Sudahkah Kita Berbakti Pada Orangtua?
Artikel () 24 November 2016 09:31:31 WIB
Sudahkah Kita Berbakti Pada Orangtua?
Oleh : zakiah
Tersebutlah suatu kisah: Waktu umur 18 tahun, karena dia melukai orang, dihukum penjara 6 tahun. Sejak dia masuk penjara, tidak ada org yg menengok dia.
Ibunya janda dengan susah payah memelihara dia sampai besar, tidak duga dia baru tamat SMA, terjadi hal ini, membuat hati ibu sangat terluka.
Dia memahami ibu, ibu ada cukup alasan benci dia.
Musim winter tahun itu, dia terima satu baju wool, diujung bawahnya tersulam satu bunga mei hua, dan ada satu carik kertas tertulis: "Berubahlah baik2, mama mengharapkan kamu bisa mendampingi masa tua ku."
Secarik kertas ini, membuat dia yg selalu teguh mengeluarkan banyak air mata. Ini adalah baju wool yg disulam sendiri oleh ibu, setiap benang sulaman yg begitu hafal.
Ibu pernah beri tahu dia, satu orang harus seperti bunga Mei Hua di musim salju yang dingin sekali, makin sulit, makin berbunga yang indah.
Selanjutnya 4 tahun, ibu tetap tidak pernah datang menjenguk dia, tetapi setiap musim winter, dia selalu kirim pakai wool, dan secarik kertas itu.
Demi dapat keluar lebih awal, dia berusaha keras berubah, supaya dapat keringanan. Maka pada awal tahun ke-5, dia lebih awal telah dilepas.
Memanggul satu tas sederhana, berisi semua hartanya ~ 5 potong baju wool, dia kembali rumah.
Pintu rumah digembok, gembok besar sdh berkarat. Di atap juga tumbuh rumput tinggi. Dia merasa bingung, ibu pergi mana?
Mencari tetangga, tetangga melihat dia dgn rasa heran, kan msh 1 tahun lagi baru bisa pulang?
Dia bergeleng kepala, tanya: "mama saya dimana?" Tetangga menundukan kepala, bilang dia tlh pergi.
Kepalanya seperti kena petir, tidak mungkin! Ibu kan baru 40 th lbh, bagaimana bisa sdh pergi/meninggal ?
Musim winter kemarin dia msh terima baju wool, dan secarik kertas untuk dia.
Tetangga bergeleng kepala, bawa dia ke kuburan leluhur, terlihat satu gundukan baru dihadapannya. Mata dia jadi merah, otaknya menjadi kosong.
Berapa saat kemudian, tanya tetangga, ibu bagaimana pergi? Tetangga beritahu karena dia melukai orang, ibu pinjam hutang utk mengobati orang yang luka tersebut.
Setelah dia dipenjara, ibu lalu pindah kerja di pabrik petasan yang berjarak lebih dari 200 mil, sepanjang tahun tdk pulang ke rumah.
Beberapa pakaian dingin itu, ibu takut dia kuatir, selalu titip orang bawa pulang, titip tetangga menyampaikannya.
Awal tahun lalu, pabrik lembur untuk produksi petasan, tidak hati-hati terjadi kebakara. Seluruh pabrik meledak, didalam ada puluhan tenaga kerja dari luar dan sekeluarga bos meninggal semua.
Diantaranya, ada ibu dia. Tetangganya menarik napas, berkata bahwa masih ada sepotong pakaian yang sedianya akan dikirim pada musim winter untuk dia.
Didepan kuburan, dia menangis dengan sedih sèkali. Semua adalah kesalahannya, dia yg mbuat kematian ibu, dia adalah anak durhaka! Dia harus masuk neraka!
Esok hari, dia menjual rumah tua itu, membawa bungkusan yang berisi 6 potong pakaian dingin tersebut ketempat jauh berjuang.
Waktu lewat dengan cepat, 4 tahun berlaku. Dia dikota membuka satu depot.
Tak lama kemudian, dia menikah dengan seorang gadis yang sederhana. Bisnis depot baik sekali, karena masakan enak dan harga murah, juga krn sopan ramah yg hangat dari dia dan istrinya.
Setiap pagi jam 3~4 dia sudah pagi-pagi bangun pergi belanja, sampai pagi baru membawa pulang sayur dan daging yang dibutuhkan.
