Evaluator UNESCO Soroti Potensi Edukasi dan Komunitas Geopark Silokek

Evaluator UNESCO Soroti Potensi Edukasi dan Komunitas Geopark Silokek

Berita Utama Satria Oki Sanjaya, S.I.Kom.(DINAS KOMUNIKASI, INFORMATIKA DAN STATISTIK) 17 Agustus 2026 22:33:08 WIB


SIJUNJUNG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bersama Pemerintah Kabupaten Sijunjung terus memantapkan langkah strategis dalam proses evaluasi Ranah Minang Silokek menuju predikat UNESCO Global Geopark (UGGp). Komitmen ini dipertegas melalui penyelenggaraan Seminar Internasional bertajuk "Geopark Management Towards UNESCO Global Geopark" yang menghadirkan dua evaluator internasional UNESCO, Nicolas Klee (Prancis) dan Prof. Jeon Yongmun (Korea Selatan), di Balairung Lansek Manih pada Senin (17/08/2026).

Melalui sinergi lintas pemerintah daerah ini, Pemprov Sumbar mendorong adopsi inovasi dan praktik terbaik (best practices) pengelolaan geopark kelas dunia untuk diterapkan di kawasan Silokek. Dalam pemaparannya, Nicolas Klee membagikan berbagai inovasi dari UGGp Monts d’Ardèche (Prancis), di antaranya pengembangan Forest School (Sekolah Alam), pameran karya seni ruang terbuka di area geosite (Art in the Landscape), pelibatan perajin keramik lokal untuk souvenir berbasis geologi, serta pelaksanaan lebih dari 200 kegiatan tahunan yang melibatkan ratusan stakeholders daerah. 

"Keberadaan geopark tidak sekadar soal melindungi bentang alam geologi, melainkan bagaimana nilai-nilai edukasi dan keterlibatan komunitas lokal menjadi penggerak utama. Pengalaman kami di Monts d’Ardèche menunjukkan bahwa inovasi seperti program Forest School serta integrasi karya seni dan kerajinan lokal adalah kunci agar perlindungan lingkungan berjalan seiring dengan peningkatan kehidupan sosial masyarakat," ujar Nicolas Klee. 

Sementara itu, Prof. Jeon Yongmun memaparkan keberhasilan Jeju Island UGGp dalam membangun jalur tematik Geo-Trails, Geo-Branding produk UMKM warga, dan integrasi kurikulum ilmu bumi (Geo-School) ke dalam sekolah-sekolah lokal. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dan pembenahan bersama dalam evaluasi ini. 

"Kami hadir di sini bukan sebagai inspektur yang hanya memeriksa atau mencari kekurangan, melainkan hadir sebagai mitra berkolaborasi. Proses evaluasi ini adalah ruang belajar bersama untuk menggali potensi geodiversity, biodiversity, dan cultural diversity Ranah Minang Silokek agar dapat dikembangkan secara maksimal demi kesejahteraan masyarakat," tegas Prof. Jeon Yongmun. 

Melalui penguatan inovasi dan kolaborasi internasional ini, Pemprov Sumbar dan Pemkab Sijunjung optimistis Ranah Minang Silokek siap memenuhi standar penilaian UNESCO dan membawa warisan alam Sumatera Barat ke panggung dunia. (sat/diskominfotik sumbar)


Berita Terkait Lainnya :