KULIT PISANG SEBAGAI PAKAN TERNAK
Artikel YUNI ERLITA, S.Pt(Dinas Peternakan & Kesehatan Hewan) 28 Oktober 2016 14:50:00 WIB
Negara kita adalah salah satu negara penghasil pisang yang sebagian digunakan untuk dikirim ke luar negeri, untuk yang tidak dikirim umumnya untuk bahan konsumsi manusia. Pisang tertentu bisa dikonsumsi sesudah masak dan juga pisang yang biasa dikonsumsi sesudah direbus atau digoreng. Dengan adanya bisnis pisang ini, maka kulit pisang adalah limbah atau sampah bagi lingkungan di sekitar kita, yang bisa mengganggu ekosistem wilayah kita.
Dengan banyaknya kulit pisang yang ada, dikhawatirkan akan muncul masalah dengan limbah pisang. Jika ada pengusaha pisang yang mengolah sekitar 100 ton per hari, akan menghasilkan sekitar 5 sampai 7 ton kulit pisang, tangkai pisang, daun pisang. Limbah pisang ini semakin lama, akan semakin bertumpuk di tempat penyimpanan pisang atau di gudang dari pengusaha industry pisang. Sehingga jika tidak diurus limbah pisang bisa menyebabkan bau yang sangat tidak enak (menyengat), munculnya berbagai macam penyakit jika limbah pisang ini dibuang di bantaran sungai, selain itu akan menyebabkan banjir.
Oleh karena itu kita perlu menjaga kelesatarian lingkungan dengan menyampaikan informasi bagaimana cara memberdayagunakan dan memanfaatkan limbah dari kulit pisang untuk mengurangi pencemaran lingkungan.
Dengan mahalnya harga pakan membuat para peternak baik ruminansia dan maupun peternak unggas mencari jalan keluar untuk membuat pakan alternatif dari limbah. Salah satu jenis limbah yang digunakan adalah limbah kulit pisang yang digunakan untuk pakan ternak terutama ternak sapi, kambing, dan domba.
Kulit pisang adalah limbah yang biasa kita buang. Kita hanya memakan buahnya, kulitnya dibuang begitu saja. Padahal kulit pisang bermanfaat untuk pakan ternak. Untuk itu jika melihat kulit pisang dalam jumlah banyak dapat digunakan untuk ternak. Kalau dalam jumlah sedikit langsung saja diberikan keternak kambing.
CARA MENGOLAH LIMBAH KULIT PISANG
Bahan yang diperlukan untuk mengolah kulit pisang :
- Bahan yang digunakan yaitu kulit pisang sebanyak 750 Kg,
- Probitik untuk fermentasi sebanyak 400 cc (EM4 atau MO4)
- Air 800 cc
- Molases atau gula dengan takaran 250 gram
Perlatan yang perlukan yaitu :
- Ruangan yang terbuka untuk pembuatan fermentasi
- Sprayer
- Sekop
- Golok
- Alat pengering atau oven
A. Proses mengolah limbah pisang yang gampang busuk
- Berikutnya, limbah kulit pisang yang sudah kering, kita giling hingga halus.
- Jemur dibawah terik matahari, atau kita keringkan dengan suhu 60 derajat celcius selama 1 atau 2 hari.
- Kita simpan selama 4 ( empat ) hari untuk proses fermentasi berlangsung, boleh dibolak balik.
- Semprotkan secara merata probiotik dengan takaran 50 cc, dicampur dengan 1000 cc air untuk 100 Kg bahan baku kulit pisang.
- Kumpulkan kulit pisang pada tempat yang khusus, yang tidak terkena hujan dan sinar matahari.
B. Proses mengolah limbah pisang yang sulit busuk
- Potonglah pisang dan daun pisang dengan ukurun atau ketebalan 1 sampai 2 cm.
- Bahan tersebut yang telah dipotong, kita taruh ditempat yang ruang yang tidak terkena hujan dan tidak kena sinar matahari.
- Siramkan probiotik dan gula dengan takaran 1 liter /100kg bahan limbah pisang.
- Simpanlah selama 7 hari untuk proses fermentsasi.
- Jemur dibawah terik matahari selama 1-2 hari atau keringkan dengan suhu 60 derajat celcius selama 24 jam.
- Sesudah kering kita giling dengan halus.
Selain itu ada lagi cara membuat pakan ternak dari kulit pisang dengan mudah. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat pakan ternak adalah :
- kulit pisang
- dedak
- probiotik (EM4 atau MO4)
- alat yang dibutuhkan kantong plastik, tali dan tong plastik.
Cara membuat pakan dari kulit pisang :
1. Siapkan lahan dengan alas plastik/terpal
2. Campurkan kulit pisang dan dedak dengan EM 4 dan aduklah sampai merata.
3. Masukan campuran tersebut kedalam kantong plastik dan diikat.
4. Setelah diikat, masukan kedalam tong plastik
5. Biarkan selama 2 - 3 hari untuk proses fermentasi
6. Bukalah setelah 2 - 3 hari, lalu biarkan sebentar ( diangin - anginkan )
7. Barulah diberikan ke ternak kambing atau domba
Hasil pengolahan limbah kulit pisang ini dengan cara proses fermentasi telah meningkatkan nilai nutrisi dari limbah kulit pisang. Nilai Protein Kasar (PK) Kulit pisang segar dari 6,56 %, setelah difermentasi nilai PK menjadi 14,88 %. Sedangkan serat kasar (SK) turun dari 15,32 menjadi 11,43%.
Agar kita dapat mengurangi masalah limbah pisang, maka yang perlu kita perhatikan yakni membuat tempat penampungan limbah pisang, mengolah untuk pupuk tanaman dan mengolahnya untuk menjadi pakan ternak.