Tidak memakai pembantu, berdua sibuk sekali. Sering kali, karena kurang tidur, matanya merah.
Tidak lama kemudian, ada seorang tua mendorong gerobak datang. Dia bungkok, jalannya patah patah, dengan bahasa isyarat bermaksud mau menyuplay sayur & daging segar, dijamin pasti segar, harga lebih murah lagi.
Org tua ini bisu, mukanya penuh dgn debu, dan beberapa bekas luka membuat dia nampaknya ngeri jelek. Istri tdk setuju, nampaknya orang tua membuat tidak enak dipandang.
Tetapi dia tdk menghiraukan penolakan istri, dan tetap menyetujuinya.
Tidak tahu bagaimana, orang tua didepan mata membuat dia teringat ibunya.
Orang tua sangat menepati janjinya, setiap kali sayur yang dikirim atas permintaannya pasti segar semuanya.
Setiap pagi jam 6, sayur satu gerobak penuh pasti tepat waktu diantar ke depotnya.
Sekali tempo dia juga mengundang org tua makan bakmi, org tua makan dengan pelan, nampanya sangat menikmatinya.
Dia merasa hatinya pedih, beritahu org tua, setiap hari dia boleh makan bakmi disini.
Org tua tertawa, jalan kemari dgn ter-tatih tatih. Melihat dia, entah bagaimana, teringat ibunya, rasanya ingin menangis.
2 tahun berlalu, depotnya menjadi restoran, dia juga punya tabungan yang lumayan, dan beli rumah.
Yang mengantar sayur untuk dia, masih tetap org tua itu.
Lewat setengah bulan, suatu hari, dia tunggu lama didepan rumah, tetapi tdk nampak org tua itu.
Sudah lewat 1 jam, org tua msh belum datang. Dia tdk tahu bgmn hubungi orang tua tersebut terpaksa dia kirim karyawan pergi belanja.
Setelah 2 jam kemudian, karyawan bawa pulang sayur, setelah diteliti, hatinya jadi mengeluh, mutu sayur jauh dibawah yg dikirim oleh orang tua itu.
Sayur yg dikirim oleh org tua itu semua pilihan, hampir tdk ada kotoran, semuanya segar.
Tetapi, sejak hari itu, orang tua itu tidak nampak lagi.
Tahun baru sudah tiba, dia membuat cui kiao, dan mendadak bilang pada istrinya kalau mau beri org tua satu mangkok, sambil melihat dia masalah apa yang terjadi.
Bagaimana sudah seminggu tidak kirim sayur, ini tidak pernah terjadi.
Istri setuju. Setelah masak, dia bawa cui kiao mencari berulang kali jejak org tua yang kakinya cacat itu, akhirnya dilorong yang berselang dua jalan menemukan dia.
Dia ketuk pintu lama, tidak ada yang jawab.
Pintu tidak dikunci, dia dorong dan masuk, didalam rumah sempit kecil yang gelap itu, org tua sedang berbaring, kurus tinggal tulang. Org tua melihat dia, dengan heran membuka mata dgn lebar, ingin bangun duduk, tetapi sdh tdk mampu.
Dia menaruh cui kiao di pinggir ranjang, menanya org tua apakah sakit. Orang tua buka mulut, ingin cerita, tetapi tidak bersuara. Dia duduk, melihat rumah kecil ini.
Mendadak, terkejut membuka mulut dgn lebar melihat berapa foto yg didinding. Ini adalah foto bersama dia dgn mama !
Sewaktu dia 5 th, 10 th, 17 th....., dipojok dinding, satu kantongan yg dibungkus dgn kain bekas, kantongan tsb tersulam satu bunga Mei Hua.
Dia menoleh kepala, melihat orang tua itu dengan bingung, menanya dia adalah siapa.
Orang tua itu tercenung, mendadak dia bersuara: "anak ku."
Dia kaget sekali ! Org tua didepan mata, bukan bisu? Org tua yang mengantar sayur sudah 2 tahun ini adalah ibunya?
Suara yang serak ini begitu hafal, jika bukan ibunya ini siapa lagi?
Dia melongo, mendadak maju merangkul ibunya, menangis tak berhenti, air mata ibu dan anak berdua menjadi satu. Entah nangis berapa lama, dia cerita dulu, krn melihat kuburan ibu, dikira sudah meninggal, maka dia meninggalkan rumah.
