuat.
Ada beberapa kiat untuk mengontrol emosi dan tidak mudah terpancing untuk melakukan hal-hal negatif yang mungkin saja berbahaya dan terjadi diluar kuasa diri kita, yakni:
1. Senyumlah kepada orang yang memancing emosi.
2. Amarah tidak akan menyelesaikan masalah, sebaliknya tenangkan diri dan hirup nafas dalam-dalam
3. Lawanlah amarah dengan kesabaran
4. Hakikatnya sifat manusia penuh cinta dan kelembutan,maka lembutkan hatimu
5. Jangan balas kebencian dengan kebencian juga
6. Berbicaralah ketika emosi sudah diredam
7. Memaafkan dan lupakanlah.
Selamat meraih sukses.Semoga Allah SWT membimbingmu selalu dengan kasih sayang-Nya yg tak pernah pudar...Aamiin