Wagub Nasrul Abit : Pengembangan Pariwisata Sumbar Mesti Jelas dan Terukur

Wagub Nasrul Abit : Pengembangan Pariwisata Sumbar Mesti Jelas dan Terukur

Berita Utama EKO KURNIAWAN, S.Kom(Diskominfo) 26 Oktober 2017 19:57:38 WIB


Padang, 26 Oktober 2017

Tim Terpadu Pengembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat mesti melakukan pendataan yang akurat terkait pengembangan pariwisata di setiap kabupaten/kota, juga soal letak lokasi, apakah masih di hutan lindung atau tidak.

Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Drs. H. Nasrul Abit Dt. Malintang Panai saat membuka Rapat Percepatan Pengembangan Pariwisata Sumatera Barat bersama Tim terpadu di Ruang Rapat Kantor Gubernur, Padang.

Hadir dalam kesempatan itu Asisten Pembangunan dan Kesra Ir. Syafruddin, Staf Ahli Bidang Pembangunan M. Yani, SH serta beberapa Kepala OPD di lingkup Pemprov Sumbar seperti Kadis Penanaman Modal dan PTSP, Kadis Pariwisata, Kadis Perumahan Rakyat, Kawasan, Permukiman dan Pertanahan, Kepala Balitbang, Kadis Kepedudukan dan Catatan Sipil serta para professional Pariwisata seperti Ketua ASITA, Ian Hanafiah serta Dr. Sari Lenggo Geni, Pakar Pariwisata Universitas Andalas.

Lebih jauh Nasrul Abit menegaskan, pendataan itu dilakukan untuk menghindari persoalan di kemudian hari, agar destinasi tersebut jangan sampai mencakup kawasan Hutan Lindung. Pemerintah Daerah setempat agar menyiapkan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), Masterplan dan Detail Engineering Design.

Setelah itu baru bisa ditentukan anggaran yang diperlukan, lama pengerjaan, serta berapa porsi atau sharing pendanaan antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota. Misalnya, pengerjaan jalan ke destinasi bisa menjadi  tanggungjawab Pemerintah Provinsi dan pengadaan tanah menjadi tanggungjawab Pemerintah Kabupaten/Kota.

Wagub Nasrul Abit menjelaskan, dengan sudah diterbitkannya SK Gubernur tentang Tim Terpadu Percepatan Pengembangan Pariwisata Provinsi Sumatera Barat ini, pembagian tugas dan tanggungjawab masing-masing anggota menjadi jelas. 

"Tim Terpadu ini hendaknya  bisa terjadi synkronisasi yang efektif antara Pemerintah Provinsi, kabupaten/kota dan Swasta," harapnya.

Nasrul Abit menambahkan destinasi yang menjadi sasaran pengembangan sengaja dipilih tidak terlalu banyak, agar bisa fokus dan mencapai hasil yang diharapkan, "biar sedikit tapi hasilnya optimal," ujarnya.

Destinasi tersebut antara lain Kelok 9, Kawasan Anai Resort, Kawasan Harau dan Kawasan Mandeh. Wagub juga mengutarakan keinginannya agar khalayak luas mendapat cukup informasi bahwa Sumatera Barat mempunyai banyak destinasi pariwisata yang layak dikunjungi. Oleh karena itu, destinasi tesebut harus disiapkan sebaik mungkin di segala aspek, seperti fasilitas penunjang dengan kebersihan yang selalu terjaga.

Wagub Nasrul Abit juga meminta kepada tim terpadu merumuskan ukuran pendataan jumlah wisatawan yang masuk ke Sumatera Barat dengan seksama, selain jumahnya, perlu juga diketahui daerah asal wisatawan dan demographi, seperti rentang usia, jenis kelamin dan lain sebagainya, agar perencanaan pengembangan Pariwisata bisa lebih focus kepada market segmentasi yang tepat.

Tim terpadu percepatan pengembangan pariwisata Provinsi Sumatera Barat beranggotakan semua OPD yang terkait pengembangan pariwisata serta penggiat dan profesional dibidang pariwisata.

Sumber : Humas Sumbar