Dorong Kader PKK Jadi Penggerak Ekonomi Keluarga, Detta Vasko Ajak Promosikan Produk Lokal Lewat Media Sosial
Berita Utama Rina Yuli Hefni, S.ST.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 13 Oktober 2026 17:34:14 WIB
PADANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sumatera Barat mendorong kader menjadi penggerak ekonomi keluarga dengan mengoptimalkan potensi lokal dan memanfaatkan media sosial untuk memperluas pemasaran produk usaha masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K) dan Orientasi Program Kelompok Kerja (Pokja) II yang digelar di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Selasa (13/10/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Optimalisasi Potensi Keluarga untuk Mewujudkan Kader Cakap, Keluarga Berdaya, dan Kemandirian Ekonomi”.
Staf Ahli TP-PKK Sumbar, Ny. Dianita Maulin Vasko atau yang akrab disapa Detta Vasko, menegaskan bahwa kemandirian ekonomi keluarga tidak selalu harus dimulai dengan modal besar. Keterampilan, kreativitas, dan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar dapat menjadi modal awal untuk membangun usaha produktif.
Menurutnya, kader PKK memiliki peran strategis karena berinteraksi langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut menjadi peluang untuk mengenali potensi keluarga, mulai dari usaha kuliner, menjahit, kerajinan, hingga pemanfaatan lahan pekarangan yang dapat dikembangkan menjadi sumber pendapatan.
Detta juga mengajak kader aktif mempromosikan usaha masyarakat melalui media sosial agar produk lokal Sumatera Barat semakin dikenal dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Saya mau mengajak ibu-ibu di sini, kalau kader atau warganya mempunyai usaha kuliner atau usaha lainnya, tolong saya di-tag. Setiap hari saya tunggu supaya saya bisa ikut mempromosikan,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pemberdayaan tidak cukup hanya membantu masyarakat menghasilkan produk, tetapi juga perlu mendorong kemampuan memasarkannya. Dengan promosi yang lebih luas, usaha rumahan diharapkan memiliki peluang untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan keluarga.
Detta turut mengingatkan agar kader tidak hanya berfokus pada bantuan yang dibutuhkan masyarakat, tetapi juga menggali potensi yang dapat dikembangkan. Kader diharapkan menjadi pendamping dan motivator yang membangun kepercayaan diri keluarga untuk tumbuh mandiri.
“Tugas kita bukan hanya memberikan bantuan, tetapi membantu keluarga menemukan kekuatannya sendiri. Karena pemberdayaan yang sesungguhnya adalah ketika keluarga mampu mengatakan, saya mampu, saya punya potensi, saya bisa berkembang, dan saya bisa mandiri,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri Ketua Bidang II TP-PKK Provinsi Sumatera Barat, Ny. Arimby Arry, jajaran pengurus Pokja II TP-PKK Sumbar, serta ketua dan pengurus Pokja II TP-PKK kabupaten/kota se-Sumatera Barat.
Dalam kesempatan tersebut, Detta juga mengajak kader memperkuat pelaksanaan program Gelari Pelangi sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan potensi keluarga. Melalui pelatihan UP2K dan orientasi Pokja II, TP-PKK Sumbar menargetkan terwujudnya kader yang cakap, keluarga yang berdaya, dan kemandirian ekonomi.
Pelatihan ini diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi berlanjut pada pendampingan nyata bagi usaha keluarga di tengah masyarakat. Dengan mengembangkan potensi lokal dan memperluas promosi produk, kader PKK diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha produktif sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga di Sumatera Barat.(ryh/DiskominfotikSumbar)