HADIRNYA PABRIK ES DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SIKAKAP
Berita Utama NONONG HANUGRAH, A.Md(Dinas Kelautan dan Perikanan) 30 November 2015 18:48:24 WIB
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat, Ir. Yosmeri, Sabtu 28 November 2015 mengadakan pertemuan dengan nelayan Sikakap (Kabupaten Kepulauan Mentawai) dalam rangka pembinaan mutu hasil tangkapan perikanan dan sekalian meninjau hasil produksi Pabrik ES batangan,
“Dengan hadirnya pabrik ES di PPP Sikakap merupakan suatu kemudahan bagi masyarakat nelayan Sikakap untuk mendapatkan ES batangan, saya berharap pabrik ini akan mengurangi kesulitan nelayan dalam memperoleh es balok untuk mengawetkan hasil tangkapan (sehingga kualitas ikan tetap tinggi dan harganya juga bagus," katanya di depan puluhan nelayan PPP Sikakap, Sekretaris Camat Sikakap, Danrem dan Kapolres Mentawai dan pemuka masyarakat lainnya.
Menurut kepala dinas, pihak pemerintah menyediakan pabrik Es adalah merupakan kepentingan untuk nelayan setempat dan juga bagi nelayan yang bersandar di pelabuhan Sikakap ini, dengan bersandarnya kapal-kapal penangkap ikan lainnya juga akan berdampak dengan perkembangan ekonomi masyarakat setempat, karena terjadinya beberapa transaksi jual beli kebutuhan harian bagi nelayan-nelayan singgah, seperti kebutuhan harian, kebutuhan BBM dan ransum kapal lainnya.
Pabrik es ini sangat penting karena akan menjamin terpeliharanya kualitas ikan hasil tangkapan nelayan hingga tiba ditangan para pelaku industri hasil perikanan dan pasar umumnya serta menjaga stabilitas harga ikan.
Dengan beroperasinya pabrik es yang dibangun oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat ini cukup melegakan nelayan PPP Sikakap sehingga dapat menutupi kebutuhan es balok para nelayan yang sebelumnya diapasok dari Kota Padang.
Kepala Pelabuhan UPTD PPP Sikakap yang diwakili oleh Kepala Tata Usaha Ari Wibowo mengemukakan jumlah batangan es pada saat ini rata-rata 1 ray perhari atau sebanyak 14 batang, dan itu baru dibutuhkan oleh nelayan-nelayan kecil, dan pabrik es ini juga telah menyediakan tempat penyimpanan es dan sehingga pera nelayan kecil dan juga pedagang-pedagang kecil dapat membeli es dalam skala kecil atau perbatang, pabrik es ini adalah satu-satunya di Kecamatan Sikakap dengan kapasitas 22 ray atau 308 batang, dan kira 15 ton per 24 jam.
Dan kepala DKP Sumatera Barat menyampaikan kepada masyarakat nelayan akan tetap berjuang untuk melengkapi fasilitas-fasilitas pelabuhan seperti, pasar ikan iginis, rumah singgah nelayan dan juga kios-kios bagi pedagang, yang mana pada saat ini mereka berjualan di tepi jalan yang pasti tingkat kebersihan dan kenyamanannya jauh dari yang diharapkan.
Pada kesempatan ini kepala dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Barat juga menghimbau atau mengajak para nelayan untuk meningkatkan teknologi penangkapan ikan tuna karena hasil tangkapnya sangat menjanjikan untuk perkembangan ekonomi, satu ekor ikan tuna memiliki bobot 70Kg dan bakan lebih, dan kepala dinas lansung mengajarkan cara menangkap tuna, tekhnologi yang disampaikan oleh kepala dinas juga mudah dimengerti oleh para nelayan, perairan Mentawai merupakan potensi yang sangat luar biasa di muka dunia dan sangat banyak diminati oleh Negara-negara asing.