Ibu mengusap air mata, bilang adalah dia yang minta tetangganya melakukan demikian. Pabrik petasan yg dia kerja terjadi ledakan, dia beruntung masih hidup, tetapi wajahnya hancur, kakinya jadi cacat. Melihat wajah dirinya, memikirkan anaknya pernah masuk penjara, rumahnya miskin, khawatir tidak ada gadis yang mau nikah dengan anaknya itu .
Demi tidak mau membebani anak, dia mencari akal ini, bilang dirinya sdh meninggal dunia, supaya dia pergi jauh dari kampung halaman ketempat lain, berakar ditempat lain, bisa menikah dan punya anak.
Setelah tahu dia sdh tinggalkan kampung halaman, dia kembali ke desa. Terus mencari info, baru tahu dia datang ke kota ini.
Dia mempertahankan penghidupan dgn memulung barang bekas, mencari anaknya 4 tahun, akhirnya menemukan dia di depot ini.
Dia gembira luar biasa, melihat anaknya sibuk sekali, dia merasa pedih hatinya.
Supaya tiap hari dapat ketemu dengan anak, bantu meringankan beban, dia mulai bantu belanjakan sayur, sebentar 2 tahun terlewat,.
Tetapi sekarang, kakinya sudah tidak bisa gerak, tidak bisa turun dari ranjang, maka, tidak bisa mengantar sayur lagi.
Dengan berlinang air mata, tidak menunggu ibu selesai cerita, memanggul ibu dan menenteng bungkusan langsung pergi.
Dia terus memangkul ibu, dia tidak tahu, rumahnya begitu dekat dengan tempat mamanya. Tidak sampai 20 menit, sudah membawa mama pulang rumah.
Mama dirumah baru dia menginap 3 hari. 3 hari, mencerita banyak.
Saat anak masuk penjara, dia hampir pergi menemui papanya yg meninggal itu.
Tetapi berpikir anak masih belum keluar dari penjara, tdk boleh tinggalkan, maka tdk jadi berangkat (mati) !
Setelah anak keluar penjara, memikirkan anak masih belum berumah tangga dan bangun usaha, masih tidak bisa berangkat (mati).
Melihat anaknya sudah menikah, memikirkan belum melihat cucunya, tidak jadi berangkat ...., waktu cerita, wajahnya selalu ceria.
Dia juga cerita ke mama banyak sekali, tetapi dia tidak memberitahu mama, Bahwa saat itu dia sebab apa meluka org itu dengan pisau, sebab ada org melecehi mama dengan kata-kata yang paling jorok.
Didunia ini, dia dimarahi dipukuli, dia semua bisa tahan, tetapi dia paling tdk bisa tahan ada org yang melecehi mamanya.
Setelah 3 hari, mamanya meninggal dunia dengan tenang. Dokter melihat dia yangg sedih bukan main, dengan suara yang ringan berkata, "cancer tulang dia nampaknya sudah puluhan tahun, dapat hidup sampai sekarang, ini adalah mukjizat. Maka, kamu jangan terlalu sedih."
Dia angkat kepala dengan terbengong, "mama, ternyata kena cancer tulang?"
Membuka bungkusan tersebut, didalam tertata rapi pakaian baru, ada yg utk baby, ada yang untuk istri, ada yang untuk dirinya, setiap potong disulam sebuah bunga Mei Hua.
Dia pulang bawa bungkusan, ada satu hasil check up: Cancer Tulang. Waktu tercantum adalah tahun ke-2 dia masuk penjara.
Tangan dia gemetar, hatinya sakit seperti ditusuk/disobek. Berbudi ke org tua adalah paling utama dalam kelakuan 100 kebaikan !
Kasih sayang org tua adalah abadi ! Berbudi anak ke org tua juga seharusnya abadi !
Manusia menjadi agung karena impian, lebih-lebih akan menjadi sukses karena bertindak, anda akan berubah karena belajar !
Mohon dengan sangat menyebarkan kasih sayang anda untuk membantu lebih banyak orang supaya bertumbuh, terima kasih atas dukungan anda
Inilah yg disebut menabur kasih sayang mendapat kasih sayang, memberi rejeki akan mendapat rezeki; menyebarkan energi positif, memiliki pola pikir & energi positif.Semoga bermanfaat.