KOTA TUA PONDOK Destinasi Wisata Budaya
Artikel () 09 Agustus 2016 10:16:23 WIB
Oleh : Teguh Gunung Anggun
Berjalan ke kawasan Kota Tua Pondok, Kelurahaan Kampung Pondok, Kecamatan Padang Barat seakan tidak pernah bosannya. Disana berjejer bangunan tua nan unik disepanjang jalan. Seakan terpesona dan takhjub melihat ke khasan bangunan tua bersejarah dari zaman Belanda ini. Penduduk lokal yang kebanyakkan keturunan Tionghoa masih mempertahankanserta melestarikan bangunannya.
Alhasil, bangunan tinggi menjulang dan banyak ruang terlihat ‘bak’ sebuah kerajaan. Jika sedikit saja bangunan – bangunan tua peninggalan sejarah ini dipoles kembali. Kini tanpa menghilangkan ciri khasnya, pemilik bangunan setempat bekerja sama dengan pemerintah akan menata bangunan tua tersebut, sehingga mampu menarik kunjungan wisatawan untuk singgah ke Kota Tua kembali.
Diantara bangunan tua tersebut, terdapat salah satu kawasan pecinaan pondok di Jalan Klenten Kelurahan Kampung Pondok. Woww , tempat ini menjadi salah satu tujuan wisata di akhir pekan yang eksotis. Yuhuuu, nuansa yang kental etnis Tionghoa. Terdapat bangunan Klenteng See Hen Kiong yang merupakan tempat peribadatan etnis Tionghoa.
Di Klenteng ini anda dapat melihat seni ukiran yang luar biasa. Semua ornamen yang ada disana akan merasakan keberadaanseperti di negeri asalnya di China. Ternyata, setelah penulis bertanya, semua ornamnenya, baik interior maupun eksteriornya, ukiran – ukiran serta patung lansung didatangkan dari Negeri China. Bahkan dikerjakan lansung tenaga kerja asal China.
Disampingnya, juga terdapat bangunan Gapura pada Rumah Dhuka Perkumpulan Organisasi Sosial Pemakaman dan Kebudayaan HBT dan HTT yang saling berdampingan. Bangunan tersebut, terlihat sangat megah dengan ornamen – ornamen khas Negeri China . Pada kwasan ini terlihat begitu sangat eksotis, apalagi ketika saat malam hari. Hiasan lampuyang menerangi Gapura, cahaya merah dari lampu – lampu lampion yang bergantungan sepanjang jalan dan sisi – sisi bangunan.
Disamping itu, dikawasan ini terdapat sebuah pasar tradisional atau satelit, Pasar Tanah Kongsie. Pasar ini memiliki sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Kota Padang. Pasar Tanah Kongsie sudah ada sejak abad XIV, VOC mulai beroperasi di Indonesia dan masuk ke Padang melalui Pulau Cingkuak. Pada tahun 1799 di Muara Pantai Padang menjadi pelabuhan terpenting di Sumatera. Semenjak saat itu banyak pedagang China, India dan Arab memasuki Muara Padang untuk melakukan perdagangan.
Kini, hampir setiap harinya kawasan ini ramai dikunjungi muda – mudi, terutama mahasiswa. Apalagi pada saat malam minggu bahkan di hari minggu. Banyak para pengunjung yang mengabadikan moment dengan ber foto-foto dengan berlatar bangunan Klenteng, patung - patung dan bangunan tua yang terdapat dikawasan Kampung Pondok ini. Anda juga akan dijamu dengan khas kullinernya, mie tiaw dan es Kopmil serta beraneka minuman segar lainnya yang tak kalah nikmatnya menggugah selera.
Duduk mejeng dengan sambil menikmati makanan dan minuman merupakan keasikan tersendiri bagi para pengunjung di kawasan Pondok Kota Tua ini. Tak kalah menariknya lagi dikawasan pecinaan Kampung Pondok ini, anda juga dimanjakan dengan pertunjukan kesenian musik tradisional sambila menikamti santapan makanan dan minuman.
Tepatnya, digedung perkumpulan Sosial Pemakaman dan Kebudayaan HBT. Setiap Minggu malam mulai pukul 20,00 – 22.00 WIB, menyungguhkan musik tradisional Gambang. Dalam penampilannya juga diiringi oleh para penyanyi yang membawakan lagu –lagu bernuansa mandarin, tembang – tembang lawas serta juga lagu Minang.
Memang tak ada salahnya kita menikmati suasana dengan nuansa dengan kebudayaan Tionghoa, tinggal mendatangi wisata budaya dikawasan Pondok. Di kawasan ini tidak ada membeda – beda kan suku, etnis , ras maupun agama. Hidup rukun dengan keberagaman agama sudah terbina sejak dahulunya. Masuknyan para pedagang China, India dan Arab di Muara Padang pada zaman dahulunya sudah memupuk rasa kebersamaan tersebut, sehingga menjalin persaudaraan dan kerukunan hidup walau berbeda budaya tapi menyatu dalam satu kesatuan yaitu bangsa Indonesia.