Renstra Daerah Mesti Selaras Dengan Provinsi

Renstra Daerah Mesti Selaras Dengan Provinsi

Berita Utama Bagian Pemberitaan Biro Humas(Biro Humas Sekretariat Pemerintah Provinsi Sumatera Barat) 31 Maret 2016 17:59:41 WIB


Rencana Strategis (Renstra) pembangunan Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat (Sumbar) perlu disempurnakan. Rencana pembangunan yang disusun mesti sinkron dengan renstra provinsi, sehingga pembangunan berkesinambungan.

Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ketika pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Kepulauan Mentawai mengatakan, meski mengalami peningkatan, percepatan pembangunan Mentawai masih mengalami perlambatan perkembangan. Tahun 2014 perekonomian daerah itu mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan tahun-tahun sebelumnya.

"Musrenbang ini hendaknya dimaknai sebagai suatu mekanisme dalam rangka menggali partisipasi seluruh komponen masyarakat yang melahirkan rasa keikutsertaan, rasa kepemilikan, tanggung jawab mulai dari proses perencanaan sampai pada pelaksanaan pembangunan," kata Nasrul Abit pada pembukaan Musrenbang di Tuapejat, Rabu (30/3).

Nasrul Abit berharap, musrenbang yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mempunyai peranan penting dalam upaya Pemerintah Daerah (Pemda) untuk menyiapkan rencana pembangunan tahunan dalam bentuk Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKDP) yang lebih berkualitas, konsisten, komprehensif, terukur dan dapat dilaksanakan.

"Secara substantif, musrenbang rencana kerja pemerintah daerah adalah untuk menyelaraskan program dan kegiatan prioritas pembangunan daerah provinsi dengan arah, kebijakan, perioritas pembangunan nasional serta usulan program kegiatan hasil musrenbang kabupaten/kota," ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet mengatakan membangun Mentawai dilakukan melalui pendekatan secara khusus berdasarkan lokal.

"Ada cara pendekatan membangun Mentawai dan tidak tutup diri serta tidak eksklusif," kata Yudas.

Percepatan pembangunan Mentawai Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai membangun trans Mentawai. Trans Mentawai dibangun agar transportasi lancar sehingga akses lebih mudah.

"Jika akses lancar harga barang lebih murah," ujar Yudas.

Untuk mendukung aksessibilitas masyarakat dan barang, pemerintah setempat membangun bandara dan pelabuhan. Dari dua bandara yang dibangun, pemerintah memperioritaskan pembangunan Bandara Rokot Bandara dari Siberut.

Trans Mentawai yang dibangun masing-masing Trans Sipora sepanjang 77 kilometer. Trans Pagai Utara sepanjang 63 kilometer. Trans Pagai Selatan sepanjang 66 kilometer dan Trans Siberut sepanjang 187,2 kilometer.