Pertemuan Gubernur Sumatera Barat dengan Investor China Harborur Engineering CO. membahas Rencana Pembangunan Jalan Tol Sumatera Barat dan Rencana Pembangunan Jalan Kereta Api Padang Solok

Pertemuan Gubernur Sumatera Barat dengan Investor China Harborur Engineering CO. membahas Rencana Pembangunan Jalan Tol Sumatera Barat dan Rencana Pembangunan Jalan Kereta Api  Padang Solok

Berita Utama Bagian Pemberitaan Biro Humas(Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat) 09 Juni 2016 13:07:56 WIB


Pada hari Kamis 09 Juni 2016 Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengadakan pertemuan dengan Investor China Harbor CO. membahas rencana pembangunan jalan tol Sumatera Barat dan rencana pembangunan jalur kereta api Padang – Solok di Istana Gubernuran. Turut hadir dalam pertemuan ini Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumatera Barat Suprapto, Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Provinsi Sumatera Barat Devi Kurnia, Kepala Dishubkominfo Provinsi Sumatera Barat Amran, Kepala Bapedalda Provinsi Sumatera Barat Asrizal Asnan, Kepala Biro Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Sumatera Barat Ahmad Yani, dan SKPD terkait.

Pihak China Harbour Engineering CO. memaparkan bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan yang telah 20 tahun berdiri di Indonesia, merupakan perusahaan nomor 5 terbesar di Asia dan nomor 1 di China. Perusahaan ini bergerak di bidang Kapal/Kontainer, Pengerukan/Reklamasi, Jalur Rel Kereta Api, Suplayer Listrik, Bandara, dan Jalan Tol serta Jembatan Layang. Perusahaan ini telah membuat beberapa karya di Indonesia, diantaranya Jembatan Suramadu di Jawa Timur dan Jalan Tol Kuala Namo di Sumatera Utara.

Kepala Kepala Dinas Prasjaltarkim Suprapto menawarkan kepada investor China Harbour Enginnering CO. untuk melanjutkan pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-batas Riau (Segmen Duku Sicincin) dan pembangunan jalur kereta api shortcut Padang-Solok.

Suprapto menjelaskan saat ini kita membutuhkan investor dalam pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-batas Riau (Segmen Duku Sicincin). Untuk pembangunan ini diperkirakan membutuhkan biaya sebesar 1,2 Triliun dengan panjang jalan tol 27 km, dan status kepemilikan lahan dalam proses pembebasan dengan sisa 9 km.

Selain itu, untuk pembangunan jalur kereta api shortcut Padang-Solok dengan panjang jalur 35 km membutuhkan biaya sebesar 11 Triliun. Jaringan rel kereta api saat ini menghubungkan Solok-Padang Panjang- Padang dengan melingkar, tinggal jalur solok-Padang yang belum, ucap Suprapto.

Menindaklanjuti pertemuan hari ini pihak dari Investor China Harbour Engineering CO tertarik untuk meninjau lokasi jalan tol Padang-Bukittinggi-batas Riau (Segmen Duku Sicincin) esok hari.

Kami berharap pihak Investor China Harbour Engineering CO tertarik untuk membantu kita dalam melanjutkan pembangunan jalan tol Padang-Bukittinggi-batas Riau (Segmen Duku Sicincin) dan Jalur shortcut Kereta Api Padang-Solok, harap Kepala Dinas Prasjaltarkim Sumatera Barat.