Gubernur Sumatera Barat Buka Bazar/ Pasar Rakyat Pemprov. Sumatera Barat dan Launching GEMA NAGARI (Gerakan Lima Ribu Membangun Ekonomi Nagari). 28 Juni 2016.

Gubernur Sumatera Barat Buka Bazar/ Pasar Rakyat Pemprov. Sumatera Barat dan Launching GEMA NAGARI (Gerakan Lima Ribu Membangun Ekonomi Nagari). 28 Juni 2016.

Berita Utama Bagian Pemberitaan Biro Humas(Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat) 28 Juni 2016 15:19:04 WIB


Gubernur Sumatera Barat Buka Bazar/Pasar Rakyat Pemprov. Sumatera Barat dan Launching GEMA NAGARI (Gerakan Lima Ribu Membangun Ekonomi Nagari) 28 Juni 2016.

Acara ini dihadiri Gubernur, Wakil Gubernur, Ketua DPRD Prov. Sumbar, Unsur Forkopimda Sumbar, Bupati/Walikota se-Sumbar, Kepala BI Sumbar, Ketua Dekranasda Prov. Sumbar, Ketua Dekranasda kab/kota se-Sumbar, ketua MUI, Dirut PT. Semen Padang, Direksi Bank Nagari.

Laporan Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumatera Barat Wardarusmen mengatakan maksud dari kegiatan ini adalah salah satu instrumen untuk menekan harga yang terjadi di bulan Ramadhan dan masuknya tahun ajaran baru. Diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pangan dan lebaran, serta mengembangkan UMKM.

Bazar ini dilaksanakan di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat mulai tanggal 28 juni s/d 1 juli 2016, selama 4 hari. Pukul 8-selesai.

Jumlah stand yang disediakan oleh Biro Perekonomian Prov. Sumbar sebanyak 110 stand secara cuma-cuma serta ditambah dengan stand yang disediakan oleh Bulog dan Forum Komunikasi Distributor 10 stand, total 130 stand. Hingga saat ini peserta yang sudah mendaftar sebanyak 130 UMKM dan masih akan tetap ditampung dengan penempatan yang memungkinkan dan tidak mengganggu kelancaran dari pelaksanaan bazar.

Peserta bazar terdiri dari Dekranasda Prov. Sumbar dan Kab/Kota se-Sumbar, PKK, Dharmawanita, BKOW, Forum Komunikasi Distributor, UMKM binaan SKPD Pemprov, Bulog, Wardah, UMKM yang mendaftar langsung kepada panitia, serta SKPD terkait lingkup Pemprov Sumbar.

Produk yang disediakan hasil produksi Sumbar untuk kebutuhan harian dan lebaran, mulai dari pangan, sandang, kebutuhan pakaian lebaran dan kebutuhan konsumsi lebaran lainnya.

Harga lebih rendah dari pada harga pasar

Subsidi 25 jt diberikan oleh bank Nagari, dari PT. Semen Padang 10 juta. Hal tersebut digunakan untuk subsidi beras, gula pasir, daging sapi, daging ayam, telur, cabe, bawang, minyak goreng dan komoditi perikanan, dengan kupon yang disediakan sebanyak 3000 lembar, yang diberikan kepada masyarakat prasejahtera dengan nilai subsidi sebesar Rp.10.000 per kupon.

BUMN yang ada di Sumbar juga menyalurkan bantuan dari dana CSR dalam bentuk paket sembako kepada masyarakat prasejahtera dengan jumlah masing-masingnya 500 s.d 10.000 paket di daerah Kab/Kota.

Gubernur sumatera barat mengatakan, bazar ini salah satu program mengendalikan inflasi serta guna memenuhi kebutuhan. PNS pemprov harap belanja yang terakhir, biarlah masyarakat umum yang belanja terlebih dahulu.

Dilakukan juga launching "GEMA NAGARI" (Gerakan Lima Ribu Membangun Ekonomi Nagari). Tujuannya untuk meningkatan peran koperasi sebagai lembaga simpan pinjam masyarakat di nagari. Selain itu dilakukan juga penyerahan tabungan kepada koperasi Padang, Tanah Datar, dan Agam.

Gerakan ini perlu kita hebohkan, sosialisasikan sehingga orang menabung di koperasi. Gema nagari tidak sama dengan Gebu Minang.
Bedanya Gema Nagari muncul dari rantau untuk ranah menabung d koperasi, sedang Gebu Minang muncul dari ranah.

Oleh karena itu, suksesnya gema nagari butuh partisipasi semua pihak. Mari menabung membangun nagari. Di kota kota besar akan kita sosialisasikan, untuk perantau menyumbang untuk nagari masing masing. Himbau mereka untuk membantu kampung halaman.


Gubernur menghimbau, Kepada biro rantau diminta untuk tidak mengatur dan tidak mengarahkan para perantau kemana mereka akan menyalurkan dananya.