Penambahan Modal BUMD Disorot

Berita Utama () 29 Oktober 2015 16:57:15 WIB


PADANG — Ran­cangan Peraturan Daerah (Ranperda) Penyertaan Mo­dal Pemerintahan Daerah Pa­da Perseroan Terbatas, men­dapat sorotan tajam se­jum­lah fraksi di DPRD Sum­bar.

Fraksi Hanura me­nya­takan tak setuju dengan, penyertaan modal yang di­ajukan Pemrov pada tiga BUMD. Ketiganya yakni PT. Grafika Jaya Sumbar, PT. Dinamika dan Andalas Tuah Sakato. Penambahan modal dinilai tidak tepat dan belum lah pantas di­berikan.

"Sementara seperti di­ketahui bersama, tiga BUMD tersebut sudah tidak ber­dampak positif lagi bagi APBD Sumbar," tegas Juru Bicara Fraksi Hanura, Tau­fik Hidayat saat mem­ba­cakan pandangan umum fraksinya pada paripurna yang berlangsung, Selasa (20/10) kemarin.

Sekaitan dengan ini, sete­lah Ranperda tadi di­sahkan, Grafika akan men­dapat tam­bahan modal sebe­sar Rp30 miliar, Dinamika Rp12 mi­liar, dan Andalas Tuah Sakto Rp10 miliar. Masing-ma­singnya rata-rata di­tam­bah 100 persen jika dib­an­dingkan dengan mo­dal yang pernah diberi sebe­lumnya. Tak hanya tiga BUMD tadi, Bank Na­gari direncanakan juga akan men­dapat pe­nam­bahan mo­dal di 2016. Jumlah yang akan diberi terbilang cukup fantastis, yakninya Rp369 Miliar.

Karena tak menyetujui penambahan modal atas tiga BUMD yang telah di­se­but­kan tadi, Hanura meminta dilakukan evaluasi secara menyeluruh.  Sedangkan khusus untuk Bank Nagari, Hanura setuju modalnya ditambah, namun fraksi ini menilai angkanya terlalu besar, dan mesti dikurangi.

Sementara itu Fraksi Gol­­kar juga mengkiritisi penambahan modal BUMD. Golkar melalui juru bicara mereka, Afrizal me­ny­a­ran­kan, agar Bank Nagari tidak selalu menjadi beban ke­ua­ngan daerah. Sebaliknya,  Bank Nagari harus dapat menyumbang banyak deviden untuk menambah PAD.

Sekda Prov Sumbar, Ali Asmar yang  mewakili Gu­bernur untuk hadir di­pari­purnakan mengatakan, 9 BUMD yang dimiliki dae­rah ini memang perlu dieva­luasi. "Koreksi itu akan dijadikan masukan pedo­man bersama. Dal hal ini pembenahan yang diper­lukan tak hanya soal ma­na­gemen, namun juga sumber daya manusia didalamnya," ujar Ali Asmar.

Sementara itu, Dirut Bank Nagari, Suryadi Asmi mengatakan, pihaknya su­dah bekerja optimal, hal itu me­nurut dia, bisa di­buk­tikan dengan banyak peng­hargaan yang mereka ter­i­ma.  Suryadi juga me­nga­takan, Bank Na­gari sangat butuh suntikan dana dari Provinsi maupun Pemkab/Pemko. Sesuai de­ngan ren­cana kerja lima tahun ke depan (2016-2012), seti­daknya Bank Na­gari butuh Rp800 M dari Pro­vinsi saja. "Jika d­i­jum­lahkan dengan suntikan dana kabupaten/kota, maka jum­lahnya tri­liunan rupiah," tukasnya. (sumber : haluan)