Rudy Habibie
Artikel () 28 Agustus 2016 21:08:27 WIB
Setelah kemunculan film Habibie dan Ainun berhasil meraih simpati publik, kembali muncul film terbaru yang berjudul Rudy Habibie. Film Rudy Habibie ini diluncurkan bertepatan dengan momen Hari Raya Idul Fitri 1437 H. Dan menyasar penonton dari keluarga dan juga masyarakat secara umum. Salah satu adegan dalam film Rudy Habibie adalah datangnya pesawat Belanda yang menerjunkan bom-bom sehingga menyebabkan Rudy (panggilan Habibie) dan keluarganya mengungsi. Film ini seperti berpesan betapa tidak enaknya dijajah secara fisik, di antaranya ketika rumah-rumah penduduk dihujani bom oleh pesawat penjajah.
Dalam adegan lain, ayah Rudy yang tengah menjadi imam shalat ketika di sujud rakaat terakhir tiba-tiba tidak bangkit lagi karena meninggal, maka Rudy yang kala itu masih kecil mengintip kenapa imam tidak bangkit untuk duduk tasyahud akhir. Setelah tahu ayahnya meninggal, Rudy yang berada di belakang imam langsung mengambil alih posisi imam. Rudy menyelesaikan tasyahud akhir hingga salam. Setelah salam, sekeluarga menangis terharu karena ditinggalkan ayah dan suami tercinta.
Rudy selalu teringat nasihat ayahnya, agar selalu menjadi mata air yang jernih. Terutama ketika ia kuliah di Jerman. Pergolakan batinnya senantiasa membuat terngiang nasihat ayahnya tersebut. Rudy dengan biaya sendiri, kuliah di Jerman. Dalam suatu adegan diperlihatkan bagaimana Rudy sangat sedih karena setelah melihat buku tabungannya di bank di Jerman, kiriman dari ibunya belum datang.
Yang tak kalah menarik dari film ini, apapun kesulitan yang dihadapi oleh Rudy selama kuliah di Jerman, ia berwudhu dan kemudian shalat. Dalam adegan lain, Rudy melaksanakan shalat di bawah tangga kampus beralaskan koran. Temannya yang berbeda agama dan juga negara sempat melihat adegan tersebut dan bertanya kepada temannya yang lain. Kemudian datanglah Erbakan, yang menjelaskan bahwa Rudy sedang shalat atau diterjemahkan sedang berdoa agar mudah dimengerti oleh temannya yang berbeda agama tersebut.
Erbakan dalam dunia nyata kelak menjadi Perdana Menteri Turki, dan di saat yang bersamaan ketika itu Rudy (BJ Habibie) pun menjadi Presiden Republik Indonesia. Erbakan juga pernah mengunjungi Indonesia dalam rangka kunjungan kenegaraannya dan disambut oleh Presiden BJ Habibie.
Kembali ke adegan film Rudy Habibie, dalam adegan lain ditampilkan Rudy mengajak Erbakan meminta pihak kampus menyediakan tempat untuk shalat bagi mahasiswa muslim. Erbakan setuju dan menyarankan agar permintaan tersebut cukup dalam satu organisasi mahasiswa muslim, tidak perlu mengedepankan asal negara mahasiswa. Rudy pun setuju dengan usulan tersebut.
Dari film Rudy Habibie tersebut, banyak terkandung pesan moral kepada penontonnya. Di antaranya adalah, orangtua yang ingin anaknya berhasil dan masa depannya gemilang, harus rela berkorban. Ini diperlihatkan di berbagai adegan yang menerangkan bahwa Rudy kuliah ke Jerman atas biaya keluarganya, bukan karena mendapatkan beasiswa. Hal ini mengingatkan saya kepada sosok Hatta, Wakil Presiden RI pertama. Hatta juga dibiayai oleh pamannya sekolah di Belanda hingga menamatkan S3. Keluarga Habibie maupun Hatta adalah contoh dari keluarga di Indonesia yang memandang penting pendidikan, bahkan untuk pendidikan tertinggi ke luar negeri pun diusahakan semaksimal mungkin.
Pesan moral berikutnya adalah, setelah tidak lagi dijajah secara fisik oleh penjajah, sudah seharusnya anak-anak bangsa mengisi kemerdekaan dengan hal-hal positif. Tidak terjebak kepada jebakan kesenangan duniawi yang menyebabkan kemalasan maupun hal negatif lainnya yang merusak mental. Bangsa ini membutuhkan banyak orang seperti Rudy Habibie yang dalam dunia nyata kelak kembali ke tanah airnya membangun bangsanya dengan keahlian teknologi yang sudah dikuasainya.
Selanjutnya pesan moral yang bisa diambil adalah, Allah SWT adalah tempat mengadu, memohon pertolongan. Jangan sampai kita menjauh dariNya. Apapun kesulitan kita maka datanglah kepada Allah SWT melalui shalat dan berdoa kepadaNya. Di tengah kehidupan yang makin modern, banyak manusia lupa akan pentingnya peran Tuhan dalam hidupnya. Seolah dengan dirinya sendiri bisa menyelesaikan permasalahan yang ada dan bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Pesan moral selanjutnya, meskipun di negeri orang, jangan lupa tetap mencintai negeri sendiri. Dalam satu adegan, Rudy mempelopori Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) di Jerman dan Eropa untuk mengadakan suatu seminar tentang pembangunan di Indonesia. Teman-teman Rudy awalnya tidak suka dengan ide Rudy ini yang waktu itu menjabat Ketua PPI di Jerman. Namun dengan kegigihan Rudy akhirnya ide ini diterima meskipun akhirnya Rudy tidak hadir di seminar tersebut karena sakit.
Film Rudy Habibie ini merupakan film keluarga. Artinya anak-anak pun dapat menikmati film ini, meskipun ada adegan Rudy jatuh cinta kepada seorang wanita asal Polandia. Namun adegan yang ditampilkan masih tetap sopan. Bagi anak-anak, mereka bisa melihat bagaimana Rudy kecil berjuang, belajar dan serius dalam hidupnya sejak kecil. Cita-citanya sudah dijelaskan sendiri oleh dirinya sejak kecil. Ayahnya semasa hidup memberikan dukungan yang kuat.
Pesan moral selanjutnya, bagi orangtua. Bahwa dalam mendidik anak, kehadiran dan peran ayah serta ibu sangatlah penting. Dalam beberapa adegan, Rudy Habibie menikmati limpahan kasih sayang dari kedua orangtuanya. Pendidikan anak, sebagiannya sangat ditentukan oleh peran kedua orangtuanya. Orangtua tidak bisa memindahkan tanggung jawab seperti ini kepada lembaga pendidikan seperti sekolah formal. Orangtualah yang kelak menjadikan anaknya meraih keberhasilan kelak. Pesan ini sangat kuat disampaikan dalam film Rudy Habibie. (efs)
Foto: tempo